- Senin, 23 Februari 2026
Kiprah Tan Malaka Dalam Pergerakan Dunia, Jejak Revolusioner Dari Minangkabau Ke Asia Dan Eropa
Kiprah Tan Malaka dalam Pergerakan Dunia, Jejak Revolusioner dari Minangkabau ke Asia dan Eropa
Oleh: Sayyid Sufi Mubarok
Nama Tan Malaka tercatat dalam banyak dokumen pergerakan internasional awal abad ke-20. Di Sumatera Barat, ia dikenang sebagai tokoh kelahiran Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang jejaknya melampaui batas Indonesia. Kiprah Tan Malaka dalam pergerakan dunia tidak hanya terjadi di tanah air, tetapi juga di Eropa dan Asia dalam jaringan gerakan anti-kolonial.
Tan Malaka lahir dengan nama Ibrahim pada 2 Juni 1897. Ia menempuh pendidikan di Kweekschool di Bukittinggi sebelum melanjutkan studi ke Belanda. Sejak di Eropa, ia mulai aktif dalam organisasi dan diskusi politik yang menentang kolonialisme.
Dari Belanda ke Arena Internasional
Saat berada di Belanda, Tan Malaka terlibat dalam aktivitas politik yang memperjuangkan kemerdekaan Hindia Belanda. Ia kemudian kembali ke tanah air dan aktif dalam gerakan buruh serta pendidikan.
Tekanan politik membuatnya harus meninggalkan Indonesia. Sejak awal 1920-an, perjalanan hidupnya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Ia pernah berada di Jerman, Rusia, Tiongkok, Filipina, hingga Thailand. Mobilitas ini membuat kiprah Tan Malaka dalam pergerakan dunia terhubung dengan jaringan gerakan kiri internasional dan kelompok anti-imperialis di berbagai negara.
Dalam periode tersebut, ia aktif menulis dan menyampaikan gagasan tentang kemerdekaan dan pembebasan bangsa-bangsa terjajah. Salah satu karyanya yang dikenal adalah “Naar de Republiek Indonesia” yang terbit pada 1925, berisi gagasan tentang bentuk negara republik bagi Indonesia.
Pemikiran dan Aktivitas Politik
Tan Malaka dikenal sebagai pemikir yang produktif. Ia menulis sejumlah karya yang membahas strategi perjuangan, pendidikan, dan revolusi. Dalam perjalanannya, ia juga pernah terlibat dengan Komintern, organisasi internasional yang berpusat di Moskwa, sebelum kemudian mengambil jalannya sendiri dalam perjuangan politik.
Kiprah Tan Malaka dalam pergerakan dunia memperlihatkan posisinya sebagai tokoh yang berpikir melampaui batas wilayah. Ia melihat perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dari gelombang global melawan kolonialisme.
Setelah Proklamasi 1945, Tan Malaka kembali aktif di Indonesia. Ia terlibat dalam dinamika politik awal republik, termasuk membentuk Persatuan Perjuangan yang mendorong sikap tegas terhadap Belanda dalam perundingan.
Akhir Perjalanan dan Pengakuan Negara
Tan Malaka wafat pada 21 Februari 1949 di Jawa Timur dalam situasi konflik internal pada masa revolusi. Bertahun-tahun kemudian, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1963.
Kiprah Tan Malaka dalam pergerakan dunia menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak berdiri sendiri. Dari Minangkabau, ia membawa gagasan yang berkeliling dunia dan kembali ke tanah air dalam fase revolusi. Hingga kini, namanya tetap menjadi bagian penting dalam diskusi tentang sejarah pergerakan nasional dan jaringan perjuangan global abad ke-20.
Editor : melatisan
Tag :Kiprah, Tan Malaka, Pergerakan Dunia, Jejak Revolusioner, Minangkabau, Asia, Eropa
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERJUANGAN MOHAMMAD HATTA DARI BUKITTINGGI HINGGA PROKLAMASI KEMERDEKAAN
-
BIOGRAFI BUYA HAMKA DAN PEMIKIRANNYA, ULAMA MINANGKABAU YANG MENINGGALKAN JEJAK DI DUNIA ISLAM DAN SASTRA
-
SEJARAH MIGRASI BESAR PERANTAU MINANG KE MALAYSIA, JEJAK RANTAU SEJAK ABAD KE-19
-
PERAN SURAU DALAM PENDIDIKAN TRADISIONAL MINANGKABAU, DARI MENGAJI HINGGA MEMBENTUK KARAKTER PEMUDA
-
KONFLIK ADAT DAN AGAMA DALAM SEJARAH MINANGKABAU, DARI PERANG PADRI HINGGA LAHIRNYA KONSENSUS
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN