HOME PARIWISATA KOTA SOLOK

  • Rabu, 15 Juli 2020
Pengembangan Bunga Krisan Di Objek Wisata Batu Patah Dapat Perhatian Kementan
Walikota Zul Elfian bersama Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman ketika meninjau Objek wisata Batu Patah

Solok (Minangsatu) - Walikota Solok Zul Elfian sangat bersyukur pengembangan bunga krisan di Objek Wisata Batu Patah Payo mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan untuk mendorong pengembangan bunga krisan itu, Kementan mengalokasikan dana Rp 500 Juta buat membangun empat unit Green House.

"Pemerintah Kota Solok optomis kawasan Payo akan menjadi primadona nantinya, sebab arah pembangunan sudah mengarah ke Payo, " ujar Zul Elfian menjawab Minangsatu di sela-sela kunjungan Liferdi Lukman Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian ke Payo ,Selasa (14/7).

Pada kunjungan ke Payo itu, Walikota didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jefrizal,S.Pt,MT, Kepala Dinas Pertanian Ir. Ikhvan Maroza, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Dedi Asmar serta Kepala Bidang Pertamanan Zulkifli.

Ia mengakui untuk kawasan Payo kini sudah mulai "tacelak" bahkan masyarakat luar daerah sudah mengenal Payo dengan bunga Krisannya. Bila siap empat Green House kan silih berganti bunga Krisan berbunga,  Jadi pengunjung puas, sementara khusus untuk menjual bunga krisan juga tersedia, "tukuk Zul Elfian serta pengembangan durian seluas 50 Hektar  dengan bibit durian 5000 batang pada tahun 2020.

Sementara Liferdi Lukman Direktur Buah dan Florikultura sangat terpesona melihat keindahan alam Kawasan Payo , juga mengakui kunjungannya berkaitan dengan rencana program pengembangan buah durian di Kota Solok dan pengembangan kawasan Agrowisata Payo.

Menurut Liferdi, kondisi pandemi Covid-19 ini mengharuskan pelaku usaha florikultura untuk lebih kreatif dalam melakukan inovasi. Sesuai arahan Menteri Pertanian meminta seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mendorong inovasi di bidang pertanian.

Liferdi mengapresiasi hal yang dilakukan oleh petani krisan di Kota Solok. Mereka mensiasati pemasaran bunga krisan dengan tetap mematuhi aturan social distancing. 

"Penjualan dilakukan melalui media sosial secara online dan door to door ke rumah warga. Mereka melayani pemesanan krisan dengan sistem pesan antar, sehingga warga tidak perlu keluar rumah untuk membeli tanaman krisan," ujarnya.


Wartawan : Zul Nazar
Editor : sc.astra

Tag :#BungaKrisan #ObjekWisataBatuPatah #Payo #Kementa