- Senin, 23 Februari 2026
Perjuangan Mohammad Hatta Dari Bukittinggi Hingga Proklamasi Kemerdekaan
Perjuangan Mohammad Hatta dari Bukittinggi hingga Proklamasi Kemerdekaan
Oleh: Avina Amanda
Rumah kelahiran Mohammad Hatta di Jalan Soekarno-Hatta, Bukittinggi, masih berdiri dan menjadi salah satu tujuan sejarah di kota itu. Dari kota kecil di dataran tinggi Minangkabau inilah jejak awal Perjuangan Mohammad Hatta dari Bukittinggi bermula sebelum namanya dikenal sebagai Proklamator Republik Indonesia.
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902. Ia tumbuh di lingkungan keluarga Minangkabau yang kuat memegang tradisi pendidikan dan agama. Sejak kecil, Hatta dikenal tekun belajar dan menunjukkan minat besar pada bacaan serta isu-isu pergerakan.
Pendidikan dan Awal Kesadaran Politik
Hatta menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS) di Bukittinggi, kemudian melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang. Setelah itu, ia berangkat ke Batavia untuk belajar di Prins Hendrik School.
Pada 1921, Hatta melanjutkan studi ke Belanda dan masuk Handels Hogeschool di Rotterdam. Di negeri inilah kesadaran politiknya berkembang pesat. Ia aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia dan kemudian menjadi ketuanya. Organisasi ini memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur diplomasi dan propaganda internasional.
Aktivitas politiknya membuat Hatta ditangkap pemerintah kolonial Belanda pada 1927. Ia diadili di Den Haag, namun dalam pledoi yang dikenal dengan judul “Indonesia Vrij”, Hatta membela gagasan kemerdekaan dengan argumentasi yang sistematis. Ia akhirnya dibebaskan.
Pembuangan dan Konsistensi Perjuangan
Sekembalinya ke tanah air, perjuangan Mohammad Hatta berlanjut. Pada 1934, ia bersama Sutan Sjahrir ditangkap pemerintah Hindia Belanda dan diasingkan ke Boven Digoel, lalu dipindahkan ke Banda Neira. Masa pembuangan itu berlangsung hingga pendudukan Jepang pada 1942.
Meski berada dalam pengawasan, Hatta tetap aktif berdiskusi dan mendidik generasi muda. Ia dikenal konsisten memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur politik yang terorganisasi dan terukur.
Pada 17 Agustus 1945, Hatta bersama Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Sehari kemudian, ia ditetapkan sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Warisan Pemikiran dan Integritas
Perjuangan Mohammad Hatta dari Bukittinggi tidak hanya berhenti pada momen proklamasi. Setelah kemerdekaan, ia dikenal sebagai tokoh yang menekankan pentingnya demokrasi, konstitusi, dan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Hatta juga dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena komitmennya terhadap ekonomi berbasis kebersamaan.
Ia mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden pada 1956, namun tetap aktif menyampaikan gagasan melalui tulisan dan ceramah. Hingga akhir hayatnya pada 14 Maret 1980, Hatta dikenal sebagai tokoh yang menjaga integritas dan prinsip dalam kehidupan politik.
Dari Bukittinggi, perjalanan panjang itu dimulai. Rumah kelahirannya kini menjadi pengingat bahwa dari kota kecil di Sumatera Barat, lahir seorang tokoh yang ikut menentukan arah sejarah bangsa.
Editor : melatisan
Tag :Perjuangan, Mohammad Hatta, Bukittinggi, Proklamasi Kemerdekaan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENGENAL PEMANFAATAN BAMBU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
MENGENAL PERKEMBANGAN USAHA KULINER MINANGKABAU DI DAERAH RANTAU
-
MENGENAL PERAN NAGARI DALAM PEMERINTAHAN ADAT MINANGKABAU HINGGA MASA KINI
-
MENGENAL TRADISI LISAN PANTANGAN DAN PETUAH ORANG TUA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
MENGENAL SENI UKIR MINANGKABAU DAN MAKNA RAGAM HIAS PADA RUMAH GADANG
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN