- Rabu, 10 Januari 2018
Tepian Kota Tua Padang
PADANG (Minangsatu) - Berabad-abad lalu kapal-kapal bangsa Arab, Gujarat, India, Portugis, Spanyol, Inggris, hingga Belanda banyak menepi dan bertukar barang bawaan mereka ke wilayah ini.
Ya, kota tersebut adalah Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat. Bahkan saat Belanda menjajah Indonesia, Kota Padang menjadi salah satu kota penting. Sebagai pusat perkantoran pemerintahan, perdagangan, dan militer di Pulau Sumatera.
Dan sisa-sisa betapa megahnya kota ini pada zaman dahulu masih dapat di lihat lewat bangunan-bangunan kuno bergaya art-deco di sepanjang Muara Batang Arau, Kelurahan Pondok, Kota Padang.
Di kawasan ini berderet bangunan-bangunan tua dan besar bekas kantor pemerintahan, perbankan, dan kantor dagang peninggalan VOC. Kawasan ini sekarang dikenal sebagai kawasan Kota Tua Padang.
Bangunan yang menonjol adalah gedung NHM (Nederlansche Handels-Maatschappij), Padangsche Spaarbank, De Javansche Bank, dan NV Internatiol yang didirikan sebelum 1920.
Atap bangunan bergaya arsitektur neo-klasik dengan tinggi 24 meter dan berdinding permanen ini berbentuk gambrel dengan dua cerobong pada puncak atap sebagai tempat sirkulasi udara.
Juga masih ada lusinan gedung tua di sebelah selatan. Di antaranya tiga bekas pasar yang dulunya terkenal di pengujung abad ke-19 itu, yaitu Pasa Gadang (Pasar Hilir), Pasa Mudik, dan Pasa Tanah Kongsi.
Kawasan ini sekarang tak lagi menjadi pasar. Arsitektur bangunan yang unik dengan arsitektur campuran antara Arab, Melayu, Cina, dan Minangkabau masih asli dan terjaga. Sebanyak 74 bangunan di sini dijadikan Pemerintah Kota Padang sebagai benda bersejarah yang dilindungi,
Keindahan Kota Tua ini disempurnakan dengan susunan kapal nelayan dan kapal pesiar yang berlabuh pada tepian sungai Batang Arau. Sungai ini dijadikan sarana naik turunnya wisatawan berkunjung ke beberapa destinasi wisata bahari diwilayah Kota Padang. Pulau-pulau indah yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara diantaranya Pulau Pamutusan, Pulau Pagang, Pulau Pasumpahan dan Pulau Sirandah.
[dedy ]
Editor :
Tag :#Tepian Kota Tua #Padang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MITSUBISHI TAWARKAN DESTINATOR 2026 DENGAN PROMO KHUSUS, SASAR SEGMEN SUV KELUARGA PREMIUM
-
GILANG ILHAZA, PEGULAT ASAL SULIT AIR ITU RESMI BERPANGKAT LETNAN DUA INFANTERI TNI AD
-
KISAH BUYA "VIRAL" RISTAWARDI: DARI KARYAWAN SEMEN PADANG KE PANGGUNG DAKWAH
-
MENGENAL KAHARUDDIN DATUK RANGKAYO BASA, GUBERNUR PERTAMA SUMATERA BARAT
-
PATUNG POTRET DAN RELIEF PERJUANGAN BUNG HATTA KARYA MAESTRO PEMATUNG NASIONAL “URANG AWAK” YUSMAN DIPAJANG DI SMP NEGERI 1 PADANG
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA