HOME SOSIAL BUDAYA RANTAU
- Kamis, 21 Desember 2023
Putu Wijaya Dan Komaruddin Hidayat Terima Anugerah Satupena Award
Jakarta (Minangsatu) - Budayawan Putu Wijaya dan cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat menerima penghargaan Satupena Award, Rabu (20/12/23) di Jakarta. Penyerahan penghargaan tertinggi Satupena itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Satupena Denny JA dalam sebuah acara di Restoran Al Jazeerah, Jatinegara, Jakarta Timur. Denny JA didampingi para pengurus perhimpunan para penulis Indonesia DR Satrio Aris Munanandar, Nasir Tamara, Wina Armada dan Ilham Bintang.
Penganugerahan Satupena Award merupakan tradisi tahunan Satupena, dan tahun ini merupakan yang kedua kali.
Selain sambutan Denny JA dan orasi kedua penerima award yang memukau, acara yang dihadiri sekitar 200 komunitas penulis juga dimeriakan pembacaan puisi, pementasan mini operate, dan pertunjukan musik Beatle Mania.
Dalam sambutannya, Denny JA mengatakan fenomena Artificial Intelligence (AI) memang sudah mampu menghasilkan esai dan puisi. Namun, mesin Artificial Intelligence belum mampu melakukan renungan batin, menyelami pengalaman hidup, memiliki hati yang dilezatkan oleh suka dan duka, dan mengembangkan visi mengenai apa yang baik dan buruk. Padahal ramuan batin itu yang diperlukan untuk melahirkan tulisan yang otentik dan bermakna.
Zaman mana pun tetap memerlukan para narator, yang mampu menarasikan apa yang tengah terjadi, dan apa yang sebaiknya dituju. Mereka adalah para penulis. Dalam konteks itulah Satupena Award dianugerahkan kepada tokoh-tokoh penulis yang memelihara tradisi penulisan yang memiliki kedalaman.
Putu Wijaya memiliki rekor menulis lebih dari 30 novel, 40 naskah drama, sekitar 1000 cerpen, ratusan esai, artikel lepas, dan kritik drama. Ia memberi warna dunia kepenulisan Indonesia (fiksi) lebih dari 50 tahun.
Komaruddin Hidayat tak hanya seorang rektor, pendidik dan guru besar. Ia sudah menulis banyak buku khususnya soal pemikiran Islam yang moderat, inklusif dan terbuka (non-fiksi).
Putu Wijaya dan Komaruddin Hidayat terpilih sebagai penerima Satupena Award melalui seleksi ketat Dewan Juri yang mewakili penulis dari Aceh hingga Papua, 2023. Dewan Juri menerima rekomendasi dari 34 koordinator Satupena di 34 provinsi, dan dari 25 penulis senior dan intelektual, fiksi dan non- fiksi.
"Kedua tokoh itu diusulkan oleh Dewan Juri yang terdiri dari Anwar Putra Bayu (Ketua, Sumatera), Dhenok Kristianti (Sekretaris, Jawa), Hamri Manopo (Anggota, Sulawesi), I Wayan Suyadna (Anggota, Bali), Thobroni Ambau (Anggota, Kalimantan), dan Victor Manengke (anggota, Papua) melalui sidang dewan juri itu," kata Denny JA yang juga dikenal sebagai penggagas dan pelopor Puisi Esai.
Editor : ranof
Tag :#Putu wijaya dan Komaruddin #Award satupena #Jakartaa
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI: IKM ENERGI BESAR PEMBANGUNAN SUMBAR
-
LIBUR LEBARAN TIBA, ARUS KENDARAAN MENUJU SUMBAR DARI RIAU MENINGKAT
-
HADIRI GATHERING ALUMNI MALAYSIA DI JAKARTA, MAHYELDI MENILAI BISA LAHIRKAN GAGASAN DAN PELUANG KOLABORASI
-
FWK TEGASKAN 9 FEBRUARI TETAP HARI PERS NASIONAL, SOROTI SEJARAH DAN DESAK REVISI UU PERS
-
GUBERNUR MAHYELDI RANGKUL PERANTAU RINGANKAN BEBAN KORBAN BENCANA DI SUMBAR, DONASI TERKUMPUL RP1 MILIAR
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG