HOME VIRAL UNIK

  • Jumat, 22 Mei 2026

Nilai-Nilai Kehidupan Dalam Kaba Rancak Di Labuah

Penulis: Sherlyn Syafira
Penulis: Sherlyn Syafira

Nilai-Nilai Kehidupan dalam Kaba Rancak di Labuah

Oleh: Sherlyn Syafira

(Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, prodi Sastra Minangkabau, Universitas Andalas)

Kaba rancak dilabuah adalah ciptaan dari Dt. Panduko Alam. Kaba ini menceritakan seorang anak laki-laki yang memiliki sifat pemalas, tidak sopan, dan hidup tidak tau diuntung, karena itulah ia diberi gelar Rancak di Labuah. Namun, karena dinasehati oleh ibunya yaitu Siti Juhari ia berubah menjadi seorang lelaki yang tidak pemalas, memiliki sopan santun, anak yang sholeh, dan menjadi yang lebih baik. Dalam kaba ini terdapat nilai-nilai kehidupan masyarakat Minangkabau seperti menghormati yang lebih tua, menjaga nama baik keluarga, pentingnya musyawarah, sikap terhadap adat, dan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kaba ini juga terdapat pengetahuan yang dapat kita ambil yaitu:

1. Sumando
adalah menantu laki-laki atau laki-laki yang menetap dirumah istrinya setelah menikah. Terdapat enam macam sumando, yaitu Sumando Miang, Sumando Langau Hijau, Sumando Buruak, Sumando Dapua, Sumando Paja, dan Sumando Mamak.

1) Sumando Miang
Maksudnya yaitu sumando yang memiliki sifat buruk, seperti suka menghasut, menjadi biang masalah, pengacau, tidak isa menjaga keharmonisan dalam kehidupan, dan pemfitnah. Dan kemudian ia juga tidak senang melihat orang senang dan senang melihat orang susah.

2) Sumando Langau Hijau
Adalah seorang sumando yang kotor, tidak memiliki pendirian yang teguh, pola hidup tidak teratur, dan tidak bertanggung jawab.

3) Sumando Lapiak Buruak
Adalah seorang sumando yang tidak memiliki pekerjaan, hanya bermalas-malasan dirumah, dan tidak mau berusaha untuk menghidupkan keluarganya.

4) Sumando Kutu Dapua
Seorang sumando yang sama pekerjaannya seperti perempuan dirumah, seperti memasak, nenyuci piring. Karena itulah ia banyak menghabiskan waktu dirumah daripada diluar.

5) Sumando Bapak Paja
Adalah sumando yang hanya berperilaku sebagai penjantan saja, hanya mementingkan diri sendiri, dan menghiraukan kehidupan dan keadaan keluarganya.

6) Sumando Niniak Mamak
Adalah sumando yang ideal dalam adat Minangkabau, yang bijaksana, bertanggung jawab, dan menjadi suru tauladan.

2. Manjadi Panghulu
Panghulu di Minangkabau adalah pemimpin masyarakat yang bertanggung jawab atas korong kampung, kemenakan, dan nagari. panghulu nantinya akan mendapatkan gelar Datuak yang akan sangat dihormati oleh masyarakat. Terdapat macam-macam panghulu, Panghulu nan di Tanjuang, Panghulu Ayam Gadang, Panghulu Buluah Bambu, Panghulu Katuak-Katuak, Panghulu Tupai Tuo, dan Panghulu Sarawa.

1. Panghulu nan di Tanjuang
Adalah panghulu yang pendiam, berat bibir, tidak aktif dalam suatu kaum, tidak bisa menyelesaikan masalah secara baik.

2. Panghulu Ayam Gadang
Adalah penguhu yang memiliki sifat yang hanya bisa berbicara saja, tetapi tidak ada yang dihasilkan.

3. Panghulu Buluah Bambu
Adalah penghulu yang memiliki sifat keras, tetapi di dalmnya kosong, tidak tau apapun, kurangnya akal, dan memiliki ilmu yang kurang.

4. Panghulu Katuak-Katuak
Adalah panghulu yang sombong, penakut, dan bekerja jika sudah di perintahkan, dan tidak bisa bermusyawarah.

5. Panghulu Tupai Tuo
Adalah panghulu yang penakut tidak berani mengambil risiko, tidak adanya kemauan untuk memimpin, dan tidak memiliki pendirian yang teguh.

6. Panghulu Pisak Sarawa
Adalah panghulu yang bermulut manis untuk menipu orang, licik, mengambil hak kaumnya, dan merugikan kaumnya.

3. Tahu jo nan Ampek
Yaitu sebuah falsafah hidup budaya Minangkabau, yang menjadi ukuran kebijaksanaan, etika, dan keluhuran budi seseorang.

1) Tahu Pado Awak
yaitu tau dengan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, tidak sombong, dan tahu malu.

2) Tahu Pado Urang
Yaitu menghormati orang lain, paham perasaan orang lain, dan tidak egois.

3) Tahu Pado Alam
Yaitu bisa meradaptasi dengan lingkungan sekitar dan bisa menjaga lingkungan sekitar dan alam.

4) Tahu Pado Allah
Yaitu tau segala sesuatu berasal dari Allah, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. menjadikan kitabullah sebagai pedoman, dan memiliki akhlak yang mulia.

4. Ampek Paham Kato
kemudian juga terdapat empat paham kata yang merupakan pepatah petitih untuk mengambarkan tahapan pertumbuhan, pendidikan, dan proses kehidupan manusia. yaitu, wakatu bungo kambang, wakatu angin lunak, wakatu antaronyo, dan wakatu tampek tumbuah.
1) Wakatu Bungo Kambang
Yaitu waktu untuk menuntut ilmu dengan akal dan budi, dan besosialisasi.

2) Wakatu Angin Lunak
Yaitu senang mendapatkan akal dan budi dan memiliki pemahamn yang jernih dan bijaksana.

3) Wakatu Antaroan
Yaitu menjadi pribadi yang bijaksana, tau posisi, matang secara emosional.

4) Wakatu Tampek Tumbuah
Yaitu memiliki sikap yang bijaksana, adil, dan berani bertnggung jawab, dan menempatkan diri sesuai adat dan logika.

5. Cilako Mudo Cilako Tuo
cilako mudo cilako tuo adalah gambaran watak seseorang buruk atau tercela. cilako mudo yaitu mudo parisau, mudo pangusau, dan mudo langkisau.
1) Mudo Parisau
Yaitu seseorang yang memiliki khayalan tinggi tetapi tidak berusaha.

2) Mudo Pangusau
Yaitu oarang yang memiliki perilaku yang suka menyusahkan, oarang yang mengambil bukan miliknya dan memecah belah.

3) Mudo Langkisau
Yaitu seseorang yang hati dan pikirannya busuk, memiliki sifat dengki dan khianat, dan tidak memiliki pemahaman yang baik.
Lalu juga terdapat cilako tuo yaitu nyinyia tak manantu, damuik badan jantan, dan riang-riang asam.
1. Nyinyia Tak Manantu
Yaitu perkataan yang tidak memberikan ajaran, tidak mengandung ilmu, dan nasehat.

2. Damuik Badan Jantan
Yaitu tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, tetap angkuh dan merasa hebat walaupun ia salah.

3. Riang-Riang Asam
Yaitu tidak memiliki keteguhan, dan mudah goyah dengan pendirian sendiri, serta orang yang bermuka dua, didepan terlihat baik-baik saja, tetapi dibelakang aslinya berbanding terbalik.

6. Nan Dikatokan Parampuan
Pertama bernama sabana parampuan, kedua bernama Simarawan, dan yang ketiga bernama mambang tali awan.

1. Sabana Parampuan
Adalah perempuan yang memiliki budi pengerti luhur, memiliki sopan santun, dan berpegang teguh pada adat istiadat dan agama.

2. Simarawan
Adalah perempuan yang kurang memiliki empati, bersifat egois, tidak mempunyai pendirian, dan sombong.

3. Mambang Tali Awan
Adalah perempuan yang tidak memiliki sopan santun, jika berbicara tidak menggunakan kato nan ampek, tidak memiliki rasa malu, dan hidup di angan-angan yang berlebihan.

jadi, kaba rancak di labuah ini menyampaikan nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat. Kaba ini bukan sekedar karya sastra, tetapi juga memberikan pengajaran mengenai etika, moral, dan kebijaksanaan dalam kehidupan masyarakat minangkabau.


Wartawan : Sherlyn Syafira
Editor : melatisan

Tag :Nilai-Nilai Kehidupan, dalam Kaba, Rancak di Labuah

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com