HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Rabu, 22 Agustus 2018
Sapi Kurban Yang Tak Mau Disembelih, Kabur Ke Kampung Sebelah
PADANG (Minangsatu) - Entah karena takut disembelih, seekor sapi kurban Hari Raya Idul Adha milik jamaah masjid Baitul Arafah, kelurahan Banuaran Padang, mengamuk sampai memutuskan tali ikatannya di tiang besi, Rabu (24/8/18). Ia langsung lari melompati selokan di seputar lapangan lokasi penyembelihan dan melewati jalan-jalan rumah penduduk. Para petugas tak kuasa menghalangi sapi ini, karena berlari dengan merentakkan kakinya, seolah-olah siap menendang.
Setelah menempuh jarak sekitar 1 km dari perumahan Banuaran Indah hingga ke kelurahan Koto Baru, 'sang jawi berani' ini terpojok di dekat rumah penduduk, dan ditangkap pemuda sekitarnya beramai-ramai dengan menggunakan jaring. "Jaring ini diambil dari gawang lapangan sepakbola anak-anak," ujar Ketua Panitia Kurban, Hudi Sutomo, seraya bersyukur kepada Allah.
![]() |
18 ekor sapi kurban di masjid Baitul Arafah, ditambatkan di pohon-pohon lapangan sepakbola warga.
"Bukan soal harga sapi yang bisa diganti, antara 15 sampai Rp.20 juta, tapi ini pembelian 7 orang warga peserta berkurban," urainya. Di masjid Baitul Arafah memang terdaftar 18 ekor sapi ummat Islam. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dari seluruh masjid yang ada di kelurahan Banuaran, kecamatan Lubug Begalung, Padang.
Ketua Keamanan, Heri Orbandi dan Ketua Panitia, Hudi Sutomo, terpaksa mengontrol pelaksanaan penyerahan sapi kurban kepada pemilik kupon, karena jumlah penerima banyak yang harus berjalan dengan tertib agar selesai sore hari.
![]() |
Warga menunggu untuk menukarkan kupon dengan sapi kurban.
di Mesjid Nurul Ikhlas, Asrama Polisi Jati Padang, anggota Polda Sumbar menyembelih 10 ekor sapi. Tapi sapi kurban yang diikat di sekitar masjid, ukurannya besar-besar. Tak heran, sapi kurban yang diserahkan Kapolda untuk masjid Nurul Ikhlas ini pun, beratnya lebih dari 250 kg.
Daging kurban itu selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat seperti di Lolong, Lubuk Buaya, Gaung dan beberapa daerah yang membutuhkan lainnya.
Tidak hanya untuk masjid, Kapolda Sumbar, Irjen Polisi Fakhrizal juga menyerahkan 2 ekor sapi untuk mitra Polri, PWI dan IJTI. Penyerahan dari Kapolda langsung diterima Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus, dan Ketua IJTI Sumbar, John Nedy Kambang, didampingi Sekretaris IJTI, Nofal Wiska.
Kapolda yang didampingi istri, menyebut sapi kurban ini diserahkan kepada organisasi PWI dan jurnalis TV ini sebagai bentuk kemitraan tyang sudah terjalin baik selama ini.
"Semoga sapi kurban ini membawa manfaat kepada masyarakat, dan makin mempererat kemitraan polisi dan jurnalis," ungkap Kapolda Sumbar.
"Sapi ini selanjutnya disembelih di Dadok Tunggul Hitam. Daging kurban ini dibagikan kepada beberapa anggota IJTI, masyarakat Dadok Tunggul Hitam, serta panti asuhan," sebut John Nedy Kambang.
![]() |
Penyerahan sapi untuk PWI dari Kapolda Sumbar didampingi istri.
Sementara itu Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus menyatakan baru akan menyembelih sapi dari Kapolda ini, besok (Kamis, 23/8/18).
"PWI Sumbar melanjutkan tradisi tahun lalu, menjadikan penyembelihan hewan kurban ini untuk silaturrahim dengan anggota senior dan yunior, dengan memasak dan makan bersama serta membagikan daging kurban kepada warga sekitar jalan Bagindo Azizchan, di dekat kantor," ungkapnya.
(Joned/Batuah)
Editor :
Tag :#SapiQurbanKabur_dariMasjidBaitulArafah_Padang#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
AYO BURUAN! SEMEN PADANG GELAR MUDIK GRATIS MENTAWAI–PADANG–MENTAWAI UNTUK 700 KUOTA
-
GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN BANTUAN BEDAH RUMAH UNTUK WARGA KOTO TANGAH, PADANG
-
SINERGI PENYALAAN SERENTAK LUTD, PT PLN (PERSERO) UID SUMATERA BARAT BERBAGI CAHAYA DI BULAN RAMADHAN BERSAMA KAJATI SUMATERA BARAT
-
PWRI SUMBAR SERAHKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG DI KOTA PADANG
-
M. DIEN DITETAPKAN AKLAMASI JADI KETUA PII SUMBAR, NANUK: INSINYUR SANGAT STRATEGIS MERANCANG SOLUSI PEMBANGUNAN
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL


