- Selasa, 31 Maret 2026
PNM Mekaar Perkuat Literasi, Media Diajak Lawan Hoaks Bersama
PADANG, (minangsatu) - PNM Mekaar menjadi sorotan dalam pertemuan silaturahmi antara pimpinan cabang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Padang dan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat di Padang, Selasa (31/03). Fokus pembahasan mengerucut pada upaya meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait layanan pembiayaan PNM Mekaar serta pentingnya edukasi publik melalui media.
Pimpinan Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, menyebutkan bahwa di Sumatera Barat saat ini terdapat sekitar 400 ribu nasabah aktif PNM Mekaar. Mereka didampingi langsung oleh 1.800 Account Officer (AO) yang bertugas di lapangan. Pendampingan ini menjadi kunci agar pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera, tidak hanya menerima modal usaha, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.
Menurut Hendra, jumlah nasabah tersebut berpotensi terus meningkat seiring aktifnya peran AO dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat nagari dan kelurahan. Skema pendampingan rutin dinilai efektif menjaga kedekatan antara PNM dan nasabah sekaligus memastikan dana pembiayaan digunakan untuk kegiatan produktif.
PNM Mekaar dan Maraknya Pencatutan Nama
Hendra juga menyoroti maraknya praktik pencatutan nama PNM Mekaar oleh pihak tidak bertanggung jawab di ruang digital. Ia mengungkapkan adanya aduan masyarakat yang keliru memahami layanan resmi PNM akibat kemunculan entitas pinjaman ilegal yang menggunakan nama mirip, seperti “MekarOnline”.
Praktik tersebut, kata Hendra, memicu misinformasi dan menimbulkan kesan negatif terhadap PNM Mekaar. Padahal, layanan resmi PNM memiliki mekanisme pendampingan langsung oleh AO dan tidak beroperasi secara daring tanpa tatap muka. Kondisi ini dinilai merugikan reputasi program yang selama ini fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat, Widya Navies, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya peran media dalam menangkal informasi menyesatkan. Ia menilai pemberitaan yang edukatif dan berimbang dapat membantu masyarakat membedakan layanan resmi PNM dengan pinjaman ilegal yang mencatut nama Mekaar.
Widya mendorong agar PNM lebih aktif mempublikasikan informasi yang benar dan positif terkait programnya. Menurutnya, sinergi antara lembaga dan media menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman yang utuh di tengah masyarakat, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berulang.
Diskusi tersebut turut dihadiri jajaran PNM Padang, yakni Manager Credit Recovery Dedek Ismail, Human Capital Development Cabang Ririn, serta PKU Cabang Fikri. Dari unsur PWI hadir Sekretaris Firdaus Abi, Ketua SIWO Syaiful Husein, dan Bendahara SIWO Boing. Pertemuan santai di sebuah kafe di Kota Padang itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi edukasi publik mengenai PNM Mekaar.
Editor : boing
Tag :PNM Mekaar, PNM Padang, PWI Sumbar, pembiayaan ultra mikro, perempuan prasejahtera, literasi keuangan, hoaks pinjaman online, edukasi masyarakat
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KOPI YANG MENYEDUH HARAPAN BARU DI TENGAH RAMAINYA PELUANG USAHA
-
BANK NAGARI PERKUAT INTEGRITAS LEWAT SELF ASSESSMENT IEPK
-
MENGALIRKAN ENERGI, MENGUATKAN NEGERI: DIREKTUR DISTRIBUSI PLN DENGARKAN ASPIRASI HINGGA PELOSOK
-
BGN DORONG PEMULIHAN EKONOMI PASCABENCANA LEWAT PROGRAM MBG DI SUMBAR
-
BANK NAGARI CETAK PRESTASI, GUSTI CANDRA RAIH LEADERSHIP AWARD 2026
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG