HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Rabu, 21 Januari 2026
Temui Gubernur Sumbar, IKB Perjuangkan Mr. Assaat Jadi Pahlawan Nasional
Temui Gubernur Sumbar, IKB Perjuangkan Mr. Assaat Jadi Pahlawan Nasional
Padang (Minangsatu)– Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru bersama Tim Pengajuan Gelar Pahlawan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat di Kantor Gubernur, Rabu (21/1/25). Pertemuan ini dilakukan guna membahas rencana strategis pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo, tokoh bangsa asal Banuhampu, Agam, sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua Umum IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat Minang terhadap sejarah bangsa. "Mr. Assaat bukan sekadar tokoh daerah, beliau adalah Acting Presiden Republik Indonesia pada masa krusial tahun 1949-1950. Tanpa peran beliau di Yogyakarta saat itu, sejarah kedaulatan RI mungkin akan berbeda," ujarnya usai pertemuan.
Dalam audiensi tersebut, Tim Pengusul memaparkan rencana kerja yang mencakup penyusunan naskah akademik, pengumpulan dokumen arsip negara, hingga penyelenggaraan Seminar Nasional yang menjadi syarat mutlak dalam UU No. 20 Tahun 2009.
"Kami ingin 'Mambangkik Batang Tarandam'. Mr. Assaat adalah sosok berintegritas tinggi yang meletakkan dasar demokrasi lewat KNIP dan kedaulatan ekonomi melalui 'Sistem Assaat'. Sudah sepatutnya negara memberikan pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional," kata Akmal Famajra, Ketua Tim Pengusul Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mahyeldi menginstruksikan instansi terkait untuk mendampingi proses administrasi agar pengusulan ini dapat berjalan lancar hingga ke tingkat pusat di Jakarta.
Akmal Famajra yang juga wartawan senior menjelaskan, Mr. Assaat Datuak Mudo lahir 18 September 1904 di Kubang Putiah, Banuhampu, Agam. Selain pernah menjadi pemimpin tertinggi negara, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang sangat sederhana dan konsisten berjuang demi kepentingan rakyat banyak hingga akhir hayatnya pada tahun 1976.
Gelar Mester yang dariah Assaat di University Leiden, Belanda ini, telah membuat sosok Assaat yang taat hukum dalam menjalankan tugasmya sebagai Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) -sekarang DPR RI dan Acting Presiden Republik Indonesia sewaktu Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949.
Menurut Akmal Famajra bersama Hasril Caniago sebagai penulis draf Biografi Mr.Assaat Datuak Mudo, tokoh ini sangat layak dijadikan sebagai Pahlawan Nasional.
“Sejarah mencatat, saat RI dalam kondisi kritis pasca-Agresi Militer, Mr. Assaat adalah sosok yangmemegang kemudi Republik di Yogyakarta. Tanpa Mr. Assaat, mata rantai kedaulatan kita bisa terputus. Beliau adalah Presiden yang 'tahu diri'—ketika mandat selesai, beliau menyerahkan kembali jabatan dengan penuh integritas," kata Hasril Chaniago menjelaskan lebih lanjut
Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh masyarakat, IKB Pekanbaru optimis gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Assaat dapat dianugerahkan oleh Presiden RI pada momentum Hari Pahlawan 10 November mendatang.
Dikatakan, perjuangan ini kembali intensif dilaksanakan oleh IKB Pekanbaru. Sekarang, pihak anak Mr.Assaat, Muhammad Iqbal dan Lucy Sakura telah memberikan surat pernyataan kesediaan nama orang tuanya diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasiaonal. Demikian pula cucu dari pihak ibu Mr.Assaat, Muhammad Irfan telah menyataan kesediaan rumah peninggalan Acting Presiden RI di Kubang Putiah dapat dijadikan museum nasional.
Walinagari Kubang Putiah Delwizar bersama KAN dan Bamus serta Bundo kanduang Kubang Putiah, juga telah menyatakan dukungan penuh terhadap IKB Pekanbaru untuk memperjuangan Mr.Assaat sebagai Pahlawan Nasional.(*)
Editor : melatisan
Tag :Gubernur Sumbar, IKB Pekanbaru, Perjuangkan, Mr. Assaat, Pahlawan Nasional
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KOMISI VI DPR RI DORONG PENGGUNAAN SEPABLOCK UNTUK PEMBANGUNAN HUNTAP DI SUMBAR, SUMUT, DAN ACEH
-
PLN UID SUMBAR GELAR DONOR DARAH DALAM SEMANGAT BULAN K3 NASIONAL 2026, WUJUD KEPEDULIAN DAN SOLIDARITAS KEMANUSIAAN
-
SILATURAHMI DI DPRD, IODI SUMBAR DUKUNG PENUH PORPROV XVI JUNI-JULI 2026
-
BENCANA BERULANG DI SUMATERA BARAT SOROTI LEMAHNYA MITIGASI, BINCANG RANCAK DESAK BLUEPRINT MITIGASI DAN PENANGGULANGAN BENCANA
-
600 KK ALAMI KRISIS AIR BERSIH PASCABANJIR, PT SEMEN PADANG PEDULI SALURKAN 16 RIBU LITER AIR KE WARGA DURIAN TARUNG
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG