- Jumat, 16 Januari 2026
Musuh Ibu Hamil: Hantu Menurut Kepercayaan Masyarakat Minangkabau Adalah Palasik
Musuh Ibu Hamil: Hantu Menurut Kepercayaan Masyarakat Minangkabau Adalah Palasik
Oleh: Andika Putra Wardana
Kalau kamu main ke Sumatera Barat dan melihat ada ibu hamil yang membawa gunting lipat atau peniti ke mana-mana, jangan heran. Mereka bukan sedang mau menjahit, tapi sedang berperang melawan rasa takutnya. Takut sama apa? Bukan sama begal, tapi sama sosok mistis yang melegenda.
Banyak yang mengira hantu paling seram di sini adalah Kuntilanak, tapi itu salah. Sosok hantu menurut kepercayaan masyarakat Minangkabau adalah Palasik. Kenapa dia ditakuti? Karena dia bukan arwah penasaran, melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.
Plot Twist, Dia Itu Manusia!
Ini fakta yang paling bikin merinding. Palasik sebenarnya bukanlah hantu dalam artian arwah orang mati. Palasik adalah manusia yang sedang menuntut ilmu hitam, untuk melanggengkan kekayaan atau kekuasaan.
Siang hari, mereka terlihat seperti orang biasa. Mereka belanja di pasar, ngobrol di warung, bahkan mungkin tetangga sebelah rumah. Tapi ketika malam tiba, konon kepala mereka bisa lepas dari badannya!
Bayangkan pemandangan ini, Sebuah kepala manusia melayang-layang di udara, lengkap dengan organ dalam (usus dan hati) yang menggelantung, mencari mangsa di kegelapan malam. Ngeri, kan?
Musuh Bebuyutan Bayi dan Balita
Kenapa sosok ini sangat dibenci sekali? Karena target operasinya sangatlah keji. Hantu menurut kepercayaan masyarakat Minangkabau adalah Palasik yang memangsa janin dalam kandungan atau bayi yang baru lahir.
Ada kepercayaan bahwa mereka menghisap darah atau ubun-ubun bayi agar ilmunya makin sakti. Makanya, kalau ada bayi di Minang yang sakit mendadak, kurus kering, atau rewel terus-menerus tanpa sebab medis, orang tua zaman dulu pasti langsung curiga, "Jangan-jangan kena Palasik."
Inilah alasan kenapa "tangkal" (jimat pelindung) seperti bawang putih, bangle, atau benda tajam sangat akrab dengan ibu-ibu di ranah Minang. Itu adalah ikhtiar untuk melindungi buah hati dari pandangan mata jahat si Palasik.
Hidup dalam Stigma Sosial
Seramnya lagi, ilmu Palasik ini konon bisa menurun ke anak cucu (disebut Palasik Kudinar). Ini menciptakan drama sosial tersendiri di kampung-kampung. Ada keluarga-keluarga tertentu yang ditandai dan dijauhi oleh warga karena dicurigai sebagai keturunan Palasik.
Bayangkan hidup dengan cap seperti itu. Di satu sisi kita takut pada mereka, di sisi lain ini adalah tragedi sosial yang menyedihkan bagi mereka yang tertuduh.
Jadi, hantu menurut kepercayaan masyarakat Minangkabau adalah Palasik yang mengajarkan kita bahwa horor yang paling menakutkan itu bukan yang ada di film, tapi yang hidup berdampingan dengan kita.
Entah kamu percaya atau tidak, cerita tentang kepala melayang pencari bayi ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari folklore Minangkabau. Pesannya cuma satu. Kalau sedang di Sumbar dan kamu punya bayi, tidak ada salahnya waspada dan menghormati nasihat orang tua setempat. Better safe than sorry, kan?
Editor : melatisan
Tag :Musuh, Ibu Hamil, Hantu, Menurut, Kepercayaan, Masyarakat, Minangkabau, Palasik
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENGGUGAT STIGMA MATRIARKI: FAKTA DAN SEJARAH SISTEM MATRILINEAL MINANGKABAU DI RANAH BUNDO
-
MEMBONGKAR SEJARAH DAN LOGIKA KIMIA RENDANG BUDAYA MINANG
-
MENGULIK TEKNIK NAPAS DAN SEJARAH SALUANG: ALAT MUSIK TIUP KEBANGGAAN MINANGKABAU
-
SEJARAH DAN FAKTA TARI PIRING: JEJAK RITUAL PETANI SOLOK HINGGA ATRAKSI KACA DI ATAS PANGGUNG
-
MENYAKSIKAN RANDAI: TEATER MELINGKAR MINANGKABAU YANG MENGAWINKAN SILEK DAN SASTRA LISAN
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA