- Sabtu, 31 Januari 2026
Menanamkan Kato Nan Ampek Sejak Dini: Kegiatan KKN Reguler 1 Universitas Andalas Di SDN 04 Silungkang Tigo
Menanamkan Kato Nan Ampek Sejak Dini: Kegiatan KKN Reguler 1 Universitas Andalas di SDN 04 Silungkang Tigo
Oleh: Yuzi Febriani
Pada 28 Januari 2026, siswa kelas VI SDN 04 Silungkang Tigo menampilkan sebuah drama berdurasi sekitar 20 menit. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran budaya Minangkabau yang difokuskan pada Kato Nan Ampek, khususnya kato manurun. Drama tersebut menjadi media pembelajaran yang menarik karena menggabungkan cerita keluarga dengan nilai kesantunan berbahasa.
Cerita dalam drama ini bermula dari seorang bapak yang tinggal sendiri di kampung. Ia memiliki dua orang anak yang telah lama merantau. Karena jarang bertemu, bapak tersebut merasa sangat rindu kepada anak-anaknya. Rasa rindu itu perlahan memengaruhi kondisi kesehatannya hingga suatu hari ia jatuh sakit dan ditemukan pingsan oleh anak tetangga. Bapak tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit.
Tetangga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi anak pertama untuk menyampaikan kabar. Setelah menerima informasi tersebut, anak pertama langsung menelepon anak kedua, adiknya. Percakapan antara anak pertama dan anak kedua menjadi bagian penting dalam drama karena menampilkan penggunaan kato manurun, yaitu cara berbicara orang yang lebih tua kepada yang lebih muda dengan bahasa yang lembut, sopan, dan penuh perhatian.
Dalam percakapan tersebut, anak pertama tidak berbicara dengan nada memerintah atau menyalahkan. Ia menyampaikan kabar dengan tenang dan penuh rasa sayang. Cara berbicara ini menunjukkan bahwa dalam budaya Minangkabau, tutur kata yang baik sangat dijunjung tinggi, terutama dalam lingkungan keluarga dan dalam situasi yang sulit.
Setelah menerima kabar dari kakaknya, anak kedua menyampaikan informasi tersebut kepada istrinya dan meminta izin untuk pulang kampung. Di sisi lain, anak pertama juga meminta izin kepada suaminya agar bisa segera menjenguk bapaknya.
Namun karena keterbatasan waktu dan kesibukan, tidak semua anggota keluarga bisa ikut. Dari pihak anak pertama, hanya suami dan cucu keempat yang dapat menemani, sementara cucu-cucu lain tidak bisa ikut karena bekerja. Dari pihak anak kedua, hanya cucu kelima yang bisa ikut pulang.
Saat anak pertama tiba di rumah sakit, suasana sudah dipenuhi rasa cemas dan sedih. Tidak lama kemudian, anak kedua juga datang sambil menangis karena khawatir dengan kondisi bapaknya. Namun, sebelum keluarga sempat berkumpul lebih lama, bapak tersebut meninggal dunia karena serangan jantung. Peristiwa ini menjadi penutup cerita yang menyentuh dan penuh penyesalan.
Drama ini ditampilkan dengan baik oleh siswa kelas VI SDN 04 Silungkang Tigo. Meskipun masih duduk di bangku sekolah dasar, para siswa mampu menampilkan peran dengan penghayatan yang cukup kuat sehingga pesan cerita dapat dipahami oleh penonton. Cerita yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat drama ini mudah diterima oleh semua kalangan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar bermain drama, tetapi juga memahami nilai-nilai penting dalam kehidupan. Mereka mengenal kato manurun sebagai salah satu bentuk tutur dalam Kato Nan Ampek, belajar berbicara dengan sopan dan lembut kepada yang lebih muda, serta memahami pentingnya menghormati orang tua dan menjaga hubungan keluarga. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga.
Pembelajaran Kato Nan Ampek ini didampingi oleh mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Jurusan Sastra Minangkabau yang berperan sebagai pemateri. Mahasiswa KKN menjelaskan materi Kato Nan Ampek dengan bahasa yang sederhana dan memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Materi yang disampaikan kemudian dipraktikkan langsung melalui penampilan drama, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingatnya.
Pihak SDN 04 Silungkang Tigo memberikan dukungan yang sangat besar terhadap kegiatan ini. Sekolah membuka ruang bagi pembelajaran budaya dan bahasa daerah melalui metode yang kreatif dan menyenangkan. Para guru menunjukkan semangat yang tinggi untuk terus berkembang. Dukungan sekolah dan antusiasme guru menjadi faktor penting yang membuat kegiatan ini berjalan dengan lancar dan bermakna.
Melalui kegiatan KKN Reguler 1 Universitas Andalas di SDN 04 Silungkang Tigo ini, pembelajaran Kato Nan Ampek, khususnya kato manurun, tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dihidupkan melalui praktik nyata. Drama menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai kesantunan berbahasa, kepedulian, serta kecintaan terhadap budaya Minangkabau sejak usia dini.
(Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas, KKN Reguler 1 Universitas Andalas)
Tag :Kegiatan KKN, Reguler 1, Universitas Andalas , SDN 04 Silungkang Tigo
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
KKN REGULER 1 UNAND EDUKASI SISWA MTSS NAGARI LABUH TENTANG LITERASI DIGITAL DAN KESELAMATAN
-
KKN REGULER 1 UNAND HADIRKAN EDUKASI TEMATIK DI SDN 02 DAN SDN 13 NAGARI LABUH
-
KKN REGULER 1 UNAND DORONG TERTIB DATA DAN PROFILISASI NAGARI LABUH TAHUN 2026
-
MALAM SILATURAHMI KKN UNAND REGULER 1 MINANGKABAU: DATANG MANJALIN, PULANG MANINGGAAN RASO
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL
-
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB: JALAN KELUAR DARI STIGMA KESEHATAN REPRODUKSI DI PERGURUAN TINGGI