- Jumat, 2 Januari 2026
Nagari Batu Bajanjang: Dari Taratak Pakih Ke Pusat Adat Di Pedalaman Solok
Nagari Batu Bajanjang: Dari Taratak Pakih ke Pusat Adat di Pedalaman Solok
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Batu Bajanjang merupakan salah satu nagari tua di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Letaknya berada di wilayah pedalaman dengan kondisi alam perbukitan dan pegunungan yang sejuk serta tanah yang subur. Nama nagari ini tidak lahir tanpa makna, melainkan berangkat dari kondisi geografis dan kesepakatan adat yang membentuk jati diri masyarakatnya.
Sebelum dikenal dengan nama Batu Bajanjang, wilayah ini mula-mula bernama Taratak Pakih. Nenek moyang masyarakat Batu Bajanjang berasal dari rombongan Kubuang Tigo Baleh yang melanjutkan perjalanan ke pedalaman timur Solok. Seiring bertambahnya penduduk dan kebutuhan akan tatanan sosial yang lebih teratur, para Ninik Mamak nan Ampek Baleh bermusyawarah untuk membentuk sebuah nagari adat.
Nama Batu Bajanjang memiliki arti batu yang berjenjang atau bertingkat. Makna ini tidak hanya merujuk pada kondisi alam berupa batuan bertingkat di wilayah perbukitan, tetapi juga melambangkan prinsip adat Minangkabau yang dianut masyarakat setempat, yakni “Bajanjang Naiak, Batanggo Turun” segala sesuatu dilakukan melalui tahapan, aturan, dan musyawarah. Kesepakatan penamaan nagari ini dilakukan dalam musyawarah adat yang berlangsung di atas sebuah batu, menjadikan nama Batu Bajanjang sarat makna simbolik.
Sejak tahun 1912, Nagari Batu Bajanjang telah berfungsi sebagai satuan pemerintahan terendah yang dipimpin oleh Wali Nagari atau Angku Palo. Pada masa pemerintahan Orde Baru, nagari ini sempat dilebur menjadi desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979. Namun, melalui Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 4 Tahun 2001, Batu Bajanjang kembali dikukuhkan sebagai nagari secara resmi pada tahun 2001.
Kini, Nagari Batu Bajanjang terdiri dari tujuh jorong, yaitu Kampung Tangah, Panariak, Batu Bagantuang, Pangka Pulai, Muaro, Sabi Aie, dan Koto Tuo. Sebagai ibu kota Kecamatan Tigo Lurah, nagari ini memegang peran strategis dalam kehidupan administratif dan sosial masyarakat setempat.
Sejarah Batu Bajanjang adalah sejarah tentang musyawarah, kesepakatan adat, dan kehidupan yang dibangun setahap demi setahap, seperti batu-batu yang berjenjang, kokoh menopang nagari hingga hari ini.
Editor : melatisan
Tag :Nagari Batu Bajanjang, Taratak Pakih, Pusat Adat, Pedalaman Solok
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENGINGAT KEMBALI PIAGAM PUNCAK PATO: SEJARAH KONFLIK ADAT DAN AGAMA DI MINANGKABAU
-
MENGINGAT KEMBALI PERAN SURAU: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TRADISIONAL SEBELUM SEKOLAH MODERN DI MINANGKABAU
-
DARI PEDALAMAN HINGGA BANDAR PESISIR: MENILIK PERAN JALUR PERDAGANGAN DALAM PENYEBARAN BUDAYA MINANGKABAU
-
JEJAK LADA DAN EMAS DI PESISIR BARAT: MENELUSURI SEJARAH HUBUNGAN MINANGKABAU DENGAN KERAJAAN ACEH
-
DARI EKSODUS PRRI HINGGA JARINGAN EKONOMI: PERKEMBANGAN BUDAYA MINANGKABAU DI PERANTAUAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK