HOME OLAHRAGA KOTA PADANG PANJANG

  • Jumat, 16 Januari 2026

Owner DBox Arena:Ini Wujud Kepedulian Saya Terhadap Kampung Halaman

Riki Ken Saputra (paling kiri) saat meninjau progress pembangunan DBox Arena bersama PJ Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra pada Mei 2024 (Foto: ig dbox arena)
Riki Ken Saputra (paling kiri) saat meninjau progress pembangunan DBox Arena bersama PJ Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra pada Mei 2024 (Foto: ig dbox arena)

Owner DBox Arena:Ini Wujud Kepedulian Saya Terhadap Kampung Halaman

Padang Panjang (Minangsatu)
- Owner DBox Arena Padang Panjang Riki Saputra menyebut inisiasinya mendirikan DBox Arena di Kota Padang Panjang adalah wujud kepeduliannya kepada kampung halaman.

"Saya, Riki Saputra, putra asli Padang Panjang Batipuah X Koto, menegaskan bahwa niat membangun DBox Arena sejak awal bukan kepentingan bisnis semata, melainkan wujud kepedulian untuk menghadirkan sarana olahraga yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat kampung halaman," tulisnya dalam press rilisnya, Senin (12/01/2026).

Disebutkan Ken, panggilan akrab Riki, gagasan pendirian DBox berangkat dari pengalaman membina Sekolah Sepak Bola (SSB) di Lapangan Anas Karim yang kerap terkendala pemanfaatan lapangan.

"Di awal perjalanan, saya membina SSB yang latihannya di Lapangan Kantin. Sejalan dengan komitmen pemerintah daerah menjadikan Padang Panjang sebagai kota ramah investasi, saya kemudian berkomunikasi dengan Wali Kota saat itu, Fadly Amran, dan Sekda Sonny Budaya Putra," jelasnya.

"Termasuk saat itu kami menjajaki opsi pemanfaatan lantai 3 Pasar Induk Padang Panjang. Namun, karena pertimbangan biaya sewa dan konstruksi yang tinggi, rencana tersebut tidak dilanjutkan," tegas Ken.

Dijelaskannya, Lokasi DBox Arena saat ini merupakan lahan yang ditawarkan oleh ninik mamak setempat, lahan yang dinilai tidak lagi produktif untuk pertanian.

"Sebelum pembangunan dimulai, lokasi ini telah ditinjau oleh unsur pemerintah daerah, OPD teknis, dan pihak terkait lainnya. Tidak ada peringatan atau larangan yang disampaikan kepada pihak kami pada saat itu," bebernya.

Ken juga mengklatifikasi bahwasanya DBox Arena telah beroperasi hampir satu tahun dan memberikan manfaat nyata, seperti menyediakan ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan generasi muda, membuka 35 lapangan pekerjaan, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

"Namun menjelang launching penuh pada pertengahan Januari 2026, kami menerima Surat Peringatan (SP) yang menimbulkan pertanyaan dan kegelisahan," keluh Ken.

Menyikapi polemik yang dihadapi DBox Arena, salah seorang ulama dan tokoh masyarakat Kota Padang Panjang, Buya Hamidi menilai kehadiran DBox Arena membawa maslahat bagi umat.

“Dalam adat dan agama, sesuatu yang membawa kebaikan hendaknya dijaga. Kalau ada persoalan administrasi, selesaikan dengan musyawarah,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Doris, salah seorang tokoh pemuda di Padang Panjang. Ia menilai DBox Arena dipandang sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda.

"Ini tempat anak-anak muda menyalurkan energi secara positif. Yang kami sesalkan, kenapa peringatan tidak disampaikan sejak awal,” katanya.

Pandangan yang lebih tegas disampaikan oleh E.Bagindo Sinaro seorang ninik mamak setempat, yang menilai DBox Arena sebagai investasi sosial jangka panjang.

“Ini bukan hanya lapangan bola. Ini tempat anak-anak, pemuda, dan masyarakat berkumpul dalam kegiatan yang baik,” tuturnya.

"Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kok salah ditunjukkan, kok kusuik disalasaikan," jelas Sinaro.

Menurutnya, jika memang ada kekeliruan, seharusnya disampaikan sejak awal dan diselesaikan dengan jalan musyawarah, bukan setelah usaha berjalan. Pepatah adat lain yang disampaikan menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan.

"Bajalan luruih, bakato bana; nan bana dipakai, nan salah dibuang.”Artinya, kebijakan hendaknya dijalankan dengan lurus dan jujur, agar tidak melukai pihak yang berniat baik," ulasnya.

Diujung press rilisnya, Riki 'Ken' Saputra kembali menegaskan bahwa hak jawab dan keterangan resmi yang dirilisnya tidak bermaksud untuk menjustifikasi pihak tertentu.

"Dalam hal ini kami tidak menyalahkan pihak mana pun. Harapan kami sederhana, kejelasan, komunikasi terbuka, dan solusi yang adil, agar investasi yang telah berjalan dapat terus memberi manfaat tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku," harapnya.

"Elok kampuang dek nan punyo, elok nagari dek panghulu. Kemajuan daerah lahir dari kebijaksanaan para pemimpinnya dalam menjaga amanah dan kepercayaan," pungkas Ken.


Wartawan : Redaksi
Editor : melatisan

Tag :Riki 'Ken' Saputra, meninjau, progress pembangunan, DBox Arena, PJ Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, Foto: ig dbox arena)

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com