HOME BIROKRASI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 16 Desember 2021
Gubernur Sumbar Perpanjang Masa Penghapusan Sanksi Pajak Kendaraan Dan Bea Balik Nama
Padang (Minangsatu) - Kabar gembira bagi pemilik kendaraan yang belum membayar pajak. Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi memperpanjang masa penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta pembebasan bea balik nama kendaran bermotor, hingga 15 Maret 2022.
Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Sumbar nomor 47 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Sumbar nomor 41 tahun 2021 tentang Penghapusan Sanksi Administratif Atas Keterlambatan Pembayaran PKB dan BBNKB serta Pembebasan Bea Balik Nama Kendaran Bermotor, yang ditandatangani Gubernur pada 15 Desember 2021.
"Perpanjangan jangka waktu penghapusan sanksi adminstratif adalah karena masih tingginya antusiasme wajib pajak yang belum melakukan pembayaran pajak yang telah lewat jatuh temponya," ungkap Gubernur Mahyeldi, Kamis (16/12/2021)
Selain itu menurut gubernur, karena masih banyaknya masyarakat yang ingin melakukan pemindahan kepemilikan kendaraan, sekaligus dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.
Penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran PKB dan BBNKB ini diselenggarakan pada semua tempat pelayanan Samsat se Sumbar.
Editor : ranof
Tag :#Perpanjangan penghapusan sanksi#Pajak kendaraan#Sumbar#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WAKIL MENDAGRI SOROTI POTENSI DANA PERANTAU UNTUK PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR
-
BUKAN HANYA PENINDAKAN, OPERASI PATUH SINGGALANG 2026 HADIRKAN LAYANAN SIM KE SEKOLAH HINGGA PESANTREN
-
KEBUTUHAN LISTRIK BERTAMBAH, JANGAN LEWATKAN DISKON TAMBAH DAYA 50 PERSEN
-
33 PEJABAT DILANTIK SEKDA SUMBAR : INGATKAN PROFESIONALISME, TUGAS TANGGUNG JAWAB DAN BATAS KEWENANGAN
-
GUBERNUR MAHYELDI APRESIASI KONTRIBUSI KODAERAL II, DORONG PENGUATAN SINERGI UNTUK PEMBANGUNAN SUMBAR
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL