- Selasa, 20 Januari 2026
Siap-Siap Tepar! Deretan Makanan Khas Minangkabau" Ini Dijamin Bikin Dietmu Gagal Total
Siap-Siap Tepar! Deretan Makanan Khas Minangkabau" Ini Dijamin Bikin Dietmu Gagal Total
Oleh: Andika Putra Wardana
Siapa yang bisa menolak aroma santan yang mendidih bercampur dengan cabai dan rempah-rempah yang tajam? Berbicara soal makanan khas Minangkabau, kita tidak hanya bicara soal kenyang, tapi soal petualangan rasa yang "nendang".
Kuliner dari Ranah Minang ini punya karakter yang sangat kuat, kaya bumbu, pedas, dan kaya akan lemak santan. Saking lezatnya, masakan ini sudah berkelana ke seluruh penjuru dunia, membawa nama harum Indonesia.
Namun, dunia kuliner Minang itu luas, tidak melulu soal Nasi Kapau. Ada banyak varian lain yang punya tempat spesial di hati para pecinta kuliner. Berikut adalah primadona yang wajib kamu coba:
1. Rendang
Ini adalah rajanya. Dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia, Rendang sebenarnya bukan sekadar "daging sapi bumbu". Ini adalah mahakarya kesabaran.
Memasak Rendang butuh waktu berjam-jam (bahkan berhari-hari) untuk mengubah santan cair menjadi minyak, lalu menjadi dedak (bumbu kering) yang meresap sempurna ke serat daging.
Filosofinya terkait erat dengan budaya merantau. Rendang dimasak kering agar awet dibawa bekal perjalanan jauh tanpa basi. Semakin dipanaskan, rasanya justru semakin keluar dan nikmat.
2. Sate Padang
Jangan salah, Sate Padang itu ada mazhabnya! Secara umum terbagi tiga. Sate Padang Panjang (kuah kuning), Sate Pariaman (kuah merah pedas), dan Sate Danguang-Danguang (kuah kuning dengan parutan kelapa).
Dagingnya biasanya lidah atau jeroan sapi yang dibakar arang, lalu disiram kuah kental berbumbu tepung beras yang panas mengepul. Dimakan pakai ketupat dan keripik singkong pedas, rasanya benar-benar menggoyang lidah.
3. Dendeng Balado
Bagi pecinta tekstur krispi, ini juaranya. Daging sapi diiris tipis, dijemur atau digoreng hingga garing, lalu dimandikan dengan siraman cabai merah kasar yang berminyak.
Ada dua versi populer. Dendeng Karing (kering/krispi) dan Dendeng Batokok (daging basah yang dipukul-pukul hingga pipih dan lembut). Perpaduan gurihnya daging dan pedasnya cabai kasar menciptakan sensasi makan yang bikin susah berhenti.
4. Itiak Lado Mudo
Kalau kamu main ke daerah Bukittinggi atau Agam, jangan lewatkan menu ini. Berbeda dengan olahan ayam, Itiak (Bebek) dimasak dengan bumbu cabai hijau keriting (Lado Mudo) yang super banyak. Rasa pedasnya tidak menyengat di lidah, tapi hangat di tenggorokan.
Daging bebek yang biasanya amis, di tangan koki Minang berubah menjadi wangi rempah yang menggoda selera. Menikmati makanan khas Minangkabau memang sebuah ujian berat bagi mereka yang sedang diet.
Tapi percayalah, kenikmatan menyantap nasi hangat dengan kuah gulai yang kental itu adalah kebahagiaan sederhana yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, lupakan timbangan dan cangkul sejenak, dan jangan ragu untuk berteriak, "Tambuah ciek"
Editor : melatisan
Tag :Makanan Khas, Minangkabau, Gagal Total, Kuliner Minang,
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERNYATA INI BEDANYA! MENJAWAB PERTANYAAN ABADI MINANG DAN PADANG APAKAH SAMA?
-
BIKIN MERINDING! MENGUAK MAGISNYA ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU YANG BISA BERBUNYI TANPA PUTUS NAPAS
-
BUKAN SEKADAR DONGENG! TERNYATA NEGERI TERTUA DI MINANGKABAU ADALAH DESA CANTIK DI KAKI GUNUNG MARAPI
-
HATI-HATI KENA PRANK! KENALI ISTILAH BAHASA MINANG BOHONG DARI YANG SEKADAR BUAL LAPAU SAMPAI TIPU MUSLIHAT
-
BAK RAJA DI RUMAH AYAH: MENGUPAS ISTIMEWANYA POSISI ANAK PISANG DALAM MINANG YANG SELALU DIMANJA
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG