HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG

  • Rabu, 22 Juni 2022
Gelanggang Bancah Laweh, Simpan Cerita "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck"

Pd.Panjang (Minangsatu) - Gelanggang pacuan kuda Bancah Laweh Kota Padang Panjang, merupakan satu-satunya gelanggang pacuan di Sumatra Barat pernah di populerkan alm buya Hamka, lewat novel terlarisnya berjudul "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck". 

Novel mengisahkan roman percintaan, antara Hayati gadis dari Batipuah dengan seorang pemuda asal Makassar bernama Zainuddin, itu bermula di gelanggang pacuan kuda Bancah Laweh, saat keduanya bertemu pandang di alek pacu kuda. 

Roman percintaan Hayati dan Zainuddin yang dituangkan alm Buya Hamka dalam sebuah novel, berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, tidak hanya laris dan populer di tanah air. Tetapi, juga negara tetangga seperti Malaysia.

Hingga kini, novel ini masih dicari banyak orang karena begitu menarik alur cerita ditulis alm Buya Hamka. Bahkan, novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk ini juga telah diangkat ke layar lebar dan layar kaca, dan itu telah disaksikan jutaan pasang mata lintas generasi. 

Bagi Kota Padang Panjang, novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk secara tak langsung telah ikut mengangkat keberadaan kota kecil ini. Karena, gelanggang Bancah Laweh berlokasi  di Kota Padang Panjang.

 Mungkinkah nanti, Pemko membikin miniatur "Kapal Van Der Wijk" di Bancah Laweh untuk menarik kunjungan wisatawan? Jika itu dapat diwujudkan, bukan tak mungkin itu akan punya daya tarik tersendiri bagi Kota Padang Panjang, sekaligus untuk menggenang jasa alm Buya Hamka. Semoga. 

Nah, dialek pacu kuda akan digelar, Minggu (26/6) nanti, tak ada salah kita ramai-ramai bawa keluarga ke Bancah Laweh saksikan pacu kuda gratis. Selain caliak cu kudo, kita juga bisa nostalgia untuk mereview sedikit ke belakang cerita roman percintaan Hayati dan Zainuddin.(*)


Wartawan : Asril Dt Pangulu Batuah
Editor : Benk123

Tag :#padangpanjang