- Senin, 29 September 2025
Melacak Jejak Naskah Kuno: Melalui Warisan Di Surau Tarok Kuranji, Kota Padang
Melacak Jejak Naskah Kuno: Melalui Warisan di Surau Tarok Kuranji, Kota Padang
Oleh: Arizkia Putri
Tiup angin mengenai tubuh saat sampai di surau itu, pelan-pelan kaki melangkah agar tak terdengar kebisingan. Saat datang sambutan hangat dan senyuman yang ramah yang terasa sejuk menenangkan hati. Semakin ditulusuri surau itu, semakin mendekat dengan ruangan itu, semakin kuat pula aroma kertas tua yang bercampur dengan aroma debu. Aroma kertas itu menambah keyakinan bahwa itu bukanlah kertas yang baru.
Surau sejatinya dikenal sebagai tempat ibadah, contohnya tempat shalat, dan mengaji. Namun jika dilihat fungsinya dari segi kebudayaan minangkabau, surau juga menjadi tempat untuk bermusyawarah, belajar silat, tempat bermain dan tidur bagi para pemuda. Selain itu surau juga merupakan sebuah simbol peradaban dan pendidikan di Minangkabau pada zaman dulu. Walaupun saat ini surau sudah banyak yang tidak difungsikan demikian, namun layaknya surau masih digunakan sebagai tempat ibadah dan bermusyawarah.
Diantara banyaknya naskah yang tersusun dalam satu rak, yang paling mencolok adalah naskah yang berisi tentang ilmu nahwu saraf, yaitu ilmu-ilmu yang mempelajari tentang apa dan bagaimana tata bahasa dalam bahasa Arab yang baik dan benar. Sesuai dwata yang saya peroleh, ilmu dalam naskah tersebut banyak digunakan sebagai sumber ilmu dalam membaca dan mengucapkan bahasa Arab. Namun saat ini naskah tersebut sudah tidak digunakan lagi sebagai alat ajar dalam proses belajar mengajar, naskah itu kini sudah disimpan dan digantikan oleh alat yang sesuai dengan zamannya. Sehingga naskah tersebut hanya disimpan dan diawetkan serta dijaga di surau tersebut.
Naskah yang berisi tentang ilmu nahwu saraf yaitu ilmu yang mempelajari tentang ilmu tata bahasa Arab. Naskah ini sangat berkaitan dengan ilmu akademik, dengan isi naskah yang demikian, masih sangat relevan rasanya untuk tetap mengembangkan ilmu yang terdapat dalam naskah tersebut. Namun sayangnya diantara beberapa naskah yang ditemui terdapat beberapa naskah yang mulai sedikit rusak dan kurang terawat.
Pada saat turun kelapangan, dua orang mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas, berkunjung langsung ke Surau Tarok yang berlokasi di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Sesampainya disurau mereka melakukan shalat dzuhur karena kebetulan sudah waktu dzuhur. Setelah shalat dzuhur, mereka langsung menemui penjaga surau yang menyambutnya dengan senyuman ramah dan penuh kehangatan. Setelah melakukan tanya jawab dan diskusi dengan penjega surau, akhirnya mereka bisa masuk ke ruang penyimpanan untuk melihat naskah itu, kemudian dari sanalah mereka mulai melihat naskah kuno yang tersimpan di Surau tersebut.
Naskah yang ditemui di Surau Tarok Kecamatan Kuranji, Kota Padang tersebut merupakan naskah dengan berbagai ilmu. Salah satu naskah yang membuat kami tertarik yaitu naskah yang berisi tentang ilmu nahwu saraf, yaitu ilmu yang mempelajari tantang ilmu berbahasa Arab. Selain naskah ini, sebenarnya masi banyak naskah lainnya yang tidak sempat dijelaskan dan dicari tahu. Walaupun demikian bagi para mahasiswa dan kaum awam yang pertama kali melihat naskah adalah suatu yang sangat berarti dan berkesan.
![]() |
Penulisz: Arizkia Putri
Melalui pengamatan di lapangan dan berdiskusi dengan penjaga surau, mahasiswa dapat melihat huruf arab melayu yang ada pada naskah tersebut. Selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui bahwa masih banyak naskah kuno yang tersimpan yang masi menyimpan Sejarah, pembelajaran dan ilmu lainnya yang dapat dipelajari dan dilestarikan. Hal lain yang dapat diambil dari pengamatan ini adalah, melalui naskah kuno kita dapat mengetahui tentang ilmu yang belum diketahui, tentang Sejarah dan berbagai hal lainnya yang sebelum nya tidak pernah ditemui.
Naskah di Surau Tarok ini bukan hanya sekedar coretan dan catatan tua yang tidak berguna. Naskah ini berisi tentang ilmu-ilmu nahwu saraf yang mempelajari tentang apa dan bagaimana tata bahasa Arab yang seharusnya. Naskah ini masih sangat relevan dengan zaman saat ini, dimana masi banyak sekolah sekolah agama seperti pondok pesantren dan madrasah yang menggunakan ilmu nahwu saraf sebagai bagian dari ilmu berbahasa Arab. Namun melihat kondisinya terdapat beberapa naskah yang kondisinya kurang memungkinkan, sehingga sangat disayangkan jika naskah ini rusak karena dapat menghilangkan ilmu dan nilai budaya.
Tantangan yang dihadapi saat bertemu langsung dengan naskah ini adalah ketika naskah dikeluarkan sebenarnya tidak boleh menyentuh secara langsung tanpa menggunakan sarung tangan dan tangan yang bersih, hal ini dikarenakan kertas naskah yang sangat tua sehingga dapat mengakibatkan naskah rusak atau berjamur. Selain itu tantangan yang dihadapi adalah masalah membaca naskah, dikarenakan tidak semua orang dapat membaca naskah nya, ditambah dengan tinta naskah yang mulai pudar dan luntur sehingga perlu perhatian yang lebih.
Kunjungan ke surau membuat para mahasiswa juga bisa merasakan langsung tentang bagaimana budaya bagaimana layaknya fungsi surau. Selain itu dengan melihat secara langsung naskah yang ada di Surau, diharapkan mahasiswa dapat melestarikan dan meningkatkan kepedulian terhadap naskah kuno. Sejatinya naskah naskah kuno banyak menyimpan pengetahuan dan Sejarah yang mungkin belum banyak diketahui.
Surau Tarok kuranji dengan segala keunikannya, menjadi symbol dari perjalanan panjang dari ilmu pengetahuan yang dibawa langsung oleh naskah-naskah kuno. Melalui naskah tersebut, kita dapat menelusuri jejak intelektual yang telah sejak bertahun-tahun yang lalu. Jejak ini bukan sekedar menghargai masa lalu, tetapi juga sebagai panduan bagi kita dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui naskah-naskah ini mengajarkan kita bahwa ilmu pengetahuan yang akan berguna setiap zamannya.
Padang, 22 September 2025
(Penulis Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas)
Editor : melatisan
Tag :#Naskah Kuno
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TRADISI MATRILINEAL MINANGKABAU DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PEREMPUAN
-
RAHASIA MASAK SAMBAL IJO PADANG AGAR TIDAK CEPAT BASI
-
PROSESI PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU LENGKAP DARI AWAL, DARI MARESEK HINGGA MANJALANG MINTUO
-
MAKNA FILOSOFIS RUMAH GADANG DAN JENIS-JENISNYA DALAM ADAT MINANGKABAU
-
KAWAH DAUN: DARI DAPUR SEJARAH KE RUANG IDENTITAS MINANGKABAU
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN
