HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG

  • Senin, 8 Desember 2025

PWI Sumbar Datangi Gubernur! Desak Pusat Kucurkan Dana Lebih Untuk Pemulihan Bencana Sumbar

PWI Sumbar Datangi Gubernur
PWI Sumbar Datangi Gubernur

Padang, (Minangsatu) - Kepedulian terhadap kondisi pascabencana di berbagai wilayah Sumatera Barat memantik keprihatinan banyak pihak. Keresahan terutama muncul terkait lambannya bantuan dan proses rehabilitasi-rekonstruksi yang sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat.

Salah satu sorotan kuat datang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar. Melalui Gubernur Mahyeldi Ansharullah, PWI mendesak pemerintah pusat agar segera mempercepat penyaluran bantuan yang dinilai masih minim dan belum memadai untuk kebutuhan para korban.

Dipimpin Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, serta diarahkan oleh Dewan Penasehat Asril Chaniago, dan jajaran pimpinan media mendatangi kediaman Gubernur Sumbar. Kehadiran para wartawan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral terhadap upaya Pemprov Sumbar dalam mempercepat pengajuan dan realisasi bantuan sesuai kebutuhan daerah.

Menerima dukungan insan pers, Gubernur Mahyeldi memaparkan rencana teknis rehabilitasi dan rekonstruksi Sumbar dalam jangka pendek hingga jangka panjang.

“Kita berharap bantuan bagi korban terdampak dapat segera turun dan maksimal. Berdasarkan perhitungan kita, kebutuhan mencapai sekitar Rp15 - Rp20 triliun, dan bisa jadi lebih” ungkap Buya Mahyeldi.

Ia menegaskan, angka tersebut ditaksir sesuai besarnya kerusakan dan banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian. Dana sebesar itu diyakini dapat menggerakkan kembali kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap.

Kerugian Capai Rp1,8 Triliun, 234 Korban Meninggal

Berdasarkan data resmi Pemprov Sumbar per 8 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, total kerugian akibat bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten/kota mencapai lebih dari Rp1,8 triliun.

Korban meninggal tercatat 234 orang, sementara 95 orang masih hilang. Jumlah tersebut berpotensi bertambah karena pencarian masih berlangsung intensif.

Sebanyak 247.762 warga terdampak, dengan 20.474 jiwa harus mengungsi akibat rusaknya pemukiman dan lingkungan mereka oleh banjir bandang, galodo, dan longsor.

Data Kerusakan: Ribuan Rumah Hancur, Infrastruktur Lumpuh

Kerusakan hunian warga tercatat sebagai berikut:

- Rusak ringan: 5.290 unit

- Rusak sedang: 983 unit

- Rusak berat: 1.629 unit

- Terendam banjir: 38.900 unit

- Hanyut/hilang: 755 unit

Kerusakan fasilitas umum ikut melumpuhkan pelayanan dasar masyarakat:

- Rumah ibadah: 153 unit

- Fasilitas kesehatan: 66 unit

- Kantor pelayanan publik: 28 unit

- Sekolah: 170 unit

Kerusakan prasarana vital juga signifikan, meliputi:

- Jalan: 172 titik

- Jembatan: 46 unit

- Fasilitas telekomunikasi: 135 titik

Kondisi ini membuat distribusi bantuan terhambat dan akses ke sejumlah daerah terdampak masih sulit dijangkau.

Upaya Penanganan Masih Berjalan

Pemprov Sumbar bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai lembaga terus melakukan pencarian korban hilang, penyaluran bantuan logistik, dan perbaikan akses transportasi.

Meski upaya percepatan terus dilakukan, sejumlah wilayah masih berada dalam status tanggap darurat. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Informasi terbaru dapat diakses melalui dashboardbencana.sumbarprov.go.id


Wartawan : ing
Editor : boing

Tag :PWI Sumbar, Gubernur Mahyeldi, bantuan pemerintah pusat, pemulihan bencana Sumbar, rehabilitasi rekonstruksi Sumbar, kerugian bencana Sumbar, korban meninggal Sumbar, banjir bandang Sumbar, galodo Sumbar, longsor Sumbar, warga terdampak bencana, infrastru

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com