HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Sabtu, 31 Oktober 2026

Forkopimda Kepulauan Mentawai Sambut Hangat Tim Wasev Mabes AD Di TMMD Ke-130 Tahun 2026

Sekda Martinus Dahlan mengalungkan Plakat Sikerei Kepada Ketua TimWasev Kolonel Fransisco di Dermaga Pelabuhan Tuapeijat pada sesi penyambutan di dampingi pimpinan Forkopimda
Sekda Martinus Dahlan mengalungkan Plakat Sikerei Kepada Ketua TimWasev Kolonel Fransisco di Dermaga Pelabuhan Tuapeijat pada sesi penyambutan di dampingi pimpinan Forkopimda

MENTAWAI (Minangsatu) — Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD). Penyambutan ini menandai dimulainya rangkaian peninjauan program strategis nasional di wilayah kepulauan terluar Indonesia tersebut.

Kedatangan rombongan tingkat pusat ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasev Mabes AD, Kolonel Inf. Fransisco, S.E., M.I.Kom., didampingi oleh Letkol Cba Vidia Mardika Wahyudi, S.Sos., serta Pasi Wanwil Korem 032/Wbr. Rombongan tiba di Bumi Sikerei dengan pengawalan ketat kepolisian menuju pusat pemerintahan daerah.

Penyambutan di Dermaga Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, secara simbolis mengalungkan pelakat khas tradisional Sikerei kepada Ketua Tim Wasev Kolonel Inf. Fransisco sebagai bentuk penghormatan adat masyarakat setempat.

Turut hadir mendampingi penyambutan tersebut di antaranya Wakapolres Kepulauan Mentawai Kompol Irwandi Idham, S.H., M.H., Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf. Bambang Budi Hartanto, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Mentawai.

Setelah prosesi penyambutan di dermaga, rombongan langsung bergeser menuju Kantor Bupati Kepulauan Mentawai. Di tempat ini, Dansatgas TMMD Letkol Inf. Bambang Budi Hartanto memaparkan secara komprehensif mengenai progres capaian kerja, tantangan lapangan, serta sasaran fisik maupun non-fisik yang sedang dikerjakan dalam program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Tim Wasev Kolonel Inf. Fransisco memberikan apresiasi tinggi atas kinerja satuan tugas dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa esensi utama dari pelaksanaan TMMD adalah azas manfaat yang harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah sasaran.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan dengan ishoma (istirahat, makan siang, dan salat Jumat) bersama di Masjid Jabar Nur, Kilometer 4 Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara. Suasana kebersamaan antara TNI dan warga setempat tampak kental terjalin di sela-sela agenda padat tersebut.

Selepas salat Jumat, Tim Wasev bersama Dansatgas dan kepala OPD terkait—termasuk Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat—langsung bergerak cepat meninjau titik-titik pembangunan fisik. Peninjauan meliputi proyek pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), instalasi pipa air bersih, pembukaan jalan lingkar sepanjang 3.000 meter, hingga pengecoran jalan gang di Tuapeijat.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur keras, Tim Wasev juga meninjau program non-fisik berupa penyuluhan pencegahan stunting di Posko TMMD ke-130, Bukit Pamewa. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan sebanyak 100 paket bantuan penanganan stunting dan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil serta balita.

Aksi sosial ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menekan angka gizi buruk, sekaligus mencetak generasi Mentawai yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.

Usai merampungkan peninjauan lapangan, Kolonel Inf. Fransisco menggelar sesi konferensi pers bersama awak media lokal. Wartawan Minangsatu, Syamsurijon, S.H., sempat mengajukan pertanyaan kunci terkait kesimpulan dari peninjauan menyeluruh tersebut.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Kolonel Fransisco menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program di wilayah yang dinilai masih membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur. "Semoga dengan dibukanya akses jalan baru sepanjang 3.000 meter dan lebar 12 meter ini, wilayah Mentawai ke depan akan semakin terbuka, maju, dan berkelanjutan," ujar perwira menengah yang juga berdarah Minang tersebut menutup wawancara. (*)


Wartawan : Rijon
Editor : Benk123

Tag :#mentawai

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com