HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Minggu, 8 November 2026

Program Pelatihan UMKM Bank Nagari: Dorong Pelaku Usaha Sumbar Naik Kelas

Bank Nagari Siapkan Strategi Besar Dorong UMKM
Bank Nagari Siapkan Strategi Besar Dorong UMKM

PADANG, (minangsatu) - Bank Nagari bertekad agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat tidak hanya berkutat pada persoalan modal, tetapi juga mampu bertahan dan unggul di tengah ketatnya persaingan usaha. Melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi, hingga perluasan akses pembiayaan, bank kebanggaan masyarakat Sumbar ini menargetkan dorongan yang lebih besar agar UMKM dapat naik kelas, memperluas pasar, dan bersaing di tingkat nasional.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan PT Bank Nagari melalui program Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM yang mengusung tema "Mendorong UMKM Sumatera Barat Naik Kelas melalui Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi". Program ini merupakan bagian integral dari strategi Bank Nagari dalam memperkuat perannya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Barat.

Tidak hanya hadir sebagai lembaga intermediasi keuangan penyedia fasilitas kredit, Bank Nagari berupaya menjadi mitra strategis yang mendampingi pelaku usaha agar memiliki kemampuan manajerial, tata kelola keuangan, serta daya saing yang lebih kuat.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyatakan bahwa UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Sumatera Barat. Sektor ini memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta menjaga aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Oleh karena itu, pengembangannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif.

"UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Sumatera Barat. Oleh karena itu, Bank Nagari ingin hadir lebih dekat dengan para pelaku usaha, bukan hanya sebagai lembaga yang memberikan akses pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi mereka dalam meningkatkan kemampuan mengelola usaha, memperluas pasar, serta mengembangkan produk agar memiliki daya saing yang lebih baik," ujar Gusti Candra

Program pelatihan dan pemberdayaan tersebut telah dilaksanakan di dua daerah, yakni Kota Bukittinggi pada 21 Agustus 2026 di Istana Bung Hatta yang melibatkan 46 peserta, dan Kota Padang pada 19 September 2026 di Auditorium Kantor Gubernur Sumatera Barat dengan 59 peserta.

Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Nagari memperluas jangkauan pembinaan kepada UMKM binaan melalui penguatan kapasitas usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan dunia bisnis saat ini.

Terdapat empat fokus utama dalam program tersebut:

  1. Penguatan pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha.
  2. Peningkatan kemampuan pemasaran digital dan pemanfaatan e-commerce.
  3. Perluasan akses pembiayaan serta layanan perbankan.
  4. Penguatan legalitas, pengembangan produk, dan daya saing usaha.

Dalam aspek pengelolaan keuangan, Bank Nagari mendorong pelaku UMKM untuk menerapkan pencatatan keuangan secara tertib dan terstruktur. Kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis yang sehat.

Dengan pencatatan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat memantau perkembangan omzet, menghitung keuntungan, mengendalikan pengeluaran, serta menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur. Hal ini juga menjadi faktor krusial ketika UMKM ingin mengakses pembiayaan perbankan untuk pengembangan usaha.

Banyak pelaku usaha yang sebenarnya memiliki produk potensial dan pasar yang menjanjikan, namun belum didukung tata kelola keuangan yang memadai. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

Selain literasi keuangan, digitalisasi menjadi perhatian serius Bank Nagari. Perubahan perilaku konsumen yang semakin memanfaatkan platform digital menuntut pelaku UMKM beradaptasi dengan pola pemasaran yang lebih modern.

"Melalui pembinaan ini, pelaku usaha didorong memanfaatkan media sosial, marketplace, serta berbagai platform e-commerce untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada konsumen yang lebih luas. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan promosi, tetapi juga mencakup kemudahan transaksi dan pengelolaan aktivitas usaha," sebutnya.

Pemanfaatan QRIS serta aplikasi Ollin by Bank Nagari menjadi bagian dari edukasi agar pelaku UMKM semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital. Dengan teknologi tersebut, transaksi diharapkan menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien, sekaligus membuka peluang menjangkau konsumen yang lebih luas seiring meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.

Di sisi pembiayaan, Bank Nagari memperkuat sosialisasi mengenai akses permodalan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai layanan pembiayaan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan perbankan.

Akses pembiayaan merupakan faktor penting bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, menambah persediaan bahan baku, membeli peralatan, memperluas pemasaran, hingga mengembangkan inovasi produk. Namun, Bank Nagari menilai penyaluran pembiayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola modal. Dengan demikian, dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis.

Gusti menegaskan, Bank Nagari ingin memastikan dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian akses permodalan.

"Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan, memahami peluang pasar, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan usahanya secara profesional. Dengan demikian, pembiayaan yang diberikan dapat memberikan manfaat optimal dan mendorong usaha mereka tumbuh lebih besar," ujar Dirut.

Penguatan legalitas usaha juga menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan ini. Bank Nagari mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi administrasi dan perizinan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) sesuai dengan jenis produk dan ketentuan yang berlaku.

Legalitas menjadi modal penting bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan kelengkapan perizinan, produk UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk memasuki jaringan pemasaran yang lebih luas.

Di samping itu, pengembangan kualitas produk, kemasan, inovasi, dan strategi pemasaran perlu terus ditingkatkan agar produk lokal Sumatera Barat mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Program pemberdayaan UMKM binaan Bank Nagari ini dilaksanakan bersama Yayasan Rangkang Peduli Nagari (RPN) dalam dua batch dengan melibatkan peserta dari jaringan cabang Bank Nagari.

"Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memperluas jangkauan pembinaan sekaligus memastikan semakin banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) serta komitmen Bank Nagari dalam mendukung penerapan prinsip keuangan berkelanjutan,".

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan sektor perbankan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi lembaga keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor usaha produktif.

"Karena itu, Bank Nagari membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, kalangan akademisi, komunitas UMKM, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan usaha masyarakat," urainya

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program pembinaan yang lebih terarah, mulai dari peningkatan keterampilan manajemen usaha, pendampingan legalitas, penguatan pemasaran digital, hingga perluasan akses pembiayaan.

"Kami meyakini pemberdayaan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas UMKM, serta berbagai pihak lainnya agar pembinaan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat dan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha," harapnya

Klinik UMKM

Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menambahkan bahwa bank tersebut juga telah menghadirkan Klinik UMKM di seluruh kantor cabangnya. Keberadaan fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaku UMKM tetap memperoleh akses informasi, edukasi, dan konsultasi meskipun kegiatan pelatihan telah usai.

"Klinik UMKM menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berdialog, berkonsultasi, serta memperoleh informasi mengenai literasi dan edukasi keuangan. Melalui fasilitas tersebut, pelaku UMKM dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha sekaligus mendapatkan informasi terkait layanan perbankan, peluang pembiayaan, dan pengembangan bisnis," sebut Hafid Dauli

Kehadiran Klinik UMKM di seluruh kantor cabang memperlihatkan upaya Bank Nagari membangun pola pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat. Jaringan kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah menjadi kekuatan tersendiri untuk menjangkau pelaku usaha sesuai karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.

"Dengan demikian, pembinaan UMKM tidak lagi hanya berlangsung melalui kegiatan seremonial atau pelatihan dalam waktu tertentu, melainkan diarahkan menjadi proses pendampingan yang berkesinambungan,".

Hafid Dauli menegaskan, Bank Nagari ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pelaku UMKM.

"Bank Nagari membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami ingin para pelaku UMKM memiliki tempat untuk berdiskusi, mendapatkan informasi, serta memperoleh pendampingan dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, Klinik UMKM yang telah hadir di seluruh kantor cabang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wadah konsultasi dan edukasi bagi pelaku usaha," tegasnya.

Lebih jauh, pemberdayaan UMKM memiliki dampak luas terhadap perekonomian daerah. Ketika sebuah usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga oleh tenaga kerja, pemasok bahan baku, distributor, hingga masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi.

"UMKM yang memiliki tata kelola lebih baik, akses pembiayaan memadai, legalitas lengkap, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi," harapnya.

Bank Nagari berharap program pelatihan, pendampingan, digitalisasi, dan penguatan akses pembiayaan tersebut dapat menjadi penggerak lahirnya UMKM Sumatera Barat yang lebih mandiri, produktif, dan kompetitif.

"Kami ingin UMKM di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang dan Bukittinggi, tidak hanya mampu bertahan dalam menjalankan usahanya, tetapi juga terus tumbuh, berkembang, dan memiliki daya saing hingga tingkat nasional. Bank Nagari siap berkolaborasi dan akan terus hadir mendampingi UMKM agar dapat naik kelas," pungkas Hafid Dauli.


Wartawan : rilis
Editor : boing

Tag :UMKM, Bank Nagari, KUR

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com