- Minggu, 4 Januari 2026
Nagari Bukit Bais: Sejarah, Adat, Dan Jejak Kehidupan Minangkabau Di IX Koto Sungai Lasi
Nagari Bukit Bais: Sejarah, Adat, dan Jejak Kehidupan Minangkabau di IX Koto Sungai Lasi
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Bukit Bais terletak di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sebagai bagian dari wilayah adat Minangkabau, nagari ini tumbuh dan berkembang dalam sistem sosial yang berakar kuat pada adat istiadat serta nilai keislaman. Kehidupan masyarakat Bukit Bais sejak awal dibentuk oleh hubungan erat antara adat, agama, dan alam sekitar.
Sebagaimana nagari-nagari Minangkabau lainnya, Bukit Bais menganut sistem matrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak ibu. Harta pusaka tinggi, seperti tanah ulayat dan rumah gadang, diwariskan kepada perempuan. Namun, kepemimpinan adat tetap dijalankan oleh kaum laki-laki sebagai mamak, yang bertugas membimbing dan melindungi kemenakan. Sistem ini membentuk keseimbangan peran antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sosial nagari.
Struktur adat di Nagari Bukit Bais dijalankan oleh unsur urang nan ampek jinih, yaitu penghulu, manti, malin, dan dubalang. Keempat unsur ini bekerja bersama dalam menjaga ketertiban adat, menyelesaikan sengketa sako dan pusako, serta mengatur kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya, adat selalu berjalan seiring dengan ajaran Islam, sesuai dengan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Bukit Bais masih memegang kuat nilai gotong royong dan musyawarah. Setiap persoalan sosial diselesaikan melalui pertemuan adat atau rembuk nagari, dengan melibatkan niniak mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Tradisi dan adat tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai pedoman hidup yang terus relevan.
Peran perempuan dalam nagari juga sangat penting. Selain sebagai pemegang harta pusaka, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai moral dan adat melalui peran Bundo Kanduang. Mereka menjadi penyangga kehidupan adat, pendidik generasi, sekaligus penjaga keharmonisan keluarga dan kaum.
Nagari Bukit Bais berdiri sebagai nagari yang menjaga keseimbangan antara tradisi dan perubahan. Sejarahnya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana nilai adat terus hidup dan membentuk karakter masyarakat hingga hari ini.
Editor : melatisan
Tag :Nagari Bukit Bais: Sejarah, Adat, Jejak Kehidupan, Minangkabau , IX Koto Sungai Lasi
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RUMAH GADANG YANG DITINGGALKAN PERANTAU DAN NASIB RUMAH PUSAKA DI MINANGKABAU
-
PANTANGAN ANAK KAMANAKAN DALAM ADAT MINANGKABAU YANG MULAI JARANG DIKETAHUI GENERASI MUDA
-
GELAR DATUK DALAM ADAT MINANGKABAU DAN PERSOALAN PEWARIS YANG TINGGAL DI RANTAU
-
MAMBANTAI ADAT DAN PEMBAGIAN DAGING DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
BATAGAK PANGULU DAN PERJALANAN SESEORANG SEBELUM MENYANDANG GELAR PANGULU
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG