HOME VIRAL UNIK

  • Minggu, 18 Januari 2026

Jangan Remehkan Kata "Saketek" Bahasa Minang! Di Balik Artinya Yang Kecil, Tersimpan Makna Syukur Yang Besar

Bahasa Minang
Bahasa Minang

Jangan Remehkan Kata "Saketek" Bahasa Minang! Di Balik Artinya yang Kecil, Tersimpan Makna Syukur yang Besar

Oleh: Andika Putra Wardana


Seringkali kita mendengar orang Sumatera Barat mengucapkan kata "saketek" dalam percakapan sehari-hari, misalnya saat tawar-menawar di pasar atau saat meminta bantuan. Secara harfiah, arti saketek bahasa Minang memang sesederhana "sedikit" atau jumlah yang kecil. Namun, bagi masyarakat Minangkabau yang kaya akan falsafah hidup, kata ini bukan sekadar satuan hitungan matematika belaka. Di balik penggunaannya, tersimpan nilai kerendahan hati dan etika sopan santun yang sangat dijunjung tinggi.

Dalam pergaulan sosial, penggunaan kata ini sering kali menjadi tameng kesopanan. Ketika seseorang meminta sesuatu, mereka cenderung akan berkata "Mintak saketek" (Minta sedikit), meskipun sebenarnya mereka mungkin butuh lebih. Ini bukan berarti mereka basa-basi munafik, melainkan bentuk ajaran adat untuk tidak terlihat rakus (tamak) di depan orang lain. Menggunakan kata saketek bahasa Minang mengajarkan orang untuk tahu diri dan tidak menuntut berlebihan, sebuah sikap mental yang membuat interaksi antarmanusia menjadi lebih segan dan harmonis.

Lebih jauh lagi, konsep "saketek" ini erat kaitannya dengan stigma orang Minang yang sering disebut pelit, padahal sebenarnya mereka adalah perencana keuangan yang ulung. Ada pepatah adat yang berbunyi "Nan saketek dicukuik-kan, nan gadang disamo-ratokan" (Yang sedikit dicukup-cukupkan, yang banyak dibagi rata). Falsafah ini mengajarkan rasa syukur yang luar biasa, bahwa rezeki yang sedikit (saketek) itu harus dikelola dengan cerdas agar cukup untuk kebutuhan hidup, bukan untuk dikeluhkan.

Jadi, memahami makna saketek bahasa Minang akan membuka mata kita tentang cara pandang orang Minang terhadap harta dan rezeki. Bagi mereka, "sedikit" itu bukan berarti kekurangan, melainkan sebuah modal awal yang harus dihargai. Dari yang saketek itulah, dengan kerja keras dan ketekunan, lama-kelamaan akan menjadi bukit. Sebuah pelajaran hidup yang relevan bagi siapa saja yang ingin sukses merintis usaha dari nol.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Bahasa Minang, Saketek, Jangan remehkan, makna

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com