- Kamis, 8 Januari 2026
Setelah Maduro, Trump Kini Incar Greenland
Jakarta (Minangsatu) - Amerika Serikat semakin besar membuka opsi operasi militer untuk menguasai Greenland, wilayah yang kini di bawa proteksi Denmark.
Negara-negara di Eropa dan Kanada pun bereaksi keras dan menolak rencana pemerintahan Presiden Donald Trump. Negara-negara itu menyatakan hal tersebut sebagai ancaman yang semakin nyata.
Gedung Putih menyatakan pada Selasa (6/1), Presiden AS Donald Trump memandang penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional untuk "mencegah ancaman dari pihak lawan di kawasan Arktik."
"Presiden dan tim tengah membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi," demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera.
Upaya AS untuk merebut Greenland dari Denmark sebagai sesama anggota NATO diperkirakan akan mengguncang aliansi itu dan semakin memperlebar jarak antara Trump dan para pemimpin Eropa.
Pernyataan Gedung Putih itu muncul ketika para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bergabung dengan PM Denmark Mette Frederiksen dalam mengeluarkan pernyataan yang menegaskan Greenland "adalah milik rakyatnya".
Mereka juga mencatat telah meningkatkan investasi mereka dalam keamanan Arktik, dan menawarkan untuk berbuat lebih banyak lagi dengan berkonsultasi dengan AS dan sekutu NATO lainnya.
PM Polandia Donald Tusk juga memperingatkan ancaman terhadap anggota NATO akan merusak kredibilitas aliansi tersebut.
"Tidak ada anggota yang boleh menyerang atau mengancam anggota lain dari Organisasi Pakta Atlantik Utara. Jika tidak, NATO akan kehilangan maknanya," katanya.
PM Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik janji solidaritas para pemimpin Eropa dan memperbarui seruannya kepada AS untuk "dialog yang saling menghormati".
Sementara itu, Denmark menolak pernyataan Trump bahwa mereka tidak mampu melindungi Greenland.
"Kami tidak sependapat dengan anggapan Greenland dipenuhi dengan investasi Tiongkok... atau ada kapal perang Tiongkok di sepanjang Greenland," kata Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen.
Sementara itu, pemerintah Greenland mengatakan telah meminta pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio, bersama dengan Rasmussen, untuk membahas situasi tersebut.
Meski demikian, penolakan itu tidak menghentikan langkah Trump untuk menguasai Greenland.
Ketertarikan Trump terhadap Greenland muncul pada 2019 saat masa jabatan pertamanya, dan kembali mencuat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Didorong oleh keberhasilan operasi itu, Trump menegaskan bahwa "hegemoni Amerika di Belahan Barat tidak akan lagi dipersoalkan", sembari meningkatkan tekanan terhadap Kolombia dan Kuba.
Ia juga menilai penguasaan Greenland krusial bagi keamanan nasional AS, dengan alasan pulau itu "dipenuhi kapal Rusia dan China" serta Denmark dinilai tidak mampu menjaganya.
"Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," ujar Trump dalam perjalanan menuju Washington menggunakan Air Force Once.
Kekhawatiran ambisi Trump terhadap Greenland kembali mencuat setelah aksi militer AS di Venezuela, menyusul pernyataan berulang Trump yang ingin menguasai wilayah strategis di kawasan Arktik tersebut.
Para pemimpin Eropa dilaporkan terkejut oleh keputusan Trump mengerahkan militer ke Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.
Trump juga menyatakan AS akan mengelola Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyak negara itu.
Ia kembali menekankan Greenland, yang kaya mineral penting bagi industri teknologi dan memiliki posisi strategis di kawasan Arktik, dibutuhkan demi kepentingan pertahanan AS.
Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic, Trump menanggapi pertanyaan mengenai keterkaitan operasi di Venezuela dengan Greenland dengan menyebut hal itu sebagai penilaian pihak lain.
"Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," ujar Trump.
"Namun yang jelas, kami membutuhkan Greenland untuk pertahanan," tambah dia.
Sementara itu, unggahan Katie Miller, istri penasihat utama Trump, yang menampilkan bendera Greenland berwarna menyerupai bendera AS dengan tulisan "SEGERA", memicu reaksi keras.
Denmark dan Uni Eropa merespons keras agenda Greenland Trump tersebut.
"Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan AS seharusnya mengambil alih Greenland," ujar Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.
Selain itu, PM Greenland Jens-Frederik Nielsen juga mengecam unggahan itu sebagai tindakan tidak menghormati.
Sumber: CNN News
Editor : melatisan
Tag :Maduro, Trump,Incar Greenland
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERJEBAK DI NGARAI TARATAK, JORG ULRICH WILHELM BERHASIL DIEVAKUASI TIM SAR GABUNGAN
-
SEMAKIN SEMENA-MENA, ISRAEL AKIBATKAN WARGA PALESTINA EKSODUS
-
GEMPA DAHSYAT BERKEKUATAN MAGNITUDO 8,7 GUNCANG WILAYAH TIMUR JAUH RUSIA
-
KABAR DUKA SEPAKBOLA DUNIA, DIOGO JOTA MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN
-
AYAH 'INYIAK DONI' BERPULANG, H. ARISAL AZIZ UCAPKAN BELASUNGKAWA
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL