HOME VIRAL UNIK

  • Senin, 23 Februari 2026

Peran Surau Dalam Pendidikan Tradisional Minangkabau, Dari Mengaji Hingga Membentuk Karakter Pemuda

Peran Surau dalam Pendidikan Tradisional Minangkabau
Peran Surau dalam Pendidikan Tradisional Minangkabau

Peran Surau dalam Pendidikan Tradisional Minangkabau, Dari Mengaji hingga Membentuk Karakter Pemuda

Oleh: Ari Yuliasril


Di sejumlah nagari di Sumatera Barat, bangunan surau tua masih berdiri tidak jauh dari rumah gadang dan masjid nagari. Di tempat inilah dulu anak-anak laki-laki Minangkabau menghabiskan malamnya untuk belajar mengaji dan menimba ilmu. Peran surau dalam pendidikan tradisional Minangkabau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda.

Dalam catatan sejarah sosial Minangkabau, surau menjadi institusi penting jauh sebelum sistem sekolah modern berkembang. Ia hadir sebagai ruang belajar agama, tempat bermalam pemuda, sekaligus wadah pembinaan adat dan kehidupan bermasyarakat.

Surau sebagai Pusat Pendidikan Agama

Sejak Islam berkembang di Minangkabau sekitar abad ke-16, surau tumbuh sebagai pusat pengajaran agama di tingkat nagari. Di sinilah anak-anak dan remaja laki-laki belajar membaca Al-Qur’an, memahami dasar-dasar fikih, tauhid, dan tasawuf.

Dalam tradisi pendidikan klasik Minangkabau, seorang guru atau tuanku memimpin pengajian di surau. Murid-murid duduk melingkar mempelajari kitab-kitab keislaman yang ditulis dalam bahasa Arab maupun Arab-Melayu. Sistem pengajarannya berlangsung secara halaqah dan berjenjang, tergantung kemampuan murid.

Beberapa surau besar bahkan berkembang menjadi pusat pendidikan agama yang melahirkan ulama berpengaruh. Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, sejumlah tokoh pembaru Islam Minangkabau juga berangkat dari tradisi pendidikan surau.

Tempat Tinggal dan Pembinaan Pemuda

Peran surau dalam pendidikan tradisional Minangkabau tidak berhenti pada aspek keagamaan. Dalam sistem matrilineal Minangkabau, anak laki-laki tidak lagi tidur di rumah gadang ketika beranjak remaja. Mereka bermalam di surau sebagai bagian dari proses pendewasaan.

Di surau, para pemuda belajar hidup mandiri, disiplin, dan berinteraksi dengan sesama. Mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga menerima nasihat adat dari ninik mamak atau tokoh masyarakat yang datang memberi petuah.

Surau menjadi ruang sosial tempat nilai adat dan syarak dipertemukan dalam praktik sehari-hari. Pendidikan karakter berlangsung melalui kebiasaan, bukan sekadar teori.

Perubahan di Era Modern

Memasuki abad ke-20, terutama setelah sistem pendidikan sekolah diperkenalkan pemerintah kolonial dan kemudian berkembang pascakemerdekaan, fungsi surau mulai mengalami pergeseran. Peran pendidikan formal beralih ke sekolah-sekolah yang terstruktur dengan kurikulum modern.

Meski demikian, di banyak nagari, surau tetap bertahan sebagai tempat belajar mengaji dan kegiatan keagamaan. Beberapa surau tua masih aktif menyelenggarakan pengajian rutin, terutama pada bulan Ramadan.

Peran surau dalam pendidikan tradisional Minangkabau memang tidak lagi dominan seperti masa lalu. Namun jejaknya tetap terlihat dalam struktur sosial masyarakat. Surau pernah menjadi ruang penting yang membentuk generasi Minangkabau, bukan hanya dalam ilmu agama, tetapi juga dalam cara hidup dan bersikap di tengah komunitasnya.


Wartawan : Ari Yuliasril
Editor : melatisan

Tag :Peran Surau, Pendidikan, Tradisional Minangkabau, Mengaji, Membentuk, Karakter Pemuda

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com