HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 14 Agustus 2020
Frekuensi Perjalanan Normal, PT KAI Sumbar Batasi Jumlah Penumpang
Padang (Minangsatu) - Frekuensi perjalanan kereta api Sibinuang relasi Kota Padang-Naras Padang Pariaman saat ini tetap normal. Akan tetapi, ada pembatasan kapasitas penumpang yang diberlakukan oleh PT KAI Sumbar terkait kenormalan baru dalam masa pandemi Covid-19.
"Tidak ada pengurangan sebenarnya, frekuensi perjalanan itu tetap seperti frekuensi sebelumnya yaitu delapan kali perjalanan", tutur Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Muhammad Reza Fahlepi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/8).
Kapasitas penumpang yang dibatasi tersebut yakni dari 100% menjadi 70%. "Alhamdulillah dari 70% kapasitas yang kita berikan kepada penumpang, sampai saat ini masih memadai. Dari 70% itu kurang lebih sekarang okupansinya mencapai 78%."
Berikut, PT KAI Sumbar juga mewajibkan seluruh penumpang mematuhi aturan kesehatan sesuai dengan edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh, sampai dengan menjaga jarak antar penumpang.
Di sisi lain, status karyawan kontrak dalam kondisi ini masih baik. "Untuk status karyawan kontrak itu sendiri kita masih mempekerjakan karyawan, dalam hal ini penempatan-penempatan di kereta api yang masih beroperasi", tutupnya.
Editor : sc.astra
Tag :#PTKAISumbar #PembatasanJumlahPenumpang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DUKUNG PEMBANGUNAN 1.000 LEBIH HUNTAP DI SUMBAR, PT SEMEN PADANG BEKALI 36 TUKANG DENGAN KEAHLIAN SEPABLOCK
-
KADIS KEBUDAYAAN SUMBAR "PUNG" WAFAT, GUBERNUR MAHYELDI SAMPAIKAN DUKA MENDALAM
-
GUBERNUR MAHYELDI LAPORKAN KELANGKAAN SOLAR DI SUMBAR KEPADA COO DANANTARA
-
GUBERNUR MAHYELDI: PKK HARUS HADIR MENJAWAB PERSOALAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
-
GUBERNUR MAHYELDI: HINGGA 2026, SEBANYAK 164 WARISAN BUDAYA TAKBENDA ASAL SUMBAR TELAH DITETAPKAN SEBAGAI WBTBI
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI