HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Senin, 5 Oktober 2026

Rapat Paripurna DPRD Mentawai Peringati Hari Jadi Ke-27: Usung Tema Mentawai Progresif

Rapat Paripurana DPRD Kep. Mentawai Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kepulauan Mentawai 4 Oktober 1999 - 4 Oktober 2026 dipimpin Ketua DPRD Ibrani Sababalat, SH
Rapat Paripurana DPRD Kep. Mentawai Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kepulauan Mentawai 4 Oktober 1999 - 4 Oktober 2026 dipimpin Ketua DPRD Ibrani Sababalat, SH

TUAPEIJAT, (MINANGSATU) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke-27 tahun. Acara bersejarah dengan tema utama "Mentawai Progresif" ini berlangsung sukses dan khidmat di Gedung Sekretariat DPRD Mentawai, Km 4 Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Minggu (04/10/2026).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat, S.H., tepat pada pukul 14.00 WIB. Setelah resmi membuka sidang, Ibrani membacakan rekam jejak kepemimpinan daerah, termasuk Bupati Dr. Rinto Wardana dan Wakil Bupati Jakop Saguruk yang mengemban amanah pimpinan daerah periode 23 Februari 2025 hingga Februari 2030.

Dalam pembukaannya, Ketua DPRD turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pimpinan dan Anggota DPRD, Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menegaskan pentingnya sinergi segenap pemangku kepentingan dalam melanjutkan pembangunan di Bumi Sikerei sejak awal berdirinya hingga saat ini.

Prosesi peringatan Hari Jadi Mentawai ke-27 dilanjutkan dengan pembacaan kilas balik sejarah lahirnya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang disampaikan oleh Kabag Organisasi, Sari Dewi, S.H., M.H. Kilas balik tersebut disajikan untuk menyegarkan ingatan kolektif masyarakat terkait perjuangan panjang pembentukan daerah otonom ini.

Sari Dewi menguraikan bahwa perjuangan masyarakat Mentawai menjadi daerah otonom mandiri telah dimulai sejak tahun 1982. Pergerakan panjang selama hampir 44 tahun tersebut digerakkan oleh berbagai elemen masyarakat, para tokoh daerah, serta peranan aktif Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mentawai (IPPMEN) yang kala itu diketuai oleh Yudas Sabaggalet.

Puncak perjuangan sejarah tersebut membuahkan hasil manis ketika pada 4 Oktober 1999, Pemerintah Pusat menetapkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pascapenetapan UU tersebut di Jakarta, Badril Bakar dilantik sebagai Penjabat (Pj.) Bupati pertama yang memimpin Mentawai sejak 12 Oktober 1999 hingga tahun 2001.

Bupati DR. Rinto Wardana dan Wakil Bupati Kep.Mentawai Jakop Saguruk periode sekarang dirangkul bupati terdahulu 2 periode Edison Saleulubaja dan Yudas Sabaggalet pada hari jadi ke-27 tahun 2026

 

Peringatan HUT Kabupaten Kepulauan Mentawai ke-27 tahun 2026 ini terasa sangat istimewa karena dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci dan mantan pemimpin Mentawai periode sebelumnya. Hadir langsung dalam sidang paripurna tersebut mantan Bupati Mentawai dua periode (2001–2011) Edison Saleulubaja, serta mantan Bupati dua periode (2012–2022) Dr. Yudas Sabaggalet, S.E., M.M.

Selain para mantan Bupati, hadir pula mantan Wakil Bupati Kortanius Sabaggalet serta mantan Ketua DPRD Mentawai, Hendri Dori, S.E. Kehadiran para tokoh pendahulu ini memberikan warna tersendiri serta memperkuat semangat kebersamaan intergenerasi dalam membangun Kepulauan Mentawai ke depan.

Dalam sambutannya, mantan Bupati Dr. Yudas Sabaggalet menekankan krusialnya menjaga kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda dalam mengisi pembangunan daerah. Mengutip nasihat dari pendahulunya, Edison Saleulubaja, Yudas berpesan agar para pemimpin saat ini cerdas dalam memanfaatkan "ruang dan waktu" dengan cita-cita yang besar.

Yudas juga mengimbau jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini untuk memperluas jaringan (link) dan kerja sama antar-kabupaten di Sumatera Barat maupun secara nasional. Ia mengekspresikan rasa bangganya atas kemajuan pesat Mentawai saat ini, salah satunya ditandai dengan keberhasilan menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana menegaskan bahwa momentum Peringatan Hari Jadi ke-27 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, acara ini menjadi pengingat sejarah perjuangan akar rumput dan IPPMEN agar generasi penerus memahami asal-usul pembentukan daerahnya.

Dr. Rinto Wardana memaparkan bahwa tugas pemerintah saat ini adalah fokus mengisi pembangunan infrastruktur fisik secara masif. Prioritas utama mencakup pembukaan akses jalan baru, perluasan jaringan listrik, hingga pemerataan akses internet di seluruh pelosok wilayah Mentawai guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketua DPRD Ibrani Sababalat memotong kue hari jadi ke-27 dan Bupati DR. Rinto Wardana memotong nasi tumpeng untuk disuapkan kepada mantan bupati 2 periode Edison dan Yudas.

 

Di samping pembangunan fisik dan pariwisata sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati menekankan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal yang tak kalah krusial. Saat ini, sektor kesehatan terus diperkuat melalui hadirnya Rumah Sakit Pratama di Sibeutut serta pembangunan lanjutan Gedung RSUD konstruksi beton tiga lantai.

Dari sisi SDM dan pendidikan, pemerintah berkomitmen mendorong semakin banyak putra-putri asli Mentawai untuk mengecap pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bupati Rinto juga membacakan jajaran nama pejuang daerah yang telah berjasa, baik yang sudah almarhum maupun yang masih hidup, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memberikan dukungan penuh yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman Rizal, M.M., mewakili Gubernur Sumbar yang berhalangan hadir. Jasman memberikan ucapan selamat dan mendoakan agar Mentawai semakin mandiri, maju, serta sejajar dengan kabupaten/kota lainnya di Sumbar.

Dalam pidatonya, Jasman Rizal mengapresiasi tingginya toleransi dan keharmonisan hidup bermasyarakat di Mentawai. Ia menyebut bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila sangat terasa dan nyata hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kepulauan Mentawai.

Jasman menambahkan bahwa kekompakan antara DPRD dan Bupati Mentawai merupakan modal utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Pemprov Sumbar berkomitmen membuka ruang akses bantuan pembangunan jangka pendek maupun panjang, khususnya pada penyediaan infrastruktur dasar seperti listrik dan akses internet broadband.

Menutup keterangannya, Jasman optimistis bahwa dengan potensi ombak kelas dunia (surfing), pariwisata, dan sektor pertanian yang dikelola secara optimal, Kepulauan Mentawai diproyeksikan akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi utama di Sumatera Barat dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Mentawai ke-27 ini turut dihadiri oleh Sekda Martinus Dahlan, pimpinan Forkopimda, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan perbankan seperti Bank Nagari, Bank BRI, dan Bank BNI. Masyarakat lokal pun antusias memadati area tenda yang disediakan panitia DPRD untuk mengikuti jalannya acara. (*)


Wartawan : Rijon
Editor : Benk123

Tag :#mentawai

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com