- Rabu, 22 April 2026
Bank Nagari Perkuat Integritas Lewat Self Assessment IEPK
Padang,(minangsatu) - Bank Nagari kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan melalui pelaksanaan Self Assessment Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi atau IEPK bersama BPKP Perwakilan Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan sistem pengendalian internal berjalan baik, terukur, dan mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih serta berintegritas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Bank Nagari, Padang. Seluruh Direksi Bank Nagari hadir dalam agenda ini. Dari pihak BPKP Sumatera Barat, kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Arif Ardiyanto, Korwas Kelompok JFA Bidang Investigasi Dheny Purnomo, Korwas Kelompok JFA Bidang Akuntan Negara Deni Erwanto, serta Tim Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi.
Pelaksanaan Self Assessment IEPK ini bukan sekadar agenda administratif. Kegiatan ini menunjukkan upaya Bank Nagari untuk menilai secara mandiri sejauh mana sistem pengendalian korupsi di lingkungan perusahaan telah berjalan efektif. Penilaian seperti ini penting karena memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan area yang masih perlu diperbaiki dalam pengendalian internal perusahaan.
Dalam dunia perbankan, kepercayaan adalah fondasi utama. Karena itu, penguatan tata kelola perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan untuk menjaga kredibilitas lembaga di mata nasabah dan masyarakat. Langkah Bank Nagari melakukan Self Assessment IEPK bersama BPKP Sumatera Barat menunjukkan adanya keseriusan untuk memastikan setiap proses bisnis berjalan dalam koridor transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis bagi perusahaan. Menurutnya, Self Assessment IEPK menjadi bagian dari komitmen Bank Nagari untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan memperkuat sistem pengendalian internal di seluruh lini kerja.
Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh proses bisnis di Bank Nagari berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian korupsi bukan hanya dilihat sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai bagian dari budaya kerja yang harus dibangun secara konsisten di dalam organisasi.
Gusti Candra juga menekankan bahwa kepercayaan nasabah dan masyarakat merupakan aset utama bagi Bank Nagari. Karena itu, penguatan sistem pengendalian korupsi dinilai sebagai kebutuhan yang sangat penting. Bagi perusahaan, menjaga kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan memberikan layanan, tetapi juga harus dibuktikan melalui praktik kerja yang bersih, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bank Nagari Dorong Pengendalian Korupsi yang Lebih Efektif
Self Assessment IEPK menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengukur efektivitas sistem yang telah dijalankan. Dari proses ini, perusahaan dapat mengetahui apakah mekanisme pengendalian yang ada sudah memadai dalam mencegah praktik korupsi, sekaligus mendukung penerapan prinsip Good Corporate Governance atau GCG secara optimal.
Kehadiran BPKP Sumatera Barat dalam kegiatan ini juga memberi nilai penting. Sebagai pihak yang memiliki peran dalam pengawasan dan pembinaan, BPKP dapat memberikan pendampingan serta asistensi agar proses penilaian berjalan lebih terarah. Dengan demikian, hasil dari self assessment tidak berhenti sebagai dokumen internal, tetapi dapat menjadi dasar untuk penguatan sistem secara nyata.
Bagi Bank Nagari, pelaksanaan penilaian ini memiliki arti yang luas. Selain memperkuat kontrol internal, kegiatan ini juga membantu perusahaan membangun budaya organisasi yang sehat. Lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi akan memberi dampak positif terhadap kualitas keputusan, efektivitas operasional, dan keberlanjutan kinerja perusahaan.
Langkah seperti ini juga memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola bukan hanya urusan pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di dalam perusahaan. Kehadiran seluruh Direksi Bank Nagari dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa komitmen terhadap integritas dibangun dari tingkat pimpinan tertinggi. Ini penting karena budaya kerja yang baik biasanya tumbuh dari contoh yang diberikan oleh pemimpin organisasi.
Melalui kegiatan Self Assessment IEPK ini, Bank Nagari berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengendalian internal di lingkungan perusahaan. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan sistem kerja yang semakin terpercaya dan mendukung kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Di tengah tuntutan tata kelola yang semakin ketat, langkah Bank Nagari bersama BPKP Sumatera Barat menjadi sinyal bahwa penguatan integritas tidak boleh ditunda. Perusahaan yang ingin tetap dipercaya harus mampu membangun sistem yang mencegah risiko sejak awal, bukan hanya menanganinya ketika masalah sudah terjadi.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Bank Nagari menunjukkan arah yang jelas dalam memperkuat integritas organisasi. Fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan budaya kerja yang bersih menjadi fondasi penting agar perusahaan dapat terus tumbuh sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa tata kelola yang baik bukan hanya nilai tambahan, tetapi kebutuhan utama dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.
Editor : boing
Tag :Bank Nagari, IEPK, BPKP Sumatera Barat, tata kelola perusahaan, pengendalian internal, pencegahan korupsi, GCG, Gusti Candra, perbankan daerah, Padang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENGALIRKAN ENERGI, MENGUATKAN NEGERI: DIREKTUR DISTRIBUSI PLN DENGARKAN ASPIRASI HINGGA PELOSOK
-
BGN DORONG PEMULIHAN EKONOMI PASCABENCANA LEWAT PROGRAM MBG DI SUMBAR
-
BANK NAGARI CETAK PRESTASI, GUSTI CANDRA RAIH LEADERSHIP AWARD 2026
-
BANK NAGARI SALURKAN SEMBAKO, HANGATKAN HUT KE-64 DENGAN AKSI NYATA
-
BANK NAGARI KEMBALI DIPERCAYA, RP160 MILIAR DANA BSPS DISALURKAN UNTUK RIBUAN RUMAH DI SUMBAR
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA