HOME SOSIAL BUDAYA KOTA BUKITINGGI
- Selasa, 11 September 2018
Seni Rupa Kembali Ke Tanah Lahirnya Di Bukittinggi
Bukittinggi (Minangsatu) - 32 Seniman asal Sumatera Barat yang tinggal di Sumatera Barat, Bandung dan Yogyakarta, selama sepekan dari 11 September 2018 menggelar pameran seni rupa di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi.
Pameran bertajuk Tambo#3 "Kapacak" dibuka Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum, sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia seni rupa, yang digelar oleh Tambo Arts Center.
![]() |
Menurut Yon Indra, selaku ketua Tambo Arts Center (TAC), perhelatan ini adalah event-seni ketiga yang dilaksanakan oleh Tambo. Tema “kapacak” sengaja diangkat, bertujuan untuk menggandeng dan mengajak seluruh elemen seni rupa untuk saling bekerjasama dan bergerak bersama dengan proses kreatif. Dalam perhelatannya juga meliputi Art Tour atau kunjungan ke studio seniman, diskusi seni, wisata budaya dan kuliner khas Minangkabau.
Walikota Bukittinggi dalam sambutannya mengatakan setelah era Wakidi se-Abad yang lalu, Tambo#3 seperti membawa kembali semangat dan ruh seni rupa ke “tanah-lahirnya” di Bukittinggi.
Apresiasi positif ini serupa dengan ungkapan Buya H. Mas”oed Abidin “ Tambo Arts Center ingin mengukirkan keberlanjutan kesejarahan seni rupa di Sumatera Barat yang bercirikan dan beridentitaskan Minangkabau”.
Perspektif yang berbeda disampaikan oleh Dr. Melanie Setiawan yang dikenal sebagai “Ibu” seni rupa Indonesia. “Persahabatan saya dengan seniman yang berasal dari ranah Minang telah terjalin lama, bahkan ada beberapa yang saya kenal sejak masih di kuliah di ISI Yogya. TAC telah membuktikan bahwa jangkau-apresiasinya tidak semata untuk masyarakat Sumatra Barat, tapi juga nasional bahkan internasional," ungkap Melanie.
Disebutkan Melanie, pada event ke-2 yang bertajuk SANDI pada tahun 2017sebelum terbentuk TAC, dia telah diajak oleh teman-teman dari negara lain untuk terlibat pada event tersebut.
"Suatu langkah penting dalam menjalin persahabatan dengan masyarakat dunia, yang diharapkan tahun-tahun mendatang lebih bergema dalam membuat ajang besar skala internasional," harapnya.
“Menggerakkan” menjadi kata kunci dalam pengamatan Dr. Suwarno Wisetotromo yang didaulat menjadi penulis (bersama Nessya Fitriona) dalam event seni ini. Jika salah satu tombol ditekan, maka akan menggerakkan “roda kesenian” dan “roda kehidupan” lainnya. Membangun kesadaran para pihak, bahwa ia menjadi “tombol” yang berfungsi.
Pameran menampilkan karya seniman Hamzah, Ibrahim, Yon Indra, Romi Kumik, Irwandi, Nasrul Palapa hingga generasi yang lebih muda seperti M.Ridwan, Romi Almon, dan lainnya merupakan seniman yang tinggal di Sumatera Barat.
Beberapa seniman asal Sumatera Barat yang tinggal di Yogyakarta, turut berpartisipasi, adalah; Jumaldi Alfi, Yunizar, Zulkarnaini, Gusmen Heriadi, dan Erizal As. Satu orang perupa tinggal di Bandung, Fazar Roma Agung Wibisono.
(Rel)
Editor :
Tag :#TamboArtsCenter#GelarEvent_ke3#DiBukittinggi#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MEWARNAI WARISAN NUSANTARA: NIPPON PAINT MELAKUKAN PEREMAJAAN JAM GADANG KEBANGGAAN MASYARAKAT BUKITTINGGI
-
KANTOR PERTANAHAN KOTA BUKITTINGGI RAIH PENGHARGAAN WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK)
-
AMANKAN ASET DAERAH, PEMKO BUKITTINGGI TERIMA 21 SERTIFIKAT TANAH DARI BPN
-
KANTOR PERTANAHAN KOTA BUKITTINGGI TERIMA KUNJUNGAN STUDI TIRU DARI KANTAH KABUPATEN KEPAHIANG
-
TIM TPN KEMENPAN RB LAKUKAN VERIFIKASI LAPANGAN DI KANTOR PERTANAHAN KOTA BUKITTINGGI UNTUK PENILAIAN ZONA INTEGRITAS
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
