HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 31 Maret 2022
Kelangkaan Minyak Goreng Ikut Dibicarakan Pada Forum High Level Meeting Pemprov Sumbar
Pd. Panjang (Minangsatu) - Kelangkaan minyak goreng (Migor), menjadi salah satu topik ikut dibahas dalam forum Memitigasi Resiko inflasi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 1443 H oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan diikuti utusan Kab/Kota se- Sumbar ini diwujudkan dalam agenda High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumbar, bertempat di Excellence Room Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Rabu (30/3/2022) kemaren.
Forum HLM ini dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Wardarusmen, S.E, M.M, dan turut dihadiri langsung Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama A., kepala Dinas Pangan Sumbar, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, OPD dan unsur terkait lainnya tingkat Provinsi Sumatera Barat (Bulog, Hiswana Migas, dan lainnya).
Di kesempatan ini, juga hadir Sekretaris Daerah dan Kabag Perekonomian seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar. Untuk Kota Padang Panjang, hadiri Asisten Administrasi Umum, Martoni, S.Sos, M.Si dan Kabag Perekonomian dan SDA, Putra Dewangga, S.S, M.Si.
Menurut Putra Dewangga, dalam HLM ini dilaporkan pertumbuhan ekonomi Sumbar 2020 terkontraksi sampai -1,62%. Namun tahun 2021 sudah mulai tumbuh positif di angka 3,29%. Tahun 2022 diperkirakan bisa naik di kisaran 4,50% sampai dengan 5%.
Untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi lebih lanjut, Sumbar memerlukan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya adalah fokus pada mengembangkan pariwisata, terang Putra.
Sementara, Martoni yang mewakili Sekdako selaku Ketua Harian TPID Kota Padang Panjang mengungkapkan, terkait minyak goreng curah juga dibahas dalam forum HLM tersebut. Diperoleh informasi, produksi dari empat produsen minyak curah yang ada di Sumbar pada dasarnya mencukupi. Bahkan, melebihi kebutuhan minyak goreng Sumbar. Namun, untuk daerah yang jauh terkendala dengan transportasi karena adanya kelangkaan solar.
"Ke depan, akan diupayakan agar minyak goreng sawit curah ini dapat disalurkan melalui distributor yang ada di Kabupaten/Kota. Termasuk di Kota Padang Panjang. Kami minta semua pihak dapat ikut memantau ketersediaan minyak goreng curah sehingga tidak terjadi kelangkaan di Kota Padang Panjang,” tutur Martoni.*
Editor : Benk123
Tag :#bi, #tpid
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANK NAGARI MASUK JAJARAN BANK TERBAIK DUNIA VERSI MAJALAH FORBES, GUBERNUR MAHYELDI BERIKAN APRESIASI
-
GUBERNUR MAHYELDI: EKONOMI SUMBAR TUMBUH POSITIF, BUKTI EFEKTIFNYA KERJA KERAS BERSAMA
-
GUBERNUR MAHYELDI KATAKAN EKONOMI SYARIAH HARUS DIKUATKAN
-
GENJOT PAD SEKTOR PAJAK KENDARAAN, PEMPROV SUMBAR SEDIAKAN SAMSAT KIOSK CEPAT, MUDAH
-
PEMPROV SUMBAR GANDENG DOMPET DHUAFA, DORONG PEMULIHAN EKONOMI PASCABENCANA LEWAT PEMBIAYAAN UMKM TANPA BUNGA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG