HOME POLITIK PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 9 Juni 2019
Ir H Mulyadi: Bukan Mendiskreditkan Pers Sumbar, Tapi Minta Daya Kritis Dunia Jurnalistik Lebih Tajam
Padang (Minangsatu) - Terkait pernyataan anggota DPR RI Ir H Mulyadi yang diberitakan sejumlah media, berkenaan dengan anggapannya bahwa pers Sumatera Barat (Sumbar), kurang berani mengkritik, baik pemprov Sumbar, maupun pemkab/pemko se-Sumbar, legislator yang selalu gigih memperjuangkan kepentingan alokasi pembangunan di Ranah Minang ini menegaskan bahwa dia justru sebenarnya dalam rangka memperkuat peran dunia jurnalistik dalam rangka mengedukasi, memberdayakan dan mencerahkan masyarakat.
Mulyadi memastikan dirinya tidak dalam rangka mendiskreditkan pers Sumbar. "Pers kedepan harus lebih berani, sehingga pilar terakhir demokrasi bisa berjalan, pola-pola pencitraan tanpa kerja nyata harus mulai dikritik. Pada akhirnya kritik itu justru menjadi pemicu kinerja," tutur anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini.
Sebaliknya, Mulyadi justru ingin peran pers lebih menonjol, termasuk daya kritisnya. "Bahkan terkait dengan kiprah saya sebagai anggota DPR RI pun silakan dikritik. Tidak ada kita yang sempurna, dan kritik yang sehat, kritik yang membangun bisa mengisi kekurangsempurnaan itu," tegas Mulyadi kepada Minangsatu, Minggu (9/6).
Mulyadi memahami kondisi saat ini bahwa ketergantungan pers terhadap pemerintah (pemprov, pemkab/pemko) memang relatif tinggi. Namun dia berharap daya kritis pers tetap dipertahankan.
Untuk itu harus ada yang berupaya menumbuhkan iklim pers yang kritis itu. Bukan malah membiarkan dunia jurnalistik terjebak dalam hubungan dagang/ekonomi belaka! Dan Mulyadi tergerak untuk mengambil peran tersebut. Dia berencana menggelar lomba karya jurnalistik untuk para wartawan yang bekerja di Sumbar.
"Dalam memberdayakan pers sebagai bagian untuk pencerahan dan pecerdasan masyarakat, saya berencana akan membuat lomba karya jurnalistik terkait permasalah yang sering muncul di masyarakat tapi nyaris tidak terinformasikan di media. Hanya dibicarakan di lapau atau di lingkup kecil. Dengan peran media hal tersebut akan menjadi clear dan masyarakat mengetahui hal yang sebenarnya, sesuai fakta yg ada," kata Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar itu.
Untuk mengkongkritkan niatnya ikut menumbuhkan pers Sumbar yang kuat, Mulyadi berencana membuat lomba karya jurnalistik untuk menumbuhkan daya kritis pers dimaksud.
"Hadiahnya saya buat menarik. Kita buat beberapa tema," katanya seraya berencana untuk segera mengajak PWI Sumbar guna menggodok rencana tersebut, termasuk hadiah apa yang menarik bagi para wartawan terbaik itu untuk ikut berpartisipasi.
Dikatakan, kegiatan tersebut bakal jadi ajang menumbuhkan kritik pers, sekaligus menjadi bagian dalam rangka peningkatan profesionalisme wartawan di Sumbar. "Saya rasa polanya (kriteria lomba) dengan pola investigasi sampai tuntas terhadap beberapa permasalahan yang diberikan," ujarnya.
Selain penulisan, cara melakukan investigasi dan mendapatkan data serta informasi yang disampaikan juga menjadi penilaian. "Saya rasa ini menarik. Nanti kita beri hadiah yang cukup menggiurkan," janjinya.
Editor : T E
Tag :Mulyadi #anggota DPRRI FDemokrat
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAHYELDI PAPARKAN PERCEPATAN PERENCANAAN PASCABENCANA KE DPR RI ; SUMBAR BUTUH RP21,4 TRILIUN DARI PUSAT
-
DPRD DAN GUBERNUR SUMBAR SAHKAN RANPERDA KEMUDAHAN BERUSAHA DAN FASILITASI PESANTREN
-
H. ARISAL AZIZ AJAK KADER PAN SUMBAR UNTUK SELALU DEKAT DENGAN RAKYAT
-
KOMISI IV DPR RI APRESIASI POTENSI SUMBAR, SAATNYA SEKTOR UNGGULAN DIANGKAT KE PUSAT
-
GUBERNUR MAHYELDI TARGETKAN RPJMD PROVINSI SUMBAR TAHUN 2025–2029 TUNTAS AWAL JULI MENDATANG
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI