- Rabu, 17 April 2024
Kontroversi Wasit Nasrullo Kabirov, Rugikan Timnas Indonesia Dalam Laga U-23 Indonesia Vs Qatar.
Doha (Minangsatu) - Wasit Nasrullo Kabirov menjadi topik hangat dalam laga Qatar U-23 vs Timnas Indonesia U-23 kemarin dengan keputusan kontroversial yang dianggap merugikan Indonesia.
Kedua tim bertemu di laga pembuka Piala Asia U-23 2024. Indonesia yang bermain dengan sembilan orang harus menelan kekalahan 0-2 dalam laga yang berlangsung di Jassem bin Hamad Stadium, Doha, Qatar, tersebut. Gol dicetak oleh Khalid Ali Sabah dan Ahmed Al-Rawi, Senin (15/4/2024) malam WIB.
Tuna Rumah mencetak gol lewat penalti Khaled Ali Binsabaa dan gol tendangan bebas Ahmed Al Rawi. Sementara, Indonesia bermain dengan sembilan orang setelah Ivar Jenner dan Ramadhan Santa mendapatkan kartu merah.
Mengutip dari Bola.com, Timnas Indonesia U-23 sebenarnya tidak bermain buruk terlepas dari minimnya peluang yang didapat. Anak asuh Shin Tae-yong bahkan memiliki 55 persen penguasaan bola, tujuh tembakan, di mana dua di antaranya mengarah sasaran.
Kepemimpian wasit Nasrullo Kabirov dipertanyakan lantaran beberapa keputusan kontroversialnya pada laga Timnas Indonesia U-23 versus Qatar U-23 pada Piala Asia U-23 2024.
Pemain Timnas Indonesia U-23, Ivar Jenner secara kontroversial diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Kartu pertama didapat pada babak pertama, tepatnya menit 14', sedangkan yang kedua terjadi menit 46'.
Dari tayangan ulang sebenarnya terlihat Ivar Jenner tidak melakukan tekel yang keras. Namun wasit menganggap sang pemain menginjak kaki lawan.
Ivar Jenner protes sebab merasa tak sengaja menyenggol kaki Eldeen karena melompat. Namun, wasit tetap memberinya kartu dan mengusirnya. Sebab, sebelumnya gelandang Indonesia itu sudah menelan kartu kuning di babak pertama.
Selain itu, gol pertama Qatar U-23 juga cukup kontroversial dan bisa diperdebatkan. Khalid Ali Sabah mencetak gol lewat penalti setelah wasit menganggap Rizky Ridho menyikut lawan di area terlarang.
Agaknya Ridho mencoba untuk melakukan duel shoulder to shoulder, namun Nasrullo Kabirov menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran keras berujung kartu kuning.
Kontroversi kembali dilakukan wasit Narrsullo pada pertengahan babak kedua, wasit Nasrullo Kabirov kembali tak bereaksi apa-apa ketika Marselino Ferdinan dengan jelas didorong oleh pemain Qatar U-23.
Padahal situasinya Marselino bisa saja memperoleh peluang emas, tetapi dorongan dari pemain bernomor punggung 5, Al Hashimi Moh Saldin, bukan dianggap pelanggaran.
Pada pertengahan babak kedua, wasit Nasrullo Kabirov kembali tak bereaksi apa-apa ketika Marselino Ferdinan dengan jelas didorong oleh pemain Qatar U-23.
Padahal situasinya Marselino bisa saja memperoleh peluang emas, tetapi dorongan dari pemain bernomor punggung 5, Al Hashimi Moh Saldin, bukan dianggap pelanggaran.
VAR juga dinilai ikut Blberat sebelah dalam pertandingan tersebut, pasalnya wasit Nasrullo Kabirov juga cenderung pelit meminta asistensi VAR jika Qatar U-23 melakukan pelanggaran.
Sebaliknya, jika Timnas Indonesia U-23 yang melakukan pelanggaran, operator VAR langsung memberikan instruksi.
Ini terjadi ketika Ivar Jenner dikartu merah, wasit enggan melakukan pengecekan VAR dan langsung memberikan keputusan. Sedangkan pelanggaran keras Saifeldeen Fadlalla terhadap Witan Sulaeman hanya berbuah kartu kuning walau sang wasit mulanya sudah memegang kartu merah.
Sementara itu, Qatar memimpin Grup A Piala Asia U-23 2024 dengan 3 poin, disusul Australia dan Yordania yang punya satu poin seusai imbang 0-0. Indonesia sementara menjadi juru kunci dengan nirpoin.
Editor : melatisan
Tag :#Wasit Kotroversial #Piala Asia U-23 2024
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
HASIL FIFA SERIES 2026; DEBUT MANIS HERDMAN, TIMNAS MENANG 4-0 ATAS SAINT KITTS AND NEVIS
-
BAMBANG HARTONO, BOS DJARUM YANG BAWA COMO PROMOSI KE SERIE-A MENINGGAL DUNIA
-
WADUH, SENEGAL BATAL JUARA PIALA AFRIKA. INI PENYEBABNYA
-
IRAN MUNDUR DARI PIALA DUNIA 2026, MENTERI OLAHRAGA: “DALAM KEADAAN APA PUN KAMI TIDAK BISA BERPARTISIPASI
-
MASA SULIT MEES HILGERS DI TWENTE, DARI BEK MAHAL MENUJU STATUS BEBAS TRANSFER
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK