- Selasa, 27 Juli 2021
RSUD Dr. Rasidin Padang Kekurangan Nakes Penanganan Covid-19
Padang (Minangsatu) - Kurangnya tenaga kesehatan (Nakes) sehingga berakibat bertambahnya jam kerja dengan shift yang lebih panjang menjadi kendala yang saat ini dihadapi oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUP) dr. Rasidin Padang. Upaya rekruitmen nakes telah pernah dilakukan, namun sepi peminat.
Hal ini terungkap saat kunjungan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) ke RSUD dr. Rasidin, Selasa (27/7/2021) siang. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi.
Direktur RSUD dr. Rasidin, Herlin Sridiani kepada gubernur mengatakan, bertambahnya kebutuhan akan nakes seiring dengan semakin bertambahnya fasilitas perawatan di rumah sakit milik Pemko Padang, ini. Kebutuhan mendesak kata Herlin adalah tenaga perawat. Saat ini terdapat 100 tenaga perawat dan masih kurang sekitar 40 tenaga perawat lagi. Kekurangan ini ditambah lagi dengan adanya nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kita sudah pernah coba rekrut, tapi hanya 25 persen yang mendaftar, selain perawat, kita juga akan menambah enam dokter umum, radiographer dan tenaga analisis," kata Herlin.
Kekurangan nakes ini juga diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi. Menurutnya, kekurangan itu juga akibat bertambahnya rumah sakit atau fasilitas yang ditunjuk menjadi tempat isolasi pasien konfirmasi Covid-19, diantaranya di Asrama Haji Tabing dan Rumah Sakit Paru, Padang Pariaman.
Terkait kendala ini, Gubernur menyebut akan coba koordinasikan dengan bupati dan walikota lainnya yang memiliki kelebihan SDM kesehatan agar bisa diberdayakan di rumah sakit atau fasilitas Covid-19 lainnya di Kota Padang. Mengingat rumah sakit di Padang tidak hanya melayani pasien dari Kota Padang, namun juga dari kabupaten kota lain bahkan provinsi tetangga.
"Alhamdulillah penanganan Covid-19 di RSUP Rasidin sudah cukup baik. Oksigen tidak ada kendala karena ada kerjasama dengan pihak ketiga yang mensuplai. Yang perlu dukungan hanya masalah SDM. Kita akan coba koordinasikan dengan kabupaten kota yang surplus SDM nya untuk bisa mensuplai ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang membutuhkan SDM. Mungkin dari Solok Selatan misalnya, atau dari kabupaten kota lain. Untuk penanganan covid ini memang perlu tenaga yang terampil, tidak bisa yang baru," kata Mahyeldi.
Meskipun kekurangan SDM, RSUD dr. Rasidin menyiasatinya dengan menambah jam kerja para nakes khususnya yang menangani pasien Covid-19. Jika sebelumnya setiap shift bekerja 3 sampai 4 jam, saat ini ditambah menjadi 6 jam.
Saat ini, pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di RSUD dr. Rasidin berjumlah 70 orang, sedangkan bed yang tersedia sebanyak 94 bed (tempat tidur).
Portal resmi pemprov Sumbar, hari ini (Selasa, 27/7/2021) melaporkan, terjadi penambahan pasien konfirmasi positif di Sumbar, 894 orang, dengan total 67 ribu 211 orang. Dari 894 orang itu, pasien dari kota Padang berjumlah 399 orang, menyusul kabupaten Agam 64 orang, Bukittinggi 57 orang. Sementara jumlah positif terendah kabupaten Pasaman 2 orang, Solok Selatan 3 orang dan kota Sawahlunto 3 orang.
Editor : ranof
Tag :#Tenaga nakes#RSUD Rasidin Padang#Rekrutmen#Sumbar#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SERIBU DOKTER PARU BERKUMPUL DI PADANG, PERANG MELAWAN TB DIPERKUAT
-
BANK NAGARI SALURKAN 204.500 MASKER UNTUK BANTU MASYARAKAT HADAPI KABUT ASAP KARHUTLA
-
KOLABORASI BANK NAGARI–PADANG EYE CENTER TEMBUS RP140 MILIAR, MAHYELDI: KEBERSAMAAN KUNCI KEMAJUAN DAERAH
-
DONOR DARAH BANK NAGARI, AKSI HANGAT YANG MENGHIDUPKAN HARAPAN DI PADANG
-
PEMPROV SUMBAR DUKUNG PROYEK TRUST RSUP M. DJAMIL UNTUK PENGUATAN SEKTOR KESEHATAN DAERAH
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
-
WAYANG SAWAHLUNTO MENGANGKAT KISAH TAMBANG OMBILIN DENGAN BAHASA TANGSI
-
ALU KATENTONG PADANG LAWEH, KESENIAN PEREMPUAN MINANGKABAU YANG LAHIR DARI AKTIVITAS MENUMBUK PADI