HOME PARIWISATA KOTA SOLOK

  • Senin, 12 Oktober 2026

KEN Rang Solok Baralek Gadang Diwarnai Pawai Budaya, Munculkan Kesenian Anak Nagari

Kota Solok (Minangsatu) - Acara Karisma Nusantara (KEN) Rang Solok Baralek Gadang Tahun 2026 resmi diselenggarakan kembali. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini untuk kelima kalinya di kota Solok mulai tanggal 10 hingga 13 Oktober. 

Untuk tahun ini, kegiatan akan diadakan di Lapangan Merdeka - Pusat Kota Solok dan acara seni Anak Nagari di kawasan Sawah Solok.

Acara pembukaan yang diawali dengan penampilan grup drumband MtSN Kota Solok dan parade budaya Instalasi Jerami dengan panggung kehormatan di depan Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Jalan Sudirman Solok Kota, Sabtu, (10/10/26) mendapat banyak perhatian dari masyarakat dan tamu undangan. 

Parade ini menampilkan kekayaan tradisi Minangkabau melalui atraksi yang ditampilkan di 13 desa di kota Solok, termasuk prosesi Manyaratuih hari, Tunduak Alek Gadang, Alek Arak Bako, Malapeh dan Mananti Marapulai, Batagak Rumah Gadang, Prosesi Turun ke Ladang, hingga Parade Instalasi Jerami, yang dipersembahkan oleh guru-guru SMP/MTsN yang semuanya mencerminkan filosofi hidup masyarakat agraris di Solok.

Pembukaan acara Rang Solok Baralek Gadang ini dibuka oleh Wali Kota Sol9k Ramadhani Kirana Putra yang hadir, Anggota DPD RI Irman Gusman, Gubernur Sumbar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Solok Selatan yang diwakili H. Taufik Efendi, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Niniak Mamak serta para tamu undangan lainnya.

Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan bahwa RSBG bukan hanya sebuah festival, tetapi juga cerminan identitas masyarakat Solok. "Rang Solok Baralek Gadang adalah cerminan dari siapa kita: masyarakat Minangkabau yang teguh memegang tradisi, berpegang teguh pada agama, dan bangga akan tanah kelahirannya." 

Event ini bukan sekadar perayaan, tetapi cerminan kekayaan tradisi, nilai-nilai adat, dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Kota Solok,"ujar Wali Kota.
Melalui event ini, kita menjaga warisan leluhur, memperkuat kebersamaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta mempromosikan pariwisata Kota Solok ke tingkat yang lebih luas.

Ia menegaskan, pariwisata melalui RSBG adalah bagian dari upaya menjadikan Solok sebagai “Kota Beras Serambi Madinah”, sekaligus ruang bagi UMKM, seniman, dan generasi muda untuk berkarya.

Gubernur Sumbar diwakili Plt Sekda Yozarwandi Usman Putra  memberi apresiasi dan mendukung penuh terhadap terselenggaranya event ini. “RSBG adalah langkah nyata mendorong pariwisata melalui promosi budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas dan citra Kota Solok. 

Nuansa budaya semakin terasa melalui penampilan tari massal Tapak Kubuang Tigo Baleh yang dibawakan siswa-siswi SMP se-Kota Solok. Pertunjukan tersebut mengangkat semangat perjuangan, kepemimpinan adat, dan kebersamaan dalam membangun ranah kehidupan yang berlandaskan adat.

Gerakan para penari yang berpadu dalam satu kesatuan merepresentasikan nilai gotong royong dan musyawarah. Pesan yang disampaikan pun jelas: perjalanan sejarah dan pembentukan suatu wilayah tidak terlepas dari persatuan, penghormatan terhadap leluhur, serta komitmen menjaga adat secara bersama-sama.
Festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat luas, mulai dari pawai budaya, permainan anak nagari, bakawua, prosesi ka sawah, silek tuo, seni pertunjukan, peragaan busana, hingga kegiatan membatik bagi generasi milenial.

Pengunjung juga menyaksikan diarena pembukaan puluhan tenda tenda yang diisi 11 Dekranasda Sumatera Barat menampilkan kerajinan Ekraf Asosiasi Batik UMKM, dan BUMN/D  serta kuliner khas Kota Solok dari PKL.
Selanjutnya acara prosesi Bakaua, salah satu tradisi adat Minangkabau yang menjadi bagian dari rangkaian perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) Tahun 2026 yang digelar Minggu (11/10/26) pagi di Hamparan Sawah Solok  mendapat perhatian dan sambutan dari masyarakat juga menampilkan kesenian anak nagari  seperti Basilek Basilumuh, Maelo Upiah dalam Sawah, Maangkuik padi dari sawah dan Malunyah Sawah.

Prosesi Bakaua yang merupakan prosesi turun ke sawah tradisi turun-temurun yang sarat makna kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan keberkahan dan kesejahteraan masyarakat. Tradisi ini juga menjadi wujud pelestarian nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Bakaua yang dipimpin oleh Ketua LKAAM H Rusli Kh Suleman, diikuti oleh Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, Ketua DPRD Fauzi Rusli, Wakil Walikota Solok Suryadi Nurdal dan pejabat lainnya merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Solok dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaannya juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Rang Mudo, dan Puti Bungsu. Keterlibatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kesinambungan adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. (zulnazar) 


Wartawan : Zul Nazar
Editor : boing

Tag :KEN, Rang Solok Baralek Gadang, Diwarnai Pawai Budaya, Munculkan Kesenian, Anak Nagari

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com