HOME PARIWISATA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Rabu, 10 Oktober 2018
Minim Transportasi, Ojek Masih Jadi Andalan Wisatawan Di Mentawai

Tuapeijat, (Minangsatu) — Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ojek reguler yang mangkal di pangkalan ojek masih menjadi andalan wisatawan yang berkunjung di Mentawai tak terkecuali para turis asing yang kerap menumpang ojek,terlihat para turis yang baru datang langsung menuju pangakalan ojek,Rabu  (10/10).

Pasalnya transportasi umum di Kepulauan yang dijuluki Bumi Sikerei ini masih minim, sehingga ojek menjadi satu-satunya transportasi yang paling cepat didapatkan ketika turun dari kapal. 

Salah satu organisasi Ojek yakni Persatuan Ojek Tuapejat Indah (POTI) dibentuk untuk memberikan pelayan yang nyaman bagi penumpang, sebab dalam aturan organisasi memberikan kenyamanan penumpang adalah hal yang utama. 

Hal itu di kemukakan seketaris POTI Anto Sihombing kepada haluan baru-baru ini, sedikitnya kata Anto sudah ada 30 orang yang bergabung dalam POTI. "Kalau kita membuat organisasi tentu ada aturannya, bagi anggota diberikan hak dan tanggung jawab," ungkapnya. 

Ia menyebutkan organisasi tersebut setiap triwulan sekali melakukan rapat evaluasi, baik untuk membicarakan masalah keuangan organisasi maupun membicarakan hal lainnya yang menyangkut dengan organisasi misalnya membuat kegiatan dan sebagainya. 

"Setiap triwulan kita adakan rapat evaluasi untuk meningkatkan pelayan, selain itu membicara kelangsungan organisasi, kemudian jika ada masalah dilapangan disampaikan di ruang rapat, sehingga segera dicarikan solusinya, " ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakannya organisasi tersebut telah membuat aturan tentang tarif ongkos, dimana tarif tersebut akan ditaati oleh pengojek, "Untuk tarif dari Km 0 – 04 ongkosnya Rp 15 Ribu, kalau Pantai Mapadegat Rp 20 ribu, ongkos tersebut sudah kita sesuaikan dengan kondisi di Mentawai, pertimbangan harga onderdil dan biaya perawatan kendaraan, tetapi jika ada pengojek nakal yang mematok harga sembarangan akan kita berikan teguran, " paparnya. 

Ia berharap organisasi ojek tersebut bisa memberikan kenyamanan bagi para penumpang, khususnya bagi para wisatawan yang berkunjung ke Mentawai. "Untuk kenyamanan penumpang kita mewajibkan anggota untuk menggunakan helm dan melengkapi surat kendaraan," tuturnya. 

Terpisah Robet (31) salah satu anggota POTI mengatakan dirinya sangat mendukung adanya organisasi ojek dan berharap tidak ada lagi ojek liar yang mangkal sembarangan dan mematok harga sembarangan. 

"Organisasi Ojek ini bagus, sebagai wadah kita untuk persatuan, kemudian bisa menertibkan ojek liar dan untungnya lagi kita dapat bantuan jika sakit, pernikahan dan jika terjadi kecelakaan, " ungkapnya. (Rd)


Wartawan : Redi
Editor :

Tag :#mentawai#ojek#pangkalan