HOME OLAHRAGA KOTA SOLOK

  • Senin, 22 November 2021
Jungkalkan PS Eksbatam, PS Symphony Raih Trophy Di Guguak
Coach Darwin Prawira menyerahkan trophy dan tabanas kepada Presiden Klub PS Symphony, TE, Minggu (21/11) malam, saat merayakan kemenangan tim di Memo Resto, Solok

Guguak (Minangsatu) - Jungkalkan PS Eksbatam, PS Symphony Solok menang 2-1 pada partai final, sekaligus meraih trophy juara satu Turnamen Sepakbola 35Up yang digelar Alumni 99 SMP3 Guntal, bertempat di Lapangan Melati, Guguak, Kabupaten Solok, Minggu (21/11).

Keberhasilan PS Symphony yang diperkuat para legenda sepakbola di Solok Raya ini semula tak diperkirakan oleh lawannya, PS Eksbatam. 

Maklum kesebelasan yang diperkuat para pemain yang pernah merumput di Batam, Kepri ini rata-rata pemainnya berusia di bawah 40 tahun.

Sebaliknya, para pemain PS Symphony justru berusia di atas 40 tahun. Bahkan kapten tim, Taufik Irama yang berdiri tegar di bawah mistar gawang PS Symphony telah berusia lebih 50 tahun!

Dua gol PS Symphony tercipta di babak pertama. Gol pertama PS Symphony diciptakan oleh Jhona Bhayangkara ketika kiper PS Eksbatam melakukan blunder, dan disambut dengan sepakan manis oleh pemain berpostur jangkung ini. 

Dan gol kedua dilesakkan oleh Victor Putiray setelah aksi solo run nya dari sisi kiri gari pertahanan PS Eksbatam berhasil memperdaya sejumlah pemain belakang lawan. Lalu, dengan kaki kiri, Victor Putiray melepaskan tendangan gledek yang tak dapat ditahan oleh penjaga gawang PS Eksbatam.


Dan di babak kedua, PS Eksbatam memperkecil kekalahan mereka dengan gol semata wayang. 

Skor 2-1 untuk PS Symphony bertahan hingga peluit akhir.

Turnamen yang diikuti sepuluh tim ini, pada babak awal memainkan sistem setengah kompetisi dengan dua grup. Juara dan runner up melaju ke semi final. Akhirnya di partai final PS Symphony menunjukkan kelasnya. 

"Kita tak pernah kalah di babak grup. Dan alhamdulillah meraih trophy juara," kata duet pelatih PS Symphony Darwin Prawira dan Joni Pribudi kepada Minangsatu di Momen Resto, Solok, ketika merayakan keberhasilan tim mereka.

Keduanya merasa gembira dan mengapresiasi para pemainnya.


"Meskipun kita kalah umur, bahkan sempat dianggap remeh oleh lawan, ternyata para pemain mampu mengikuti strategi yang kita siapkan," tutur Joni Pribudi yang diamini Darwin Prawira.

Dikatakan, untuk mengimbangi lawan yang menang kecepatan, pelatih PS Symphony sengaja menerapkan strategi ball posesion dan bermain sabar. 

"Ketika kiper lawan blunder, kita berhasil membuat gol. Unggul satu gol, ternyata lawan kocar-kacir. Mungkin karena ada rasa meremehkan itu. Ketika kocar-kacir itu, kita kembali membuat gol dengan aksi individu Victor," sebut Darwin Prawira.

Atas keberhasilan itu, PS Symphony--klub hobi beranggotakan para legenda sepakbola Solok Raya yang baru dua tahun aktif--sudah menorehkan sejumlah prestasi.

"Kita menyalurkan hobi, mencari keringat sambil merajut silaturahmi," ujar Joni Pribudi, sambil menyebut tim besutannya itu rutin latihan dua kali sepekan di Lapangan Merdeka Kota Solok.*


Wartawan : TE
Editor : Benk123

Tag :#kotasolok