- Minggu, 28 Desember 2025
Mercedes Dan Sayap Ajaib Yang Kandas: Pelajaran Berharga Atau Cuma Nasib Sial F1?
Mercedes dan Sayap Ajaib yang Kandas: Pelajaran Berharga atau Cuma Nasib sial F1?
Jakarta - Bayangkan jadi raja Formula 1 delapan tahun berturut-turut, lalu tiba-tiba mobilmu memantul kayak lumba-lumba porpoising di era ground-effect sejak 2022. Itulah Mercedes, tim Jerman yang dulu tak tertandingi, kini harus nekat pakai sayap fleksibel supaya mobilnya bisa belok di tikungan lambat tanpa ban belakang gosong.
Andrew Shovlin, direktur teknik mereka, bilang trik ini "bekerja dengan baik": sayap depan yang lentur bantu rotasi, stabilkan belakang di kecepatan tinggi. Pintar, kan? Tapi FIA langsung turun tangan dengan aturan ketat 2025, tes di Barcelona bikin Mercedes kaget dan butuh waktu adaptasi.
Menurut saya, ini bukan cuma soal regulasi, tapi pelajaran besar buat Mercedes yang dipimpin Toto Wolff. Dulu mereka akui kurang effort bawa kekuatan era 2020-2021 ke mobil zero-pod yang rewel. Sekarang? Mereka intip suspensi anti-lift McLaren untuk nahan rendah di tikungan, klasik F1, di mana yang kalah belajar dari juara. Prediksi tes FIA bakal potong sayap McLaren dan akhiri dominasi? Gagal total. Malah Mercedes yang terhambat, sementara semua tim kini bersaing ketat soal keseimbangan sirkuit-spesifik. Opini saya: ini bikin F1 lebih seru, nggak ada yang abadi.
baca juga : F1 2025 TUTUP EPIK ABU DHABI! AUDI F1 2026 MASUK, STREAMING BEIN SPORT LIVE, JADWAL BARU MARET!
Menuju 2026 dengan regulasi baru yang ubah total mobil dan mesin, Shovlin bilang timnya nggak takut lagi. Saya setuju, kalau mereka belajar dari "kesalahan" ini, Mercedes bisa balik jadi predator. Tapi kalau underestimate lagi? Siap-siap jadi penonton aja.
FAQ: Jawab Ragu-ragu soal Sayap Fleksibel Mercedes
Apa sih sayap fleksibel itu dan kenapa Mercedes tergila-gila?
Sayap depan yang bisa menekuk bantu mobil rotasi di tikungan lambat, stabilkan belakang cepat, dan atasi ban panas, solusi jenius untuk masalah ground-effect mereka.
FIA kenapa langsung gebuk?
Aturan 2025 batasi elastisitas sayap depan-belakang via tes superketat di GP Spanyol (Barcelona), demi fair play dan cegah "kecurangan" aero.
McLaren aman, Mercedes kenapa kena?
Prediksi bilang McLaren lemah, tapi mereka malah kuat berkat suspensi canggih. Mercedes butuh adaptasi, kini semua tim unggul di keseimbangan sirkuit tertentu.
Prospek Mercedes 2026 gimana?
Regulasi baru radikal ubah mobil dan power unit. Shovlin yakin siap, saya bilang, ini kesempatan balik juara kalau nggak ulangi kesalahan lama.
F1 memang dunia plot twist. Mercedes, bangkitlah!
Editor : boing
Tag :Mercedes, sayap fleksibel, Formula 1, ground-effect, porpoising, zero-pod, Andrew Shovlin, FIA regulasi, GP Spanyol, McLaren, suspensi anti-lift, regulasi 2026, tikungan lambat, ban belakang, adaptasi tim, Siapa pembalap F1 terbaik di dunia, Apa aturan sa
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WALI KOTA SOLOK TEGASKAN DUKUNGAN PORPROV SUMBAR 2026
-
REVAN KURNIA BERSAMA PS ENAM LINGKUNG UKIR PRESTASI INTERNASIONAL DI MALAYSIA
-
PEGULAT SUMBAR GILANG ILHAZA RAIH MEDALI PERAK SEA GAMES 2025 THAILAND
-
SAMSUL AKMAL JADI PILAR, TIM SEPAK TAKRAW INDONESIA SABET PERUNGGU SEA GAMES 2025
-
ATLET SUMBAR ZIKRHA DWI PUTRI RAIH PERAK TEQBALL SEA GAMES 2025 THAILAND
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL