- Sabtu, 17 Januari 2026
Menjamah Peninggalan Sejarah Minangkabau Yang Membuktikan Kebesaran Kerajaan Pagaruyung
Menjamah Peninggalan Sejarah Minangkabau yang Membuktikan Kebesaran Kerajaan Pagaruyung
Oleh: Andika Putra Wardana
Selama ini, mungkin kita hanya terpesona oleh keindahan alam Ngarai Sianok atau lezatnya Rendang saat berkunjung ke Sumatera Barat. Namun, jika kita mau meluangkan waktu sejenak untuk menengok ke belakang, ada pesona lain yang tak kalah magis. Tanah ini bukan hanya tentang pemandangan, tapi tentang sebuah peradaban besar yang pernah berjaya di masa lalu. Menyusuri berbagai peninggalan sejarah Minangkabau adalah cara terbaik untuk merasakan aura kewibawaan nenek moyang yang konon disegani di seluruh Nusantara.
Ikon yang paling mentereng tentu saja adalah Istana Basa Pagaruyung di Tanah Datar. Meskipun bangunan yang berdiri megah saat ini adalah replika (karena yang asli habis terbakar), semangat dan detail arsitekturnya tetap mewakili kejeniusan masa lalu. Melihat tiang-tiang penyangga yang miring dan atap gonjong yang menjulang, kita seolah diajak berdialog dengan masa ketika peninggalan sejarah Minangkabau ini menjadi pusat pemerintahan Rajo Alam yang berdaulat. Di sinilah kita sadar, bahwa orang Minang sudah mengenal sistem tata negara yang rumit dan filosofis jauh sebelum negara modern ada.
Namun, jejak sejarah itu tidak melulu soal istana. Jika kamu bergeser sedikit ke daerah Lima Puluh Kota, kamu akan menemukan situs Menhir Maek yang sering dijuluki sebagai "Stonehenge-nya Sumatera". Ribuan batu berdiri tegak yang usianya diperkirakan ribuan tahun sebelum Masehi ini menjadi bukti bisu bahwa peradaban di ranah ini sudah ada sejak zaman prasejarah.
Batu-batu ini bukan sekadar onggokan material, melainkan saksi ritual dan kepercayaan purba yang misterius. Kehadirannya menambah daftar panjang peninggalan sejarah Minangkabau yang menunjukkan betapa tuanya akar budaya masyarakat ini.
Selain itu, kecerdasan intelektual nenek moyang juga terekam jelas dalam puluhan prasasti, seperti Prasasti Adityawarman. Tulisan-tulisan kuno yang terpahat di batu ini membuktikan bahwa mereka bukan kaum yang tertinggal, melainkan masyarakat terpelajar yang sudah mengenal aksara dan bahasa tingkat tinggi (Sanskerta/Melayu Kuno). Jadi, mengunjungi situs-situs ini bukan sekadar jalan-jalan atau foto-foto. Ini adalah perjalanan spiritual untuk menghormati akal budi para pendahulu. Dengan menjaga dan memahami setiap peninggalan sejarah Minangkabau, kita sebenarnya sedang menjaga identitas diri agar tidak hanyut ditelan zaman.
Editor : melatisan
Tag :Peninggalan Sejarah, Minangkabau, Membuktikan, Kebesaran, Kerajaan Pagaruyung
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERNYATA INI BEDANYA! MENJAWAB PERTANYAAN ABADI MINANG DAN PADANG APAKAH SAMA?
-
BIKIN MERINDING! MENGUAK MAGISNYA ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU YANG BISA BERBUNYI TANPA PUTUS NAPAS
-
BUKAN SEKADAR DONGENG! TERNYATA NEGERI TERTUA DI MINANGKABAU ADALAH DESA CANTIK DI KAKI GUNUNG MARAPI
-
HATI-HATI KENA PRANK! KENALI ISTILAH BAHASA MINANG BOHONG DARI YANG SEKADAR BUAL LAPAU SAMPAI TIPU MUSLIHAT
-
SIAP-SIAP TEPAR! DERETAN MAKANAN KHAS MINANGKABAU" INI DIJAMIN BIKIN DIETMU GAGAL TOTAL
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG