HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN PASAMAN
- Selasa, 18 Agustus 2020
Ketua DPRD Pasaman Launching Sentra UMKM Gopas Kuliner
Lubuk Sikaping (Minangsatu) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Bustomi SE secara resmi melaunching salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai sentra oleh-oleh yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 tahun 2020.
Dalam acara launching sentra UMKM tersebut, langsung dipimpin oleh CEO Gopas Kuliner, Ny. Selvia Dewi Pohan Bustomi dan dihadiri oleh Anggota DPRD Pasaman Rahmi Wahidah, Bidang Humasy Kominfo, Wali Nagari Aia Manggih terpilih Abdi Yusran dan sejumlah masyarakat serta para jurnalis.
Ketua DPRD Pasaman, Bustomi SE mengatakan momentum HUT RI 17 Agustus 2020 ini sebagai bentuk patriotisme untuk memotivasi dalam menggerakan sentra UMKM yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.
"Dalam kurun beberapa bulan ini, negara kita ditimpa wabah Covid-19 yang luar biasa. Salah satu sektor yang sangat terdampak bahkan ada gulung tikar yaitu sentra UMKM. Mereka tidak mampu bertahan ditengah ketidakpastian lama wabah Covid-19 ini. Makanya kita harus turun tangan bersama membangkitkan kembali sentra UMKM ini," terang Ketua DPRD Pasaman, Bustomi didampingi Ny. Selvia Dewi di Lubuk Sikaping, (17/8).
Bustomi menyampaikan, kedepan pihaknya akan memberikan pendampingan serius terhadap mereka yang ingin memajukan usahanya khusus dibidang UMKM.
"Kemarin kami juga sudah membuka sentra Sayur sekitar 20 hektare lebih di Kecamatan Dua Koto. Kemudian dengan dilaunchingnya 'Gopas Kuliner' ini sebagai bentuk bangkitnya kembali UMKM Pasaman setelah sekian bulan terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19. Kedepan kita akan bersama-sama dalam memajukan produk UMKM Pasaman agar menjadi sumber ekonomi yang menguntungkan masyarakat," tambah Bustomi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman.
Hal senada juga disampaikan CEO Gopas Kuliner, Ny. Selvia Dewi Pohan Bustomi, bahwa dengan terjun secara langsung dalam membuat sentra oleh-oleh ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk maju bersama kedepannya.
"Saat ini di Gopas Kuliner sudah kami produksi berbagai macam produk UMKM. Diantaranya Abon Ikan Mas Pasaaman (Abonpas), Kripik pisang uni suka, Seruni, Kipang dan Kacang goreng," papar Selvia Dewi.
Pihaknya kata Selvia, akan mengedepankan kualitas mutu produk agar bisa menjadi ikon oleh-oleh khas Pasaman.
"Kita akan pertahankan rasa dan brandnya Pasaman. Agar kedepan bisa menjadi ikon UMKM Pasaman baik secara lokal dan segera Go Nasional. Alhamdulillah dalam satu bulan ini sudah mulai kami pasarkan ke Sulawesi Selatan, Riau, Kerinci dan Jakarta dengan pemasaran secara online," katanya.
Sementara Wali Nagari Aia Manggih terpilih, Abdi Yusran mengaku sangat menyambut baik terobosan dalam memajukan sentra UMKM tersebut.
"Ini sangat kami sambut dengan semangat. Kaum Ibu harus kreatif dalam membuat produk agar bernilai ekonomis. Karena UMKM merupakan salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat saat ini. Ini harus kita dukung dan didorong bersama," ungkap Abdi Yusran.
Abdi Yusran juga mengatakan nantinya bakal memberikan pendampingan dari pemerintahan agar sentra UMKM ini diperhatikan kemajuannya.
Editor : melatisan
Tag :#Kuliner #Pasaman
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SILATURRAHMI PBTS, KETUA DPRD PASAMAN NELFRI ASFANDI: PERS ADALAH MITRA PENTING
-
PEDULI, KETUA DPRD PASAMAN NELFRI ASFANDI DONOR DARAH BERSAMA PMI
-
SAPI KURBAN PRESIDEN PRABOWO UNTUK WARGA ALAHAN MATI, BUPATI PASAMAN: WUJUD KEPEDULIAN UNTUK MASYARAKAT
-
EKA HARIANI SANDRA SERUKAN SEMANGAT PEREMPUAN UNTUK KEMAJUAN BANGSA
-
RANO KARNO DAN BUPATI PASAMAN SEPAKAT JADIKAN BONJOL MAGNET PARIWISATA HISTORIS, RUMAH BUDAYA SUKARNO M. NUR SIAP DIBANGUN
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI