HOME VIRAL UNIK

  • Selasa, 27 Januari 2026

Ternyata Songket Dalam Pakaian Adat Minangkabau Melambangkan Kejayaan Dan Kesabaran Tingkat Dewa

  Songket Dalam Pakaian Adat Minangkabau
Songket Dalam Pakaian Adat Minangkabau

Ternyata Songket Dalam Pakaian Adat Minangkabau Melambangkan Kejayaan dan Kesabaran Tingkat Dewa

Oleh: Andika Putra Wardana


Jika kamu menghadiri pesta pernikahan atau upacara adat besar di Sumatera Barat, matamu pasti akan langsung tertuju pada satu hal, kain yang berkilau-kilau diterpa cahaya lampu, memancarkan aura kemewahan yang sulit ditandingi.

Itulah Songket, primadona tekstil yang menjadi kebanggaan orang Minang. Namun, kemewahan visual itu hanyalah kulit luarnya saja.

Secara mendalam, kehadiran songket dalam pakaian adat Minangkabau melambangkan sebuah simbol "Kejayaan" (Grandeur) dan "Keagungan".

Benang emas atau perak yang ditenun rapat menutupi dasar kain bukan sekadar pamer kekayaan, melainkan representasi dari cahaya, harapan, dan masa depan yang cerah bagi pemakainya.

Bagi seorang pengantin (Anak Daro), memakai songket berarti dia sedang dimuliakan bak ratu sehari, diangkat derajatnya setinggi mungkin di hadapan masyarakat.

Lebih jauh lagi, jika kita menelisik proses pembuatannya yang memakan waktu berbulan-bulan, songket adalah monumen kesabaran dan ketelitian.

Setiap motif yang timbul, seperti Pucuak Rabuang atau Itiak Pulang Patang, tidak ditenun sembarangan. Motif-motif ini melambangkan kearifan lokal dan tuntunan hidup.

Jadi, songket dalam pakaian adat Minangkabau melambangkan filosofi Alam Takambang Jadi Guru, bahwa manusia Minang harus hidup selaras dengan alam, memiliki pendirian yang kokoh namun luwes seperti bambu (rabuang), dan selalu kompak dalam kebersamaan seperti itik.

Kain ini adalah pengingat bisu bagi pemakainya untuk menjaga perilaku dan etika sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terukir dalam motif tersebut.

Terakhir, songket juga melambangkan identitas sosial dan ekonomi yang kuat. Di masa lalu, songket adalah benda pusaka yang diwariskan turun-temurun, menjadi tabungan keluarga yang bernilai tinggi.

Memakainya adalah pernyataan bahwa sang pemakai mengerti adat dan menghargai warisan leluhurnya. Jadi, di balik berat dan panasnya kain songket saat dipakai, tersimpan makna bahwa menjaga kehormatan diri dan martabat keluarga itu memang "berat" dan butuh perjuangan, namun hasilnya akan seindah kilauan emas yang abadi.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Songket, Pakaian Adat, Minangkabau, Melambangkan, Kejayaan, Kesabaran Tingkat Dewa

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com