HOME BIROKRASI KABUPATEN PESISIR SELATAN
- Sabtu, 30 Mei 2020
Pemkab Pessel Mulai Buka Pasar, Tempat Ibadah & Sekolah
Painan (Minangsatu) - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III akan dijalani masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) dengan pengurangan sejumlah pembatasan aktifitas di bebagai fasilitas umum.
"Pada masa PSBB yang dimulai 30 Mei hingga 7 Juni, pembatasan sejumlah aktifitas dilonggarkan seperti, pariwisata, pasar, rumah ibadah dan sekolah," ujar Rinaldi, Kabag Humas Setdakab Pessel.
Dibukanya fasilitas umum merupakan rangkaian kegiatan untuk mematangkan pelaksanaan new normal atau tatanan kehidupan baru dalam mencegah infeksi COVID-19 di daerah setempat.
"Pelaksanaan PSBB tahap tiga bagi Pesisir Selatan dijadikan sebagai persiapan menuju tatanan normal baru atau New ,Normal.
Kami jadikan PSBB tahap tiga sebagai masa transisi menuju New normal," sebutnya.
Kendati demikian pengecekan kendaraan dan orang yang masuk ke daerah Pesisir Selatan akan semakin ketat di perbatasan daerah setempat baik dengan Kota Padang, Provinsi Bengkulu dan juga Jambi.
Pengecekan di perbatasan akan dilakukan lebih ketat sehingga infeksi COVID-19 di Pesisir Selatan benar-benar bisa ditekan.
Selain itu tracking dan uji sampel swab terhadap orang-orang yang diduga kontak erat dengan pasien COVID-19 juga akan dimaksimalkan.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 360/277/Kpts/ BPT-PS/2020, tentang Pedoman Pemberlakuan Perpanjangan PSBB Menuju Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19 dijelaskan pelaksanaan ibadah shalat fardhu dan shalat Jumat boleh dilakukan di Masjid/Musholla/Surau dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diantaranya; pengurus menyediakan tempat cuci tangan dan jamaah wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
Sedangkan aktifitas di sekolah dimulai
tanggal 2 juni, namun 2 Juni tersebut khusus bagi guru, sedangkan pembelajaran di sekolah dimulai pada tanggal 13 Juli 2020 (tahun pelajaran baru).
Aktifitas di sekolah dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut, menerapkan sistem dua shift
pembelajaran serta mengurangi jam tatap muka, baik guru maupun murid seluruhnya wajib menggunakan masker, serta menjaga jarak.
Selanjutnya setiap hari dilaksanakan pemeriksaan kesehatan serta menyarankan siswa membawa bekal makanan dari rumah.
Bagi guru yang berasal dari daerah terjangkit untuk sementara
bekerja di rumah dengan tugas lain yang disiapkan pihak sekolah.
Dalam pelaksanaan PSBB aktifitas pasar juga diatur sesuai protokol Covulid 19 diantara yang diatur adalah pedagang dan pengunjung memastikan berada dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke pasar.
Bagi pedagang dan pengunjung wajib menggunakan masker dan sarung
tangan serta menerapkan pola hidup bersih yaitu mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin atau menggunakan
handsanitizer pada keadaan tertentu.
Terakhir pedagang dan pengunjung harus menjaga jarak fisik dan menghindari sentuhan langsung antara pedagang maupun pembeli.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hendrajoni, menginstruksikan agar kepala perangkat daerah, camat dan wali nagari serta pihak terkait lainnya melakukan sosialisasi dan pengawasan agar aktifitas di tempat umum tersebut benar benar berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan covid 19.
Selain itu, kedisiplinan masyarakat di berbagai fasilitas umum tersebut juga akan diawasi petugas seperti anggota TNI, Polri dan Sat Pol PP.
Editor : sc.astra
Tag :#pessel #psbb3
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERTAMA DI SUMBAR, BAWASLU PESISIR SELATAN LUNCURKAN MAJALAH DIGITAL SUARA PENGAWASAN
-
DORONG SEKTOR INDUSTRI MAKIN PRODUKTIF, PLN SUKSES NYALAKAN DAYA 555.000 VA PT INCASI RAYA SODETAN POM
-
KASEK BAWASLU SUMATERA BARAT, RINALDI AULIA: GOOD GOVERNANCE TERWUJUD MELALUI REFORMASI BIROKRASI YANG BERSIH DAN PRIMA
-
AMBIL MOMENTUM MUHARRAM, BAWASLU SUMATERA BARAT LAUNCHING P2P 2026 DI PESISIR SELATAN
-
PERKUAT SDM PENGAWASAN PEMILU, 3 STAF SEKRETARIAT BAWASLU PESISIR SELATAN RESMI DILANTIK SEBAGAI PNS FUNGSIONAL