HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PAYAKUMBUH
- Kamis, 10 September 2020
Ini Dia Juara Lomba Lagu Kedaerahan Di Payakumbuh
Payakumbuh (Minangsatu) - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-75 lalu, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) setempat, menggelar lomba lagu kedaerahan secara virtual.
"Kita berharap jangan sampai ada gesekan dengan isu-isu yang tidak bermanfaat bagi kita. Sebenarnya, lomba lagu kedaerahan ini kita ingin mengadakan secara langsung, supaya kita bersama-sama bisa menikmati indahnya ragam kebudayaan kita. Namun karena kondisi Covid-19, diadakan secara virtual," kata ketua panitia lomba Sri Joko Purwanto yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Rabu (9/9) saat mengummkan pemenang lomba itu.
Dikatakan Sri Joko Purwanto, kehadiran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini sebagai alat pemersatu berbagai paguyuban suku bangsa yang ada di Payakumbuh. Dia berharap kedepannya FPK punya ide-ide luar biasa lainnya untuk menyatukan keberagaman suku dan seni yang ada di Indonesia di Payakumbuh.
"Walaupun ada beberapa kendala dalam lomba yang baru pertama kali digelar ini, namun itu tidak begitu berarti. Hikmah positifnya banyak potensi dari khazanah budaya yang ada di Payakumbuh yang dapat digali," sebutnya.
"Kita sampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh pihak yang sudah membantu mensukseskan acara ini, kedepan akan kita kemas lagi kegiatan kebudayaan untuk meningkatkan kekompakan dan persatuan antara suku di Kota Payakumbuh," tambah Sri Joko.
Lima dewan juri adalah Hadiatul Rahmat, An Denitral, Mbak Henni, Jeki Antoni, dan Niken mengumumkan tiga pemenang lomba lagu kedaerahan.
Juara III diperoleh paguyuban Aceh Sepakat atas nama Razak, Juara II diperoleh utusan Paguyuban Pakuwejo atas nama Eka Noviana, sementara Juara I diperoleh utusan Paguyuban Nias, atas nama Kristin Valentina.
"Pemenang diberikan trofi, piagam, dan uang tunai. Kriteria penilaian kami selaku dewan juri salah satunya tetap teknik vokal. Melihat antusias peserta dari paguyuban yang ikut, kita berharap kader-kader terbaik tiap paguyuban dapat memberikan yang lebih baik lagi kedepannya," kata Hadiatul.
Sementara itu, Kakankesbangpol Budhy D Permana dalam kesempatan itu mengatakan baru 3 sampai 4 kota/kabupaten yang memiliki FPK di Sumatera Barat. Payakumbuh termasuk yang menyikapi dengan cepat pembentukan FPK ini.
"Realisasi eksistensi FPK dengan anggaran dari pemerintah dalam bentuk program kegiatan baru Payakumbuh untuk kabupaten/kota di Sumbar," kata Budhy.
Meski di tengah Covid-19, menurut Budhy semangat kebangsaan harus tetap digaungkan, negara dan dunia saat ini sedang dilanda wabah.
"Kita harus menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapinya, semoga wabah ini cepat berlalu dan kita tetap menjadi bangsa yang kuat, ada warga negara yang cinta pada tanah airnya," kata Budhy.
Hadiah lomba diserahkan oleh Kapolres diwakili Kasat Intelkam AKP Luhur Fachri Utomo, Dewan Juri Hadiatul Rahmat, dan Ketua Panitia Sri Joko Purwanto.
Peserta lain juga mendapatkan hadiah kenang-kenangan dari panitia. Turut hadir ketua dan pengurus paguyuban se Payakumbuh seperti Indra Nazwar, Afrizal Aziz, R Siregar, Johan Harefa, dan Hasanudin.
Editor : sc.astra
Tag :#LombaLaguKedaerahan #Payakumbuh #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAKNAI IDUL FITRI 1447 H, YBM PLN UP3 PAYAKUMBUH SALURKAN BANTUAN RP32 JUTA UNTUK TPQ ISTIQLAL, PERKUAT PENDIDIKAN GENERASI QUR’ANI DI LIMA PULUH KOTA
-
HMI DAN KHMI PAYAKUMBUH-LIMA PULUH KOTA HARAP KEPALA DAERAH BERINTEGRITAS DAN BERMORAL
-
PENGURUS PRAMUKA PAYAKUMBUH SALURKAN PULUHAN PAKET SEMBAKO
-
MASJID MUSAFIR PAYAKUMBUH JADI MASJID RAMAH PEMUDIK DI KOTA PAYAKUMBUH
-
WALI KOTA ZULMAETA BUKA PUASA BERSAMA NINIAK MAMAK DAN BUNDO KANDUANG 10 NAGORI PAYAKUMBUH
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK