HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Selasa, 2 Oktober 2018
Kebudayaan Harus Jadi Benteng Moral Generasi Muda Menangkal LGBT Di Sumbar
PADANG (Minangsatu) - Perkembangan global yang begitu dahsyat dapat merusak generasi dan masyarakat kita. Karena itu merumuskan pokok-pokok pikiran kebudayaan Sumatera Barat mesti kita lakukan, sehingga dapat menjelaskan nilai-nilai kebudayaan itu dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda dan masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, provinsi dan kabupaten/kota se Sumatera Barat, di Padang, Selasa (2/10/2018).
Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, kita prihatin dengan perkembangan prilaku LGBT di kalangan generasi muda yang saat ini merisaukan hati dan pikiran kita. LGBT itu merupakan prilaku yang dilarang agama manapun, apalagi Islam, yang sekaligus juga tidak cocok dengan nilai-nilai budaya minang - Sumatera Barat.
Karena itulah kita membentuk Dinas Kebudayaab sebagai sebuah kebijakan, penting mengurus dan mengelola nilai-nilai kebudayaan sebagai upaya menjaga identitas masyarakat di daerah.
"Kebudayaan merupakam instansi masa depan dalam membangun peradaban untuk kejayaan bangsa," ujar Nasrul Abit.
Wagub Nasrul Abit, juga menyampaikan sesuai UU Nomor 5 tahun 2017, tentang pemajuan Kebudayaan. Dalam ketentuan setiap daerah mesti merumuskan pokok pikiran kebudayaan daerah yang terkait dengan keadaan terkini, SDM Kebudayaan, sarana prasarana potensi masalah pemajuan kebudayaan dan analisis rekomendasi untuk implementasi pemajuan kebudayaan kabupaten/kota.
Dalam penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah diharapan para budayawan hingga pengiat kebudayaan dan pemangku kepentingan, menyusunan pemajuaan kebudayaan daerah. Penyusunan pokok pikiran kebudayaan ini hendaknya dapat menjawab kebutuhan dan penyelesaian dari persoalan tantangan kebudayaan yang ada.
Aspek yang perlu dilihat dalam penyusunan stategi kebudayaan daerah disampaikan oleh daerah melalui provinsi yang bersifat bottom-up (dari bawah ke atas), membuka ranah yang lebih demokratis tetapi tentu memberikan tantangan lain persoalan waktu.
"Namun saya yakin penyusunan ini akan dapat menjadi landasan kebudayaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkap Nasrul Abit.
Hadir dalam acara rakor percepatan penyusunan pokok pikiran kebudayaan ini, utusan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan Provinsi, kab/ko se Sumatera Barat, para budayawan, Kepala BPNB dan BPCB Sumbar.
(Rel)
Editor :
Tag :#RakorPenyusunanPokokPikiran#KebudayaanSumbar#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR SALURKAN 2,1 TON RENDANG UNTUK KORBAN BENCANA DI NTT
-
PARA PENSIUNAN SAKATO TUO PEMPROV SUMBAR RAJUT SILATURRAHMI, SETELAH 3 TAHUN VAKUM
-
GUBERNUR MAHYELDI; SINERGI DENGAN IKA LEMHANNAS DAPAT TANAMKAN NILAI KEBANGSAAN KEPADA GENERASI MUDA SUMBAR
-
SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI DAN KOTA PADANG, PT SEMEN PADANG SUMBANGKAN 326 KANTONG DARAH KE PMI
-
PEMPROV SUMBAR TARGETKAN HIMPUN 1 TON RENDANG UNTUK KORBAN BENCANA NTT
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG