HOME HUKRIM PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 2 Agustus 2021
Gubernur Sumbar, Dukung Nagari Tageh Bidang Hukum
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mendukung penuh program Nagari Tageh di bidang hukum yang dilaksanakan oleh Polda Sumbar dan bisa memberikan pemahaman hukum yang lebih baik kepada masyarakat.
"Salah satu berkah reformasi di Sumbar adalah gerakan kembali ke Nagari. Artinya banyak permasalahan yang bisa diselesaikan di tingkat Nagari. Dengan Nageri Tageh bidang hukum ini maka permasalahan hukum juga bisa diselesaikan di tingkat Nagari," katanya saat melakukan penandatangan Keputusan Bersama tentang Sinergitas mewujudkan Nagari Tageh Bidang Hukum dan Pelatihan Nagari Tageh Bidang Hukum di Mapolda Sumbar, Senin, (2/8/2021).
Gubernur mengatakan Nagari merupakan tempat untuk menempa tokoh-tokoh Minang sebelum berangkat ke perantauan. Kemampuan untuk bermusyawarah, mengeluarkan pendapat, berdiskusi bahkan hingga beradu argumentasi dipelajari di tingkat Nagari.
Program yang diinisiasi oleh Polda Sumbar akan memberikan ilmu dan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat di Nagari tentang bidang hukum. "Ilmu itu dapat pula menjadi modal bagi generasi muda Minang, juga bagi mereka yang akan berangkat ke perantauan," ujarnya. Dia berharap program itu akan memberikan penguatan di tingkat nagari sehingga bisa pula peningkatan kesadaran hukum tidak hanya bagi perangkat nagari tetapi masyarakat secara umum.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan program Nagari Tageh adalah kelanjutan dari program Presiden Joko Widodo yaitu Kampung Tangguh Nusantara. Dengan program itu diharapkan Nagari atau kampung tidak hanya tangguh di bidang sosial ekonomi kesehatan dan pendidikan tetapi juga tangguh di bidang hukum.
Hal itu sejalan pula dengan perintah Kapolri untuk lebih mengedepankan restorative justice atau keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara hukum. Restorative justice merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat.
Kapolda menyebutkan kebijakan itu sesuai pula dengan kondisi perbandingan banyaknya laporan hukum yang masuk dengan jumlah tenaga penyidik yang tersedia. Banyaknya laporan yang masuk membuat proses untuk penyelidikan dan penyidikan menjadi lebih lama karena jumlah penyidik tidak memadai.
Dengan konsep Nagari Tageh di bidang hukum maka persoalan hukum bisa diselesaikan terlebih dahulu oleh perangkat yang ada di Nagari sehingga bisa menjadi filter untuk laporan hukum sebelum masuk ke Kepolisian. Ia mengatakan hal itu sudah mulai dilakukan oleh penyidik di Sumatera Barat. Program Nagari Tageh memperkuat apa yang telah dimulai tersebut.
Hadir dalam penandatangan kesepahaman pelaksanaan Nagari Tageh itu Forkopimda, Akademisi Perguruan Tinggi, Pimpinan OPD Sumbar, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan perangkat Nagari.
Editor : ranof
Tag :#Nagari tageh bidang hukum#Polda Sumbar#Gubernur#Sumbar#Mahyeldi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WASPADAI MODUS PENIPUAN GUNAKAN AI DAN CATUT IDENTITAS WAKIL GUBERNUR VASKO RUSEIMY
-
OPERASI PATUH SINGGALANG 2026 DIMULAI 8 JUNI, PENGAWASAN BERLAKU DI SELURUH JALAN KOTA PADANG
-
GUBERNUR DAN FORKOPIMDA SUMBAR KOMIT SELAMATKAN LINGKUNGAN DARI PRAKTEK PETI
-
GUBERNUR MAHYELDI SAMBUT KEDATANGAN KAJATI SUMBAR YANG BARU, DEDIE TRI HARIYADI
-
GUBERNUR MAHYELDI : ASN TERLIBAT NARKOBA TIDAK AKAN DITOLERANSI
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK