HOME OLAHRAGA KOTA SAWAHLUNTO

  • Jumat, 16 Oktober 2026

KONI Sawahlunto Capai Target 50 Emas Di Porprov 2026, Jhon Reflita Bergerilya Beri Reward Kepada Atlet

H Jhon Reflita mendatangi Venue Cabor Panjat Tebing di Kabupaten Padang Pariaman. FPTI Kota Sawahlunto berhasil meraih 18 emas dan menjadi juara umum di ajang Porprov 2026
H Jhon Reflita mendatangi Venue Cabor Panjat Tebing di Kabupaten Padang Pariaman. FPTI Kota Sawahlunto berhasil meraih 18 emas dan menjadi juara umum di ajang Porprov 2026

KONI Sawahlunto Capai Target 50 Emas di Porprov 2026, Jhon Reflita Bergerilya Beri Reward kepada Atlet

Sawahlunto *Minangsatu)  - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto berhasil memenuhi target perolehan 50 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Berdasarkan data yang dirilis KONI Kota Sawahlunto setelah penutupan Porprov, Rabu (14/10/2026), kontingen Kota Arang mengumpulkan 54 medali emas, 55 perak, dan 87 perunggu, dengan total 196 medali.

Meski berhasil melampaui target medali emas, Sawahlunto belum mampu mencapai sasaran awal untuk menembus lima besar. Berdasarkan klasemen akhir yang dirilis KONI Sumatera Barat, Sawahlunto berada di peringkat ketujuh.

Di balik capaian tersebut, kepemimpinan Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, menjadi bagian dari upaya menggerakkan pembinaan olahraga dan memberikan perhatian kepada atlet. Selain mengawal persiapan kontingen, Jhon juga memberikan reward pribadi kepada atlet yang berhasil meraih medali.

Prestasi Meningkat Dibandingkan Porprov 2018

Perolehan medali Sawahlunto pada Porprov 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan keikutsertaan pada Porprov Sumatera Barat 2018.

Pada Porprov 2018, Sawahlunto berada di peringkat ke-10 dengan raihan 30 medali emas, 28 perak, dan 49 perunggu, atau total 107 medali.

Sementara pada Porprov 2026, Sawahlunto mengumpulkan 54 emas, 55 perak, dan 87 perunggu, dengan total 196 medali. Artinya, perolehan emas meningkat sebanyak 24 medali, sedangkan total medali bertambah 89 keping dibandingkan delapan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi pembinaan olahraga Sawahlunto. Namun, belum tercapainya target lima besar juga menjadi pekerjaan rumah bagi KONI bersama pengurus cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.

Dipercaya Memimpin KONI Sejak 2024

H. Jhon Reflita, SH  terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kota Sawahlunto melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musyorkotlub) pada 2024. Saat itu, pencalonannya mendapat dukungan dari 33 cabang olahraga yang tergabung dalam Forum Penyelamatan Olahraga Sawahlunto.

Sebelum memimpin KONI, Jhon dikenal aktif mendukung kegiatan olahraga, termasuk saat menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sawahlunto.

Sebagai pengusaha di bidang pertambangan batu bara, Jhon juga telah lama memberikan dukungan terhadap pembinaan sejumlah cabang olahraga, di antaranya kempo, wushu, bola voli, dan taekwondo.

Kepemimpinannya di KONI berlangsung pada masa pemerintahan Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah. Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga di Kota Sawahlunto.

Dari Tempat Latihan di Talawi, Lahir Atlet Berprestasi Nasional dan Internasional

Komitmen Jhon Reflita dalam mendukung pembinaan olahraga telah berlangsung jauh sebelum dirinya dipercaya memimpin KONI Kota Sawahlunto. Salah satunya melalui pembinaan cabang olahraga Shorinji Kempo yang menjadikan kediamannya di Kecamatan Talawi sebagai tempat latihan atlet.

Tempat tersebut tidak hanya digunakan untuk latihan kempo, tetapi juga menjadi lokasi kegiatan olahraga bersama masyarakat setiap Minggu.

Pembinaan yang berjalan di lingkungan tersebut turut melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sawahlunto di tingkat nasional hingga internasional. Dua di antaranya adalah Almadi dan Ari Pramanto, atlet kempo asal Sawahlunto yang kini juga berperan sebagai pelatih.

Almadi berhasil meraih medali emas cabang olahraga Shorinji Kempo pada SEA Games 2013 di Myanmar, nomor randori putra kelas 50–55 kilogram. Ia juga tampil pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Indonesia.

Sementara itu, Ari Pramanto menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua dan PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Kedua medali emas tersebut diraihnya pada nomor randori kelas 70 kilogram.

Kini, Almadi dan Ari Pramanto turut mengabdikan diri sebagai pelatih kempo di Sawahlunto. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam meneruskan pembinaan dan menyiapkan atlet-atlet baru agar mampu mengikuti jejak prestasi para pendahulunya.

Pembinaan berkelanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun prestasi olahraga. Dukungan terhadap tempat latihan, pelatih, dan atlet diharapkan dapat memperkuat regenerasi sekaligus memperluas peluang Sawahlunto melahirkan atlet berprestasi.

Reward Spontan untuk Atlet Peraih Medali

Pada pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, Jhon Reflita juga memberikan reward pribadi kepada atlet Sawahlunto yang berhasil meraih medali.

Besaran reward yang diberikan yakni Rp2 juta untuk peraih medali emas, Rp1 juta untuk perak, dan Rp500 ribu untuk perunggu.

Pemberian reward tersebut merupakan inisiatif pribadi Jhon dan tidak termasuk dalam program kerja maupun anggaran KONI. Keputusan itu muncul setelah ia mendapat kabar bahwa tim panahan Sawahlunto berhasil meraih tiga medali emas pada hari pertama pertandingan, sebuah hasil yang melampaui perkiraan awal.

Bagi Jhon, pemberian reward tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet yang telah membawa nama Kota Sawahlunto dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

“Demi Kota Sawahlunto, apa pun akan saya lakukan,” demikian prinsip yang disampaikannya dalam memberikan dukungan terhadap olahraga daerah.

Bergerilya ke Berbagai Venue untuk Menyerahkan Reward

Pelaksanaan Porprov 2026 tersebar di sejumlah daerah, tidak hanya di Kota Padang, tetapi juga di Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kondisi tersebut membuat pertandingan atlet Sawahlunto berlangsung di lokasi yang berjauhan. Meski demikian, Jhon berupaya mendatangi sejumlah venue pertandingan untuk menyerahkan reward secara langsung kepada atlet peraih medali.

Ketika terkendala waktu dan jarak sehingga tidak dapat hadir di lokasi pertandingan, ia meminta pengurus cabang olahraga menyampaikan nomor rekening atlet maupun pelatih agar reward dapat ditransfer.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian kepada atlet yang telah berjuang sepanjang pertandingan. Apresiasi diberikan kepada peraih medali tanpa membedakan cabang olahraga maupun lokasi pertandingan.

Honorarium Pengurus Diprioritaskan untuk Mendukung Olahraga

Perhatian Jhon terhadap pembinaan olahraga juga tercermin dari cara ia mengelola dukungan bagi organisasi. Ia disebut tidak mengambil honorarium yang menjadi haknya selama memimpin KONI, melainkan membagikannya kepada pengurus lainnya.

Kebutuhan konsumsi berupa makanan dan minuman di kantor KONI juga kerap ditanggung menggunakan dana pribadinya.
Sikap tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa anggaran organisasi olahraga perlu diarahkan untuk mendukung kebutuhan atlet dan cabang olahraga, bukan terserap terlalu besar untuk urusan administrasi.

Bagi pembinaan olahraga, dukungan terhadap atlet tidak hanya diperlukan saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan, latihan, pemenuhan kebutuhan teknis, serta peningkatan kualitas pelatih.

Target Lima Besar Menjadi Pekerjaan Rumah

Capaian 54 medali emas pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026 menunjukkan bahwa Sawahlunto berhasil melampaui target awal 50 emas. Dibandingkan Porprov 2018, jumlah medali yang diraih juga meningkat cukup besar.

Namun, posisi ketujuh pada klasemen akhir menunjukkan bahwa peningkatan perolehan medali belum cukup untuk membawa Sawahlunto mencapai target lima besar.

Ke depan, KONI Sawahlunto bersama pemerintah daerah dan seluruh pengurus cabang olahraga perlu menjadikan hasil Porprov 2026 sebagai bahan evaluasi, terutama dalam memetakan cabang olahraga potensial, memperkuat pembinaan atlet sejak dini, serta meningkatkan kualitas persiapan menghadapi kompetisi.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, prestasi yang telah diraih diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah medali, tetapi juga menjadi fondasi untuk membawa olahraga Sawahlunto bersaing lebih baik pada Porprov mendatang.


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :KONI Sawahlunto, Capai Target, 50 Emas, di Porprov 2026, Jhon Reflita, Bergerilya, Beri Reward, kepada Atlet

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com