HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Rabu, 24 November 2021
Panpel Tugu Alquran Alumni SMP A-81 Bubar
Pd. Panjang (Minangsatu) - Usai penyerahan Tugu Alqur'an dari perwakilan alumni SMP A-81 ke Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, Sabtu lalu, di komplek Islamic Centre, panitia alumni SMP A-81, Senen malam kemaren, dibubarkan setelah menyampaikan laporan kegiatan kepada sesama alumni.
Ketua ulumni SMP A-81, Zulmawi Munir mengatakan, meski sifat laporan hanya untuk sebatas internal sesama alumni. "Tetapi, untuk kebersamaan semua kegiatan harus kita sampaikan dalam forum supaya harmonisasi hubungan silaturrahmi antar sesama alumni tetap terjaga," ujar Zulmawi.
"Untuk lebih transparannya, hasil pertemuan pembubaran panpel Tugu Alquran ini juga akan kita sampaikan nantinya pada teman teman alumni berdomisili di Jakarta dan Yokyakarta," tambahnya.
Sekretaris alumni SMP A-81, Puji Priyanto menambahkan, alhamdulillah proses pelaksanaan serahterima sumbangan alumni berupa Tugu Alqur'an dengan Wako berjalan lancar. Kalau pun ada perbedaan antar sesama alumni dilapangan, itu lumrah.
"Ndak ado gadiang nan tak ratak ", tukuk Wakil Kepsek SMK 3 Pelayaran Kota Pariaman ini.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANK NAGARI PADANG PANJANG SALURKAN DANA KURBAN RP33 JUTA KEPADA BPIC
-
KETUA TP-PKK PADANG PANJANG MONITOR DAPUR MBG DEMI KEAMANAN PANGAN ANAK
-
PENGADILAN NEGERI TINGKATKAN MITIGASI BENCANA BERSAMA DAMKAR
-
WAWAKO ALLEX SAPUTRA LANTIK, PENGURUS BARU KARANG TARUNA
-
WAKO HENDRI ARNIS BERSAMA KAKANWIL DITJENPAS SUMBAR LEPAS BIBIT IKAN
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG