HOME VIRAL UNIK

  • Minggu, 8 Maret 2026

Nasi Padang Dan Penyebarannya Di Dunia

Eumah Makan Padang
Eumah Makan Padang

Nasi Padang dan Penyebarannya di Dunia

Oleh: Avina Amanda


Di banyak kota di Indonesia, rumah makan dengan etalase penuh lauk bertumpuk hampir selalu mudah ditemukan. Dari rendang, gulai, sampai ayam pop, semuanya tersaji di satu meja panjang. Hidangan itu dikenal luas sebagai Nasi Padang, kuliner khas Minangkabau yang kini tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga hadir di berbagai negara.

Cerita tentang Nasi Padang dan penyebarannya di dunia tidak lepas dari perjalanan panjang masyarakat Minangkabau yang dikenal memiliki tradisi merantau. Dari kebiasaan itu, masakan khas dari Sumatera Barat perlahan menyebar ke banyak daerah hingga lintas negara.

Dari Kedai Nasi di Masa Kolonial

Jejak awal rumah makan yang menjual masakan Minangkabau sudah terlihat sejak akhir abad ke-19. Saat itu, wilayah Padang menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera bagian barat, sekaligus pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan.

Di sepanjang jalur perdagangan dan perjalanan darat, muncul berbagai kedai nasi sederhana. Kedai ini biasanya terbuat dari bambu dengan atap rumbia. Di dalamnya, lauk dan gulai disajikan dalam wadah besar dari tembikar.

Masakan yang disajikan saat itu pada dasarnya sama seperti yang dikenal sekarang: nasi dengan beragam lauk, kuah gulai santan, serta sambal pedas. Hidangan seperti rendang, ayam goreng, dendeng, hingga gulai nangka menjadi bagian dari sajian yang membuat masakan Minangkabau dikenal kaya rempah.

Lahirnya Istilah “Rumah Makan Padang”

Istilah Rumah Makan Padang sendiri baru dikenal luas sekitar akhir 1960-an. Sebelumnya, tempat makan seperti ini lebih sering disebut lapau nasi, los lambung, atau karan oleh masyarakat setempat.

Perubahan istilah ini berkaitan dengan peristiwa politik setelah pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat pada awal 1960-an. Setelah peristiwa tersebut, banyak masyarakat Minangkabau yang merantau ke berbagai daerah, terutama ke Pulau Jawa.

Di perantauan, mereka kemudian membuka usaha rumah makan dengan membawa identitas kuliner dari kampung halaman. Nama “Padang” dipakai sebagai penanda yang lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Sejak saat itu, istilah rumah makan Padang semakin populer dan bertahan hingga sekarang.

Tradisi Merantau dan Penyebaran ke Mancanegara

Perkembangan rumah makan Padang di berbagai daerah tidak bisa dilepaskan dari tradisi merantau dalam budaya Minangkabau. Banyak perantau membuka usaha kuliner sebagai cara bertahan hidup sekaligus menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Dari kota-kota di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan, rumah makan Padang terus bermunculan. Lambat laun, kuliner ini juga menyebar ke luar negeri. Restoran yang menyajikan nasi Padang kini dapat ditemukan di negara seperti Malaysia, Singapura, hingga beberapa wilayah di Eropa.

Warung makan ini bukan hanya menjual makanan. Di banyak tempat, rumah makan Padang juga menjadi ruang pertemuan para perantau Minangkabau, sekaligus tempat orang mengenal budaya Minang melalui hidangannya.

Sepiring Nasi yang Membawa Cerita Perjalanan

Hari ini, nasi Padang tidak lagi hanya identik dengan satu kota atau satu daerah. Hidangan ini sudah menjadi bagian dari kuliner Indonesia yang dikenal luas di berbagai tempat.

Namun di balik sepiring nasi dengan lauk berderet itu, ada cerita panjang tentang perjalanan orang Minangkabau, tentang lapau sederhana di kampung, dan tentang tradisi merantau yang membawa masakan ini melintasi banyak batas wilayah. Dari Sumatera Barat, lalu ke berbagai kota, hingga akhirnya dikenal di dunia.


Wartawan : Avina Amanda
Editor : melatisan

Tag : Nasi Padang, Penyebaran, Dunia

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com