HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov Sumbar Targetkan Himpun 1 Ton Rendang Untuk Korban Bencana NTT
Pemprov Sumbar Targetkan Himpun 1 Ton Rendang Untuk Korban Bencana NTT
Padang (Minangsatu) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menghimpun bantuan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dikumpulkan berupa makanan siap saji, yakni rendang.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan penghimpunan bantuan tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir dan saat ini masih terus berlangsung. Setelah jumlahnya dinilai mencukupi, bantuan akan segera dikirimkan ke daerah terdampak bencana di NTT.
“Kita masih dalam proses penghimpunan. Setelah terkumpul cukup banyak, baru akan kita kirim ke daerah terdampak bencana di NTT. Insya Allah dalam waktu dekat segera kita kirim. Target kita, bantuan ini bisa terkumpul minimal satu ton,” ujar Gubernur Mahyeldi di Padang, Kamis (20/8/2026).
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar ditunjuk sebagai leading sector dalam proses penghimpunan dan penyaluran bantuan tersebut.
“Bapak Gubernur telah menunjuk BPBD sebagai leading sector dalam penghimpunan bantuan untuk korban terdampak bencana di NTT. Saat ini proses penghimpunan masih berlangsung dan jumlah sementara sudah mencapai ratusan kilogram dari target satu ton,” jelas Medi.
Selain menghimpun bantuan dari ASN, Pemprov Sumbar juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum maupun pihak lain yang ingin ikut berkontribusi. Donasi rendang dapat disalurkan melalui posko penghimpunan di Kantor BPBD Provinsi Sumbar untuk selanjutnya didistribusikan bersama bantuan Pemprov Sumbar.
“Kami menyambut baik dan dengan senang hati akan membantu menyalurkan donasi dari masyarakat. Imbauan Pak Gubernur untuk berdonasi tidak hanya ditujukan kepada ASN, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum,” ungkapnya.
Medi mengatakan, semangat untuk membantu masyarakat NTT juga dilandasi pengalaman Sumbar ketika menghadapi bencana beberapa waktu lalu. Saat itu, bencana tidak hanya berdampak terhadap infrastruktur, tetapi juga menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dukungan dari para donatur saat Sumbar dilanda bencana sangat membantu meringankan beban masyarakat. Karena itu, ketika daerah lain mengalami musibah, sudah sepatutnya kita juga hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” katanya.
Menurut Medi, rendang dipilih sebagai bentuk bantuan karena memiliki sejumlah keunggulan untuk kondisi kebencanaan. Selain merupakan makanan khas Sumbar, rendang dapat langsung dikonsumsi tanpa memerlukan proses pengolahan yang rumit serta relatif tahan lama.
“Masyarakat yang terdampak bencana pasti berada dalam kondisi serba terbatas, baik dari sisi logistik maupun peralatan memasak. Itu salah satu alasan kenapa rendang yang kita pilih sebagai bentuk bantuan. Selain bisa langsung dikonsumsi, rendang juga tahan lama dan merupakan makanan khas kita di Minangkabau,” jelasnya.
Pemprov Sumbar berharap bantuan tersebut dapat segera mencapai masyarakat terdampak di NTT dan menjadi wujud solidaritas serta kepedulian masyarakat Sumbar terhadap sesama yang tengah menghadapi musibah.
Editor : ranof
Tag :#Bantuan Rendang untuk NTT #Pemprov Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI DAN KOTA PADANG, PT SEMEN PADANG SUMBANGKAN 326 KANTONG DARAH KE PMI
-
PENGURUS DAERAH PPRRI PADANG DIKUKUHKAN, HERANOF FIRDAUS, KEMBALI PIMPIN UNTUK PERIODE 2026-2031
-
RAKOR PERPUSTAKAAN SUMBAR 2026: KEGEMARAN MEMBACA SUMBAR DI ATAS RATA-RATA NASIONAL 54,8, TAPI MASIH KATEGORI RENDAH
-
DI SUMBAR TIDAK BOLEH NARKOBA BERKEMBANG, TAPI FAKTANYA TETAP ADA, GUBERNUR SERUKAN SELAMATKAN GENERASI MUDA
-
DIRJEN POLPUM KEMENDAGRI: SUMATERA BARAT BERPOTENSI MENJADI MODEL NASIONAL PENCEGAHAN KONFLIK BERBASIS SEKOLAH
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG