HOME POLITIK PROVINSI SUMATERA BARAT
- Sabtu, 27 April 2019
PSU Pemilu Di Sumbar, Seakan Tak Menarik Lagi Bagi Pemilih
Padang (Minangsatu) - Pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak di Sumatera Barat berjalan damai, aman dan tertib, hampir tidak ada kejadian membuat keributan, pada 17 April lalu. Jikapun ada pemilihan ulang di 100 Tempat Pemunggutan Suara (TPS) hari ini ,merupakan keputusan Bawaslu dari beberapa laporan akibat terjadinya kecurangan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela kegiatan memantau Pemungutan Suara Ulang - Pemilu 2019 di Sumatera Barat, Sabtu (27/4/2019).
Sekitar jam 12.00 WIB siang Wagub berkunjung ke kecamatan Lubuk Kilangan, kota Padang. Di TPS 01 Kelurahan Banda Buek Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang siang itu, baru 159 orang dari 292 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kekhawatiran Wagub Nasrul Abit tampaknya terjadi. Masyarakat kurang antusias. Hal itu juga terlihat di TPS 29 Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo. Partisipasi masyarakat baru mencapai 50 persen dari 277 orang DPT di TPS ini hingga menjelang pendaftaran ditutup.
Nasrul Abit sengaja datang siang hari untuk melihat langsung bagaimana partisipasi masyarakat mencoblos ulang, akan tetapi hasilnya tidak sesuai harapan yang diinginkan. "Tentu hasil hari ini akan mengurangi jumlah tingkat partisipasi pemilihan umum serentak di Sumbar", terangnya.
Wagub Sumbar Nasrul Abit juga berkesempatan memantau pelaksanaan PSU di Kota Padang dan Kota Solok. PSU di Kota Solok terdapat di TPS 15 Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah.
Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, tidak akan ada keributan di masyarakat, jika pelaksanaan pemilu berjalan baik tanpa ada kecurangan. Tidak benar kondisi pasca pemilu serentak Sumatera Barat panas, bisa dilihat hari ini sudah berjalan seperti biasa.
Masyarakat Sumatera Barat merupakan masyarakat yang dalam kehidupan sehari-hari sangat demokratis dan sangat mudah menerima perbedaan pendapat. "Saling menghargai pendapat satu sama lainnya merupakan sesuatu kekuatan yang baik dalam memajukan pembangunan di Sumatera Barat," ujar Nasrul Abit
Sementara itu, berdasarkan rekomendasi Bawaslu ke KPU, pelaksanaan PSU di Sumbar terdapat di 12 kabupaten dan kota yaitu kota Padang, kota Bukittinggi, kota Payakumbuh, kota Sawahlunto dan kota Solok, kabupaten Solok Selatan, kabupaten Sijunjung, kabupaten Pasaman, kabupaten 50 Kota, kabupaten Agam, kabupaten Kepulauan Mentawai dan kabupaten Padang Pariaman.
Dari 12 kabupaten kota di Sumbar yang melaksanakan PSU, pencoblosan ulang terbanyak di kota Padang. Berdasar rekomendasi Panwaslu kota Padang, PSU di kota Padang sebanyak 46 TPS yang tersebar di enam kecamatan yaitu kecamatan Nanggalo, Kuranji, Padang Timur, Koto Tangah, Lubuk Begalung dan kecamatan Lubuk Kilangan.
PSU di Kecamatan Nanggalo digelar di tiga kelurahan pada 7 TPS, Lubuk Kilangan digelar di enam kelurahan pada 28 TPS.
Kemudian, Kuranji digelar di tiga kelurahan pada 3 TPS, Padang Timur di dua kelurahan pada 5 TPS. Kecamatan Koto Tangah di dua kelurahan pada 2 TPS dan Lubuk Begalung terdapat satu TPS pada satu Kelurahan.
Editor : ranof
Tag :PSU Pemilu di Sumbar Kurang Diminati Pemilih
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERIMA KUNJUNGAN KOMITE IV DPD RI, GUBERNUR MAHYELDI SAMPAIKAN DAMPAK KEBIJAKAN FISKAL PUSAT TERHADAP DAERAH
-
MAHYELDI PAPARKAN PERCEPATAN PERENCANAAN PASCABENCANA KE DPR RI ; SUMBAR BUTUH RP21,4 TRILIUN DARI PUSAT
-
DPRD DAN GUBERNUR SUMBAR SAHKAN RANPERDA KEMUDAHAN BERUSAHA DAN FASILITASI PESANTREN
-
H. ARISAL AZIZ AJAK KADER PAN SUMBAR UNTUK SELALU DEKAT DENGAN RAKYAT
-
KOMISI IV DPR RI APRESIASI POTENSI SUMBAR, SAATNYA SEKTOR UNGGULAN DIANGKAT KE PUSAT
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN