HOME AGAMA KOTA PADANG PANJANG
- Selasa, 5 Maret 2024
Sambut Ramadan, Ketua MUI Zulhamdi Ajak Warga Belanja Seperlunya Sesuai Kebutuhan
Sambut Ramadan, Ketua MUI Zulhamdi Ajak Warga Belanja Seperlunya Sesuai Kebutuhan
Pd. Panjang (Minangsatu) - Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Panjang, H Zulhamdi, Lc Ma menghimbau warga Setambi Mekkah untuk tidak berfoya foya, dan mampu menahan diri menghadapi bulan suci Ramadan. Misal, membeli makanan mahal atau makan di tempat mahal. " Cukup seperlunya dan sesuai kebutuhan saja yang dibeli dan dibuat," ujar Ketua MUI, Selasa (5/3/2024) siang.
Awal memasuki puasa nanti, lanjutnya, masyarakat diminta untuk saling memaafkan antarsesama umat beragama, dan saling menghargai saat puasa nanti. Termasuk menyucikan niat, menjelang Ramadan untuk beribadah. "Hal ini agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan ikhlas, dan semata-mata karena Allah SWT," tandasnya.
Selain itu, masyarakat jangan lupa untuk mempersiapkan kesehatan fisik dan mental, sebagai modal penting untuk menjalankan ibadah puasa.
“Dengan menjaga pola makan yang halal dan thayyib (baik), olahraga, dan istirahat yang cukup, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh makna,” ajaknya.
Editor : melatisan
Tag :#Sambut Ramadhan #MUI Padang Panjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RIBUAN JEMAAH BKMT SE- SUMBAR, KAGUM DENGAN ISLAMIC CENTRE PADANG PANJANG
-
SYIAR ISLAM MAKIN BERKUMANDANG, PULUHAN RIBU UMAT BERKUMPUL DI ISLAMIC CENTRE PADANG PANJANG.
-
MAULID NABI, WAKO HENDRI AJAK WARGA JAGA MARWAH KOTA SERAMBI MEKKAH
-
WAKO HENDRI LEPAS 150 LANSIA STUDI DAKWAH LLI KE KOTA SOLOK
-
DI MASJID HIDAYAH, USTAZ SULAIMAN AJAK JEMAAH RAWAT KELUARGA
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU