HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 23 Februari 2020
Perkuat Eksistensi Minangkabau, FMM Bakal Gelar Seminar Membahas RUU MHA
Alahan Panjang (Minangsatu) - Lanjutan diskusi Whats App Grup (WAG) Forum Minang Maimbau (FMM), Minggu (23/2), yang dipandu Admin Grup Firdaus HB, antara lain menyimpulkan akar segera dilakukan seminar atau Focus Group Discussion (FGD) untuk membahaa Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA) yang dinilai sejumlah pasal berpotensi memusnahkan Minangkabau.
Usulan itu antara lain diapungkan Chairul Umaiya,"Ini penting menjadi agenda FMM. Dan harus segera dilakukan seminar atau minimal FGD," katanya.
Prof Fasli Jalal mendukung penuh dilakukannya pembahasan RUU MHA tersebut,"Kalau perlu dilakukan secara berjenjang, dan dilanjutkan di tingkat nasional dengan melibatkan etnis lainnya di nusantara," ujar Rektor Universitas Yarsi ini.
Tak hanya itu, Fasli Jalal pun mendorong pemberdayaan pemangku adat. "Caranya, dikolaborasikan akademisi dengan pemangku adat untuk menyiapkan kurikulum buat pemberdayaan pemangku adat dan masyarakat," ujarnya sambil menyebut model pelatihan in (dalam kelas) dan on (dalam praktik di suku dan nagarinya).
Sejalan dengan itu, Bakal Calon Gubernur Sumbar Mulyadi, yang bergabung dalam diskusi lanjutan, Minggu pagi itu, mendorong adanya pilot projek nagari percontohan untuk menerapkan kurikulum tersebut. "Nanti bila implementasi itu berhasil, baru bisa didorong untuk dicontoh nagari lain," ungkap Mulyadi.
Mulyadi juga menegaskan persoalan sosial budaya, termasuk adat juga penting. "Ada banyak persoalan ekonomi, tetapi persoalan sosial juga penting untuk diurus," kata Mulyadi.
Sedangkan Fahmi Idris melihat perlu adanya rumusan, bagaimana membawa Minangkabau pada alam modern dan internasional. Dia pun menegaskan, sebaiknya gelar Datuk itu diserahkan ppada orang yang di kampung, jangan yang dirantau.
Sedangkan Jasrizal, Angku Dt Prapatieh Nan Sabatang yang ikut hadir pada acara itu meluruskan tentang pengertian adat salingka nagari bukanlah nagari teritorial seperti saat ini,"Tetapi adalah nagari awal, ketika itu baru ada satu nagari," ujarnya.
Editor : sc.astra
Tag :#fmm #alahanpanjang #diskusisumbarkedepan #vilakayuputih
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
LEWAT SAFARI RAMADAN, SEMEN PADANG SALURKAN RP22,5 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MDA DAN PENGEMBANGAN MASJID DI SOLOK–PADANG
-
SAFARI RAMADAN SIG DI PT SEMEN PADANG: “CAHAYA RAMADAN, HARMONI KEBERSAMAAN”
-
BERKAH DAUN RAMADHAN FEST 2026 BAGI MASYARAKAT SUMBAR
-
RAFFI AHMAD SALURKAN BANTUAN MUSISI HEAL SUMATRA DIDAMPINGI WAGUB SUMBAR VASKO, KEPADA WARGA TERDAMPAK BENCANA
-
PEMERINTAH MULAI MELAKUKAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN TERDAMPAK BENCANA DI SUMBAR
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN